Modal Kabur dari Bitcoin, Investor Lari ke Emas dan Saham AS

Pasar kripto global tengah menghadapi tekanan likuiditas seiring terjadinya pergeseran modal dari Bitcoin ke aset-aset tradisional seperti emas dan saham AS.

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa investor institusional dan pelaku pasar besar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset digital, di tengah reli harga S&P500 dan rekor tertinggi emas dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan melemahnya daya dorong pasar Bitcoin dalam jangka pendek.

Analisis ini disampaikan oleh analis Sunny Mom yang menilai bahwa pasar saat ini berada dalam fase “capital rotation” atau peralihan modal. Fenomena tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama, termasuk tekanan jual di bursa AS serta menyusutnya cadangan likuiditas di pasar kripto.

Situasi ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama sepanjang Januari, ketika volatilitas pasar global meningkat dan investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih stabil.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Dolphin Terus Serok Bitcoin, Tapi Minat Beli Makin Lesu

Tekanan Institusional dan Menyusutnya Likuiditas

Sunny Mom mencatat bahwa salah satu sinyal utama pelemahan pasar berasal dari Coinbase Premium Index, indikator yang mencerminkan minat beli investor AS terhadap Bitcoin.

coinbase bitcoin

Indeks ini tercatat berada di wilayah negatif dan sempat menyentuh level terendah periodik di minus 0,169 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar AS lebih tinggi dibandingkan pasar global.

“Tekanan jual dari investor AS masih mendominasi pasar dan mencerminkan proses pengurangan risiko oleh institusi,” ungkap Sunny Mom.

Menurut Sunny Mom, situasi ini mengindikasikan terjadinya pengurangan posisi oleh investor institusional dan individu dengan nilai kekayaan tinggi. Sepanjang Januari, indeks tersebut hanya dua kali bergerak ke zona positif, yang memperlihatkan masih lemahnya minat akumulasi dari pemain besar.

Selain itu, penurunan kapitalisasi pasar stablecoin turut memperburuk kondisi likuiditas. Dalam periode terbaru, 12 stablecoin terbesar kehilangan sekitar US$2,24 miliar, dengan total penurunan dari puncak ke titik terendah mencapai US$5,6 miliar.

BACA JUGA:  Wintermute: Pasar Bitcoin Merosot, Likuidasi Rp42 Triliun Jadi Alarm

kapitalisasi stablecoin

Penurunan ini mencerminkan arus keluar dana dari ekosistem kripto menuju mata uang fiat, bukan sekadar perpindahan sementara untuk menunggu peluang beli.

Sunny Mom menilai bahwa berkurangnya dana “siap pakai” atau dry powder membuat pasar sulit membangun momentum pemulihan. Tanpa dukungan aliran modal baru, setiap kenaikan harga berpotensi bersifat terbatas dan mudah terkoreksi.

Ada Aktivitas Whale Bitcoin

Dalam kondisi tekanan likuiditas dan keluarnya investor institusional, Sunny Mom menyimpulkan bahwa struktur pasar Bitcoin saat ini lebih condong ke arah penurunan.

Jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji sejumlah level teknikal penting, seperti True Mean Price di sekitar US$81.000, puncak harga tahun 2024 di area US$70.000, hingga rata-rata pergerakan 200 minggu di kisaran US$58.000.

“Tanpa kembalinya arus modal dan likuiditas stablecoin, pasar berisiko tetap bergerak dalam tekanan,” ungkap Sunny Mom.

BACA JUGA:  Begini Visi Vitalik Buterin tentang Peran AI dalam Tata Kelola Ethereum

Namun demikian, terdapat pula sinyal akumulasi dari sebagian pelaku pasar besar. Analis kripto Ted mencatat bahwa dalam dua hari terakhir, satu whale telah membeli Bitcoin senilai sekitar US$175,8 juta.

whale BTC

Meski demikian, Ted menilai bahwa akumulasi dalam skala tersebut masih belum cukup untuk mendorong reli harga secara signifikan, mengingat kondisi likuiditas yang masih terbatas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia