Modus Baru! Hacker Edarkan Smartphone Berisi Malware Kripto

Teknik baru peretasan kripto kembali terungkap. Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan pada 1 April bahwa sejumlah ponsel Android palsu beredar di pasar dengan malware kripto berbahaya yang dapat mencuri aset para penggunanya.

Ancaman di Balik Smartphone Murah

Ponsel dengan harga murah memang sering kali menarik minat pembeli, namun kini ada ancaman baru yang mengintai. Berdasarkan laporan tim keamanan Kaspersky, hacker menggunakan varian terbaru dari Triada Trojan, sebuah malware yang pertama kali ditemukan pada 2016. 

Versi virus android ini lebih canggih dibandingkan sebelumnya karena telah disematkan secara langsung ke dalam framework smartphone, membuatnya sangat sulit untuk dideteksi dan dihapus.

“Diduga, rantai pasokan telah dikompromikan di salah satu tahapannya, sehingga toko-toko mungkin tidak menyadari bahwa mereka menjual ponsel dengan malware,” ujar Dmitry Kalinin, pakar keamanan siber di Kaspersky Lab.

Pihak Kaspersky mengungkapkan bahwa dalam periode 13 hingga 27 Maret 2025, sudah ada lebih dari 2.600 pengguna yang terdeteksi terinfeksi oleh malware kripto ini.

Microsoft Temukan Malware Baru yang Menargetkan Dompet Kripto

Para hacker dapat mengendalikan perangkat yang telah terinfeksi, memungkinkan mereka untuk mencuri kredensial akun pengguna, mengganti alamat dompet kripto, hingga mengontrol komunikasi korban di aplikasi pesan instan seperti Telegram dan TikTok.

Bagaimana Malware Kripto Ini Bekerja?

Malware kripto yang sebelumnya sudah tertanam di sistem ponsel ini memiliki kemampuan luas yang dapat mengancam keamanan data para penggunanya.

Triada Trojan dirancang secara khusus untuk mencuri informasi akun dari aplikasi perpesanan dan media sosial, serta mengganti alamat crypto wallet dalam transaksi korbannya.

Selain itu, virus android ini juga dapat mengendalikan komunikasi dengan mengirim dan menghapus pesan di WhatsApp dan Telegram atas nama korban. Bahkan, Triada Trojan mampu menyadap panggilan telepon dan mengganti nomor yang dihubungi.

Data analisis transaksi menunjukkan bahwa hacker telah mentransfer lebih dari US$270.000 dalam berbagai cryptocurrency ke dompet mereka. Namun, jumlah sebenarnya bisa lebih besar karena kelompok hacker juga menggunakan Monero, mata uang kripto yang sulit dilacak.

Bagaimana Cara Menghindari Peretasan Kripto?

Dengan semakin maraknya teknik peretasan melalui peredaran smartphone palsu yang telah disusupi malware kripto, pengguna disarankan untuk lebih berhati-hati dalam membeli perangkat baru. 

Waspada! Malware Jahat Bisa Meretas dan Gasak Kripto Kamu

Sebaiknya hindari membeli ponsel dari toko tidak resmi atau penjual yang menawarkan harga jauh dibawah pasaran, karena resikonya sangatlah besar dan sangat merugikan.

Selain itu, periksa keaslian perangkat dengan mengecek IMEI dan spesifikasi perangkat melalui situs resmi produsen. Gunakan solusi keamanan siber yang dapat mendeteksi virus android dan aplikasi berbahaya serta perbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin.

Ancaman malware kripto seperti Triada Trojan menunjukkan bahwa kejahatan siber yang menargetkan pengguna kripto terus berkembang dengan metode yang semakin kompleks dan sulit dideteksi.

Oleh karena itu, kesadaran dan kehati-hatian dalam menggunakan perangkat digital menjadi salah satu kunci utama dalam melindungi diri dari serangan hacker. [dp]

Terkini

Warta Korporat

Terkait