Ethereum dilaporkan hanya berjarak sekitar 8 persen dari level harga yang selama ini menjadi biaya dasar para akumulator jangka panjang.
Temuan tersebut disampaikan analis on-chain Burak Kesmeci di CryptoQuant pada akhir pekan ini. Menurutnya, pergerakan altcoin Ethereum tersebut mulai mendekati titik yang secara historis menjadi salah satu area akumulasi paling kuat dalam struktur pasar ETH.
Altcoin Ethereum Bergerak Mendekati Biaya Dasar Akumulator
Dalam analisis terbarunya, Kesmeci menjelaskan bahwa Ethereum saat ini berada di sekitar US$3.150, dan penurunan sekitar US$200 saja sudah cukup untuk membawa harga menyentuh Accumulation Addresses Realized Price di kisaran US$2.895.
Level tersebut merupakan biaya rata-rata yang dibayarkan oleh para pemegang jangka panjang yang konsisten menumpuk altcoin Ethereum tanpa terpengaruh volatilitas.

Menurut Kesmeci, titik ini penting karena merefleksikan sentimen kelompok investor yang biasanya memiliki kecenderungan mempertahankan posisi dalam jangka panjang.
“Jika Ethereum turun sekitar delapan persen lagi, maka harga akan menyentuh cost basis para akumulator, zona yang secara historis sangat kuat untuk akumulasi jangka panjang,” ujar Kesmeci.
Ia menyebutkan bahwa pengujian terhadap level tersebut sangat jarang terjadi, sehingga sering kali dianggap sebagai fase peluang bagi investor yang menunggu area harga lebih rendah.
Secara historis, Ethereum hanya sekali berada di bawah biaya dasar akumulator. Peristiwa itu terjadi pada April 2025, ketika pasar global dilanda ketidakpastian akibat krisis pajak dan tarif yang dipicu kebijakan pemerintahan AS.

Pada saat itu, indeks Global Economic Policy Uncertainty (GEPUCURRENT) melonjak hingga 629 poin, atau sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan puncak ketidakpastian selama pandemi COVID-19.
Kondisi tersebut menjadi salah satu periode ketakutan pasar paling ekstrem dalam sejarah modern, sehingga tekanan terhadap harga altcoin Ethereum meningkat tajam.
Arus Masuk ETH Menandai Kepercayaan Pemegang Jangka Panjang
Meski kondisi makro ketika itu sangat bergejolak, data on-chain menunjukkan tingginya kepercayaan pemegang jangka panjang terhadap altcoin Ethereum. Sepanjang tahun 2025, sekitar 17 juta ETH tercatat mengalir masuk ke alamat akumulasi.
Pergerakan ini membuat total kepemilikan alamat tersebut naik drastis dari 10 juta ETH di awal tahun menjadi lebih dari 27 juta ETH pada saat laporan dirilis.
Kesmeci menilai bahwa pola tersebut memperlihatkan bagaimana investor jangka panjang memilih untuk tetap mengumpulkan aset, alih-alih melepas kepemilikan mereka saat pasar mengalami tekanan.
Arus masuk ETH yang terus bertambah disebut sebagai salah satu indikator bahwa akumulator melihat potensi jangka panjang, meski kondisi makro dan sentimen pasar sempat berada pada titik ekstrem.
Hingga saat ini, reli dan koreksi harga pada altcoin Ethereum masih mengikuti dinamika makroekonomi global, termasuk perubahan kebijakan, volatilitas likuiditas, serta persepsi risiko investor institusional.
Namun, kedekatan harga saat ini dengan kawasan “biaya dasar” menjadi perhatian tersendiri bagi analis pasar. Titik tersebut diyakini dapat menjadi penentu apakah tekanan jual masih akan berlanjut atau justru membuka ruang bagi fase akumulasi baru.
Dari sudut pandang data historis dan perilaku pemegang jangka panjang, Kesmeci menilai bahwa kemungkinan ETH menetap terlalu lama di bawah level biaya dasar akumulator relatif kecil.
Namun demikian, arah pasar tetap akan bergantung pada bagaimana faktor makro dan permintaan investor berkembang dalam beberapa pekan mendatang.
Dengan jarak harga yang semakin tipis menuju area akumulasi, pasar kini menunggu bagaimana reaksi kelompok pemegang besar terhadap pergerakan altcoin Ethereum.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



