Pasar Bitcoin kembali berada dalam fase kehati-hatian, dimana analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant menyoroti cadangan BTC di Binance yang mengalami peningkatan sekitar 21.000 koin dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan cadangan bursa ini terjadi di tengah indikator siklus bull–bear yang menunjukkan pelemahan momentum kenaikan dan menempatkan pasar pada fase koreksi serta penyeimbangan ulang.

Menurut Arab Chain, indikator siklus menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada di zona bear karena sinyal tetap berada di bawah nol serta rata-rata pergerakan jangka pendek turun di bawah rata-rata jangka panjang. Kondisi tersebut menandakan tekanan siklus yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.
“Pasar masih berada di zona bear dan memasuki fase koreksi dan rebalancing dalam siklus yang lebih besar, bukan awal bear market jangka panjang,” ungkap Arab Chain.
Cadangan Binance Naik, Tekanan Jual Belum Terlihat Permanen
CryptoQuant mencatat bahwa lonjakan cadangan BTC di Binance berlangsung tajam dalam waktu singkat setelah penurunan harga, namun belum berkembang menjadi tren kenaikan yang konsisten.

Selain itu, tidak ditemukan tanda panic selling maupun penurunan harga ekstrem yang biasanya menjadi indikator tekanan jual struktural. Dengan demikian, peningkatan cadangan tersebut dinilai lebih sebagai respons kewaspadaan pasar ketimbang sinyal kepanikan.
Arab Chain menilai bahwa jika kenaikan cadangan berlangsung berkelanjutan, pasar berpotensi melihat tekanan jual yang lebih jelas di masa mendatang. Sebaliknya, penurunan kembali cadangan bursa dapat memperkuat narasi penyerapan pasokan dan membuka peluang pembentukan basis harga baru bagi Bitcoin.
Situasi ini membuat investor dan trader memilih untuk menunggu konfirmasi fase pasar berikutnya sebelum mengambil langkah agresif.
Siklus Masih Berlanjut, Peluang Reli Tetap Terbuka
Di sisi lain, analis pasar kripto bernama Ted menilai bahwa pergerakan BTC saat ini memiliki kemiripan kuat dengan siklus pasar 2020–2021. Ia menyebut bahwa meskipun tekanan masih ada, peluang reli tetap terbuka sebelum pasar kembali menghadapi tekanan lanjutan.
“BTC meniru siklus 2020–21 dengan sempurna. Saya masih berpikir reli menuju US$100.000 bisa terjadi sebelum penurunan lebih lanjut,” ujarnya.
Pandangan ini memberi gambaran bahwa meski fase koreksi berlangsung, potensi penguatan kembali masih dipertimbangkan oleh sebagian analis.

Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini menggambarkan situasi di mana Bitcoin tidak berada pada fase kepanikan, namun pasar tengah melakukan penyesuaian arah.
Data on-chain memperlihatkan adanya arus masuk koin ke Binance dalam jumlah besar yang memicu kewaspadaan, sementara indikator siklus menegaskan bahwa momentum kenaikan melemah. Meski demikian, belum ada sinyal kuat yang menunjukkan pembentukan tren bearish berkepanjangan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



