Ambisi Wall Street membawa aset tradisional ke blockchain kini semakin jelas. Morgan Stanley memperkirakan pasar tokenisasi real-world assets dapat tumbuh hingga US$10 triliun pada 2030.
Proyeksi besar itu datang ketika tokenisasi bergerak dari eksperimen menuju penggunaan nyata. Morgan Stanley sendiri kini menyiapkan jalur perdagangan saham tokenisasi sebagai salah satu langkah awalnya.
Morgan Stanley Bidik Saham Tokenisasi Mulai 2027
Dikutip dari laporan The Block pada Senin (12/10/2026), Kepala Strategi Aset Digital Morgan Stanley, Amy Oldenburg, mengatakan timnya masih membangun infrastruktur yang dibutuhkan sebelum layanan tersebut benar-benar tersedia.
Menurut Oldenburg, tantangannya bukan hanya teknologi. Permintaan dari klien institusional juga belum terbentuk penuh karena produk saham tokenisasi yang dapat diperdagangkan melalui jalur tersebut masih terbatas.
“Kami membutuhkan produk agar bisa mendukungnya melalui ATS. Permintaan klien juga belum benar-benar ada karena produknya belum tersedia, jadi kami hanya membutuhkan sedikit waktu lagi,” ujar Oldenburg.
Apa Itu Real World Assets (RWA)? Ini Pengertian dan Daftar Koinnya!
Morgan Stanley juga mencermati peluncuran layanan tokenisasi DTCC pada akhir Oktober dan berlakunya GENIUS Act pada Januari, dua perkembangan yang dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi institusi.
Pasar RWA Sudah Sentuh US$39,19 Miliar
Target Morgan Stanley datang ketika pasar RWA sudah menunjukkan pertumbuhan yang sulit diabaikan. Data RWA.xyz per Selasa (13/10/2026) mencatat distributed asset value telah mencapai US$39,19 miliar.
Dalam 30 hari terakhir, nilai tersebut naik 0,47 persen. Jumlah pemegang aset bahkan melonjak 22,16 persen menjadi 5,21 juta, memperlihatkan adopsi yang bergerak lebih cepat dibanding nilai pasarnya.
Pada sisi berbeda, represented asset value tercatat US$357,51 miliar, turun 1,34 persen dalam 30 hari. Kontras ini menunjukkan pertumbuhan pasar RWA tidak bergerak seragam pada setiap metrik.

Angka tersebut tetap melanjutkan tren kenaikan sebelumnya. Laporan sebelumnya mencatat distributed asset value sebesar US$38,83 miliar pada 24 September, saat regulator AS mulai menyerukan kesiapan menghadapi “mass tokenization”.
Jika stablecoin dilihat terpisah, skalanya jauh lebih besar. RWA.xyz mencatat total nilainya mencapai US$293,16 miliar dengan sekitar 296,59 juta holder, masing-masing tumbuh dalam 30 hari terakhir.
Pergerakannya juga mulai bergeser dari sekadar penerbitan token menuju penggunaan nyata. Binance Research menyebut fase ini sebagai “RWA Activation Era”, ketika aset mulai dipakai untuk perdagangan, pinjaman, dan kolateral.
Morgan Stanley Bicara “Tokenisasi Segalanya”
Morgan Stanley melihat peluang itu jauh melampaui saham publik. Menurut Oldenburg, private shares, structured notes, produk kustom, hingga akses private fund menjadi area yang berpotensi cepat menerima manfaat tokenisasi.
Logikanya sederhana. Semakin kompleks administrasi suatu aset, semakin besar ruang bagi blockchain untuk memangkas dokumen, mempercepat proses, serta membuat pengelolaan kepemilikan dan kolateral menjadi lebih efisien.
Untuk menyiapkan fondasinya, Morgan Stanley sedang mengembangkan infrastruktur wallet proprietary dan membentuk Digital Asset Lab, tempat blockchain serta produk crypto-native diuji sebelum dibawa ke tahap produksi.
Oldenburg melihat perkembangan tersebut dapat membawa konsep tokenisasi menuju skala yang jauh lebih besar. Ketika semakin banyak aset masuk blockchain, kegunaannya juga bisa meluas dari perdagangan menuju kolateral dan aktivitas keuangan lainnya.
Ia merangkum arah tersebut sebagai “the securitization of everything”. Keyakinan itu turut terlihat ketika Oldenburg ditanya mengenai proyeksi pasar RWA tokenisasi sebesar US$3 triliun hingga US$10 triliun pada 2030.
Citi: Tokenisasi Bukan Lagi Eksperimen, Adopsi Institusi Mulai Nyata
“Kita pasti akan berada dalam kisaran itu, tanpa keraguan. Bahkan dalam 12 bulan terakhir, semua orang seperti berlomba membuat pengumuman. Energi mendorong energi di industri kita. Ada banyak FOMO di kalangan institusi,” ujar Oldenburg.
Optimisme Morgan Stanley juga sejalan dengan arus institusi yang makin deras. Citi mencatat 27 persen bank, broker institusional, dan manajer aset berencana memakai sekuritas on-chain sebagai kolateral pada 2027.
Dengan nilai RWA terdistribusi yang mencapai US$39,19 miliar, jarak menuju skala triliunan memang masih panjang. Namun, langkah institusi menunjukkan fondasi menuju pasar tersebut mulai dibangun semakin serius.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


