Komunitas kripto Indonesia tengah menyoroti laporan Proof-of-Reserve (PoR) Indodax. Pasalnya, dalam data cadangan kripto terbarunya, muncul nama koin KRD yang menarik perhatian dan memicu pertanyaan: seberapa kredibel sebenarnya aset kripto ini?
Kenalan dengan Krypton Dao (KRD) di PoR Indodax
Dikutip dari situs resminya, Krypton DAO (KRD) merupakan proyek yang mengklaim berfokus pada penguatan manfaat bagi komunitas dengan menggabungkan berbagai komunitas kripto dalam satu ekosistem kolaboratif.
Melalui Krypton DAO, komunitas yang tergabung disebut dapat memperoleh beragam insentif, mulai dari token rewards, akses whitelist awal untuk proyek kolaboratif berkualitas, hingga airdrop NFT terbatas dari pihak ketiga.

Krypton DAO juga memosisikan diri sebagai penghubung antara proyek pilihan komunitas dengan dukungan pendanaan serta peningkatan visibilitas. Kolaborasi diperkuat melalui kanal eksposur, penerbitan bounty task, dan kerja sama antar komunitas aliansi.
Dari sisi tokenomics, pemegang KRD memiliki hak suara dalam tata kelola, peluang menerima airdrop crypto, akses prioritas minting NFT, hingga kesempatan berpartisipasi sebagai node aliansi melalui kepemilikan token KRD.
Seberapa Kredibel Koin KRD di Indodax
KRD pertama kali diluncurkan pada awal 2022 dan pada transaksi perdananya sempat tercatat terdaftar di Cointiger. Pada fase awal, volume KRD di berbagai crypto exchange bahkan sempat menembus lebih dari US$5 juta.
Namun, data historis perdagangannya memunculkan sejumlah tanda tanya. Meski telah berusia lebih dari tiga tahun, total transaksi KRD tercatat hanya sekitar 3.000 kali, dengan jumlah holder yang berkisar 257 alamat.

Sejak pertengahan 2025, volume perdagangan KRD terlihat stagnan dan bahkan sempat menyentuh nol. Saat ini, KRD praktis hanya tersedia di Indodax, sementara saat dicek oleh tim redaksi, halaman perdagangan di Bibox justru menampilkan error.
Dalam laporan Proof-of-Reserve (PoR) Indodax, KRD menempati posisi kedua setelah Bitcoin. KRD tercatat memiliki porsi 27,6 persen atau sekitar US$286 juta (sekitar Rp4,8 triliun), berada di bawah BTC yang mencapai US$355 juta, dan di atas XRP di posisi ketiga dengan US$62 juta.

Transparansi atau Anomali? Posisi KRD dalam PoR Indodax
Melihat data tersebut, tak sedikit pihak mempertanyakan kredibilitas KRD. Pasalnya, terdapat kejanggalan jika dibandingkan dengan statusnya sebagai salah satu aset utama dalam cadangan kripto milik exchange terbesar di Indonesia.
Pertanyaan pun mengarah pada likuiditas KRD. Mengingat koin ini hanya diperdagangkan di satu exchange, sementara di DEX tidak ditemukan likuiditas, muncul keraguan apakah aset ini benar-benar likuid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sorotan juga datang dari akun Instagram Skyholic888 yang mengunggah narasi kritis pada Senin (09/01/2026), dengan menuding KRD tidak kredibel dan menyinggung dugaan manipulasi likuiditas.
“Bursa kripto yg udah jelas-jelas terbukti secara data ngibul, diduga kuat sering melakukan fake liquidity, diduga maling dana nasabah,” tulis akun tersebut.

Menanggapi hal itu, pendiri Indodax, Oscar Darmawan, menyampaikan klarifikasinya di X pada Kamis (08/01/2026). Ia menilai langkah Indodax dalam merilis PoR seharusnya diapresiasi, bukan justru diserang.
“Aneh tapi nyata. Crypto exchange yang berani Proof-of-Reserve (PoR) malah diserang akun anonim black campaign,” ujarnya.
Pada akhirnya, kemunculan KRD dalam PoR Indodax memicu pertanyaan soal kualitas dan likuiditas aset cadangan. PoR memang meningkatkan transparansi, namun cadangan idealnya sejalan dengan aktivitas perdagangan dan distribusi holder yang sehat.
Tanpa penjelasan teknis yang lebih terbuka, perbedaan antara nilai cadangan KRD dan kondisi pasarnya berpotensi menimbulkan spekulasi liar. Kini, publik menunggu apakah klarifikasi dari Indodax lanjutan mampu menjawab keraguan tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



