Ripple Labs kembali menjadi sorotan pasar global setelah media investasi pre-IPO, Access IPOs, pada Sabtu (23/5/2026), memasukkan perusahaan tersebut sebagai salah satu kandidat perusahaan teknologi finansial privat yang paling diperhatikan terkait potensi initial public offering (IPO) di masa mendatang.
Perhatian investor terhadap Ripple meningkat setelah perusahaan dinilai berhasil keluar dari tekanan hukum panjang di AS dan mulai mempercepat ekspansi bisnis pembayaran lintas negara dalam beberapa kuartal terakhir.
Laporan tersebut menyebut Ripple kini dianggap semakin matang sebagai perusahaan infrastruktur finansial global.
Selain memperkuat layanan pembayaran internasional, Ripple juga aktif memperluas jaringan institusional dan memperdalam ekosistem bisnisnya melalui pengembangan layanan prime brokerage serta integrasi likuiditas derivatif dan spot untuk klien institusional.
Di tengah spekulasi IPO tersebut, Ripple pekan ini juga mengumumkan integrasi Ripple Prime dengan EDX Markets dan EDXM International. Langkah tersebut memungkinkan klien institusional mengakses likuiditas spot dan perpetual futures dalam satu framework prime brokerage yang dilengkapi net settlement serta collateral management.
Perkembangan itu memperkuat narasi bahwa perusahaan tersebut semakin agresif membangun infrastruktur finansial untuk pasar institusional global.
Meski demikian, hingga saat ini manajemen Ripple belum memberikan sinyal resmi terkait rencana IPO dalam waktu dekat.
CEO Brad Garlinghouse dan Presiden Monica Long sebelumnya beberapa kali menyatakan bahwa kondisi kas perusahaan masih sangat kuat sehingga Ripple tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk mencari pendanaan melalui pasar publik.
Namun, berbagai langkah ekspansi, penguatan tata kelola perusahaan, serta positioning bisnis yang semakin luas mulai memicu spekulasi bahwa perusahaan sedang mempersiapkan fondasi jangka panjang menuju pasar saham.
Aktivitas Whale XRP Mulai Menurun
Di pasar kripto, narasi IPO Ripple ikut beriringan dengan perhatian baru terhadap pergerakan XRP. Berdasarkan data pasar terbaru, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36, setara Rp24.055, dengan kenaikan harian sekitar 1,81 persen dalam 24 jam terakhir.
Analis teknikal dan on-chain Ali Martinez melihat aktivitas whale di jaringan XRP mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Ia mencatat jumlah transaksi besar bernilai di atas US$1 juta turun dari sekitar 157 transaksi menjadi hanya 67 transaksi dalam sembilan hari terakhir, atau turun sekitar 57,3 persen.
Menurut Ali Martinez, penurunan aktivitas transaksi besar tersebut menunjukkan pasar XRP kemungkinan mulai memasuki fase compression setelah whale sementara waktu mengurangi aktivitas mereka.
Kondisi itu dinilai membuat volatilitas jangka pendek mulai mereda sekaligus memberi ruang bagi struktur harga untuk membentuk area keseimbangan baru.
XRP Sedang Berdiri di Bibir Jurang atau Awal Recovery Baru?
Sementara itu, analis teknikal GainMuse menilai XRP saat ini sedang menguji area support penting di kisaran US$1,35 hingga US$1,36. Dalam analisis yang dibagikannya, XRP disebut berada di area batas bawah dari descending channel lokal yang selama beberapa waktu terakhir menekan pergerakan harga.

GainMuse menilai area support saat ini berpotensi menjadi titik penentu arah XRP dalam jangka pendek. Selama buyer masih mampu mempertahankan area US$1,35 hingga US$1,36, peluang rebound menuju resistance berikutnya masih terbuka.
Dalam proyeksinya, resistance utama XRP berada di kisaran US$1,44 hingga US$1,46 yang juga menjadi area batas atas dari descending channel saat ini. Apabila support berhasil dipertahankan dan momentum pembelian mulai meningkat, XRP dinilai berpotensi membangun fase recovery baru menuju area resistance tersebut.
Namun, analis itu juga mengingatkan bahwa kegagalan mempertahankan support bisa membuka peluang terjadinya tekanan turun lanjutan sebelum pasar kembali menemukan titik keseimbangan baru.
Karena itu, reaksi harga XRP di area support saat ini dinilai menjadi salah satu faktor paling penting yang sedang dipantau trader dan investor kripto dalam beberapa hari terakhir.
Meningkatnya kembali spekulasi IPO Ripple di tengah kondisi pasar XRP yang mulai memasuki fase compression membuat perhatian pelaku pasar terhadap perusahaan tersebut kembali memanas di sepanjang akhir Mei 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


