Subang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra nanas terbesar di Indonesia. Kini, AI dan blockchain mulai dilirik untuk meningkatkan kualitas, transparansi, sekaligus membuka peluang nanas Subang menembus pasar global.
Harga Dipukul Rata, Nanas Premium Ikut Kehilangan Nilai
Berdasarkan laporan Kemdiktisaintek pada Senin (24/08/2026), harga nanas di Subang selama ini cenderung dipukul rata sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram, meski kualitas setiap buah sebenarnya berbeda.
Padahal, di antara hasil panen tersebut terdapat nanas premium yang bisa masuk supermarket kelas atas, menjadi bahan baku industri, bahkan memenuhi standar pasar ekspor dengan nilai jual lebih tinggi.
Persoalan inilah yang coba dijawab tim Politeknik Negeri Subang (POLSUB). Mereka mengembangkan framework digital yang memadukan kecerdasan buatan, rekomendasi pasar, serta teknologi blockchain untuk membaca sekaligus melacak kualitas nanas.
Sistem tersebut memiliki tiga komponen utama, yakni grading otomatis berbasis YOLOv11, Decision Support System untuk merekomendasikan pasar, serta QR Code berbasis blockchain untuk menyimpan rekam jejak produk secara transparan.
Dwi Vernanda, Ketua Tim Peneliti sekaligus Ketua Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer POLSUB, menilai teknologi tersebut dapat mempercepat pemilahan kualitas sehingga nanas premium tidak lagi berisiko kehilangan nilai ekonominya.
“Produk nanas Subang itu sebenarnya sangat layak dan bisa dipasarkan di pasar internasional. Dengan teknologi ini, kita bisa memisahkan mana nanas kelas premium untuk ekspor dan mana untuk pasar lokal secara cepat dan akurat,” ungkap Dwi.
Dari SVM hingga YOLOv11, AI Dilatih Membaca Nanas
Terobosan tersebut bukan proyek semalam. Perjalanan dimulai sejak 2022 ketika tim POLSUB mengembangkan deteksi kematangan nanas menggunakan Support Vector Machine (SVM), sebelum teknologinya terus disempurnakan.
Pada 2025, pengembangan berlanjut lewat Smart IoT untuk mendeteksi tingkat kemanisan. Fondasi tersebut kemudian berkembang menjadi framework yang memadukan analisis visual, data laboratorium, hingga rekomendasi pasar.
Belajar Teknologi Blockchain untuk Pemula, Begini Penjelasannya!
Memasuki tahap terbaru, Dwi bersama Desy Triastuti, Tri Herdiawan Apandi, serta sejumlah mahasiswa melatih YOLOv11 agar mampu mengenali empat tingkat mutu nanas berdasarkan karakteristik fisik yang berbeda.
“Proses training AI ini menggunakan 1.400 sampel nanas yang difoto dari lima sudut berbeda. Setiap foto diberi label grade, ukuran, kondisi mahkota, hingga ada tidaknya cacat fisik, sehingga menghasilkan total 4.200 data latih yang siap diproses mesin,” urai Dwi.
Validasinya tidak berhenti pada tampilan luar. Sampel nanas turut diperiksa di Laboratorium Pengawasan Mutu Agroindustri untuk mengukur tingkat kemanisan atau Brix, pH, Total Asam Tertitrasi, serta kandungan vitamin C.
Masuk Smartphone Petani, Target Food Loss Turun Drastis
Agar teknologi tidak hanya berhenti di laboratorium, model AI dikonversi ke TensorFlow Lite. Format ini membuat sistem lebih ringan sehingga dapat dijalankan langsung melalui smartphone milik petani di kebun.
Hasil grading dari kebun kemudian terhubung secara real-time ke aplikasi mobile petani dan dashboard analitik milik Dinas Pertanian. Alur ini membuat informasi kualitas panen dapat dipantau lebih cepat.
Riset yang didanai DRTPM Kemdiktisaintek ini juga telah dipublikasikan di jurnal internasional dan diserahkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Subang, sehingga tahap berikutnya bergerak dari penelitian menuju implementasi nyata.
“Kami berharap dengan sistem ini, food loss nanas Subang bisa ditekan drastis dari 35 persen menjadi hanya 7 persen. Sehingga, petani di Subang bisa mendapatkan harga yang adil sesuai kualitas panennya, dan Indonesia semakin dekat menuju target peningkatan ekspor,” tutur Dwi.
Jika implementasinya berjalan konsisten, kombinasi AI, blockchain, dan kolaborasi lapangan dapat mengubah cara nanas Subang dipilah dan dipasarkan. Bukan cuma panennya yang naik kelas, tetapi juga posisi petani dalam rantai nilai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


