Narasi Kripto Selanjutnya? Arthur Hayes Yakin Privasi Pegang Peran Kunci

Arthur Hayes kembali melempar pandangan yang memancing diskusi luas di industri kripto. Pendiri BitMEX itu menilai, setelah dominasi narasi institusional Bitcoin, fokus pasar selanjutnya akan bergeser ke isu privasi. Bukan sebagai tema terpisah, melainkan sebagai kelanjutan logis dari dinamika makro global yang sama.

Privasi Dinilai Jadi Narasi Dominan Kripto Berikutnya

Arthur Hayes menyatakan bahwa privasi berpotensi menjadi narasi dominan di industri kripto dalam waktu dekat. Pandangan tersebut ia sampaikan melalui sebuah blog yang dirilis pada Selasa (06/01/2026).

Sebagai tindak lanjut dari pandangan tersebut, pendiri BitMEX tersebut juga mengungkap bahwa family office miliknya, Maelstrom, telah membangun posisi besar pada altcoin privasi Zcash (ZEC).

Lebih lanjut, Hayes menilai keberhasilan Bitcoin menembus arus utama institusional membuka ruang bagi kripto yang bersifat “adversarial”, khususnya aset yang menawarkan fitur privasi. Dalam konteks ini, Zcash ia sebut sebagai “privacy beta”.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Menatap ke depan, narasi dominan tahun ini akan berfokus pada privasi. Zcash (ZEC) akan menjadi privacy beta, dan kami sudah mengakumulasi ZEC dalam jumlah besar pada harga yang sangat menarik yang diperoleh pada kuartal ketiga 2025,” jelasnya.

BACA JUGA:  Terdeteksi! Gerakan Zcash Siap Reli

Pernyataan tersebut sekaligus menandai pergeseran pendekatan Hayes. Jika sebelumnya ia kerap menempatkan Bitcoin sebagai penerima manfaat utama dari siklus likuiditas global, kini privasi diposisikan sebagai kelanjutan dari logika makro yang sama.

Likuiditas Dolar, Politik AS, dan Arah Aset Berisiko

Hayes mengaitkan tesis privasi ini dengan insentif politik di Amerika Serikat yang cenderung mendorong ekspansi kredit agresif. Dalam pandangannya, pemerintah memiliki kepentingan menjaga ekonomi tetap “panas” demi stabilitas politik, terutama menjelang periode pemilihan.

Tahun Pemilu AS Bisa Jadi Momen Risiko Baru untuk Bitcoin

Namun, ada satu batas penting: harga energi. Hayes menilai inflasi yang paling merusak peluang elektabilitas bukan inflasi aset, melainkan inflasi kebutuhan pokok dan juga energi. 

“Inflasi yang menghancurkan peluang terpilih kembali adalah inflasi pada pangan dan energi. Metrik kunci bagi warga Amerika adalah harga bensin, karena bagi sebagian besar orang hampir tidak tersedia transportasi umum yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.

Berangkat dari kerangka tersebut, Hayes menyoroti dinamika geopolitik terbaru, termasuk langkah Amerika Serikat di Venezuela. yang sempat menekan harga minyak ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

BACA JUGA:  Malaysia Akan Uji Stablecoin Ringgit dan Tokenisasi Deposito di 2026

Ia menilai upaya menjaga stabilitas harga energi memberi ruang bagi pemerintah untuk terus memperluas likuiditas tanpa memicu resistensi publik. Dalam situasi ini, ekspansi dolar diperkirakan kembali mengalir ke aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lain.

Dari Bitcoin ke Privasi: Satu Rangkaian Logika

Hayes menegaskan bahwa privasi bukanlah taruhan yang terpisah dari Bitcoin. Sebaliknya, ia memandangnya sebagai efek lanjutan dari defisit berkelanjutan, kontrol arus modal yang ketat, serta meningkatnya pengawasan negara.

“Seiring jumlah dolar AS yang saat ini terus bertambah, harga Bitcoin dan juga sejumlah aset kripto akan melonjak tajam,” tulisnya.

Dalam kerangka tersebut, aset yang berfokus pada sektor privasi seperti Zcash muncul sebagai kanal tambahan permintaan kripto, khususnya bagi pihak yang ingin melindungi kebebasan finansial mereka.

Pandangan ini sejalan dengan minat Hayes terhadap Zcash yang terlihat sejak akhir tahun lalu. Pada Oktober, ia sempat menyinggung diskusi mengenai privasi dan ZEC bersama Naval Ravikant dalam sebuah pertemuan makan malam.

Sebulan setelahnya, Hayes mengungkap bahwa Zcash telah menjadi aset likuid terbesar kedua di portofolio Maelstrom, tepat di bawah Bitcoin. Hal ini menandai pertama kalinya menyebut ZEC sebagai posisi utama dalam firma investasinya.

Altcoin Zcash Ngamuk! Jadi Aset Terbesar Kedua Arthur Hayes

Privasi dan Arah Baru Narasi Kripto

Dengan latar belakang faktor makro, politik, dan juga energi yang saling terkait, Arthur Hayes memproyeksikan privasi sebagai narasi kripto berikutnya yang belum sepenuhnya dihargai oleh pasar.

BACA JUGA:  Singapura Jadi Pusat Digital Banking Lewat Terobosan Baru SGB

Dalam kerangka tersebut, altcoin privasi Zcash dinilai berada pada posisi strategis untuk menangkap pergeseran minat, seiring meningkatnya kebutuhan akan perlindungan privasi di sektor keuangan.

Meski demikian, tesis ini tetap sangat bergantung pada dinamika kebijakan global serta arah likuiditas dolar AS ke depan. Apabila ekspansi kredit berlanjut dan pengawasan finansial semakin ketat, kripto berfokus privasi berpotensi naik ke panggung utama.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia