Nasdaq Makin Serius Garap Tokenisasi Saham lewat Akuisisi Ini

Nasdaq tapkanya semakin serius mendorong tokenisasi saham dan perdagangan dengan jam operasional yang lebih panjang. Langkah terbarunya dilakukan dengan mengakuisisi LeveL Markets, salah satu platform perdagangan institusional terbesar di AS.

Nasdaq Akuisisi LeveL Markets untuk Perkuat Infrastruktur Digital

Nasdaq mengumumkan pada Selasa (11/08/2026) bahwa mereka telah sepakat mengakuisisi LeveL Markets, alternatif sistem perdagangan atau ATS terbesar ketiga di Amerika Serikat berdasarkan volume transaksi.

LeveL Markets memproses ratusan juta saham setiap hari dan menjangkau lebih dari 2.500 klien buy-side maupun sell-side, sehingga memberi Nasdaq akses lebih luas ke jaringan likuiditas institusional.

Nasdaq sebenarnya sudah mengenal perusahaan tersebut cukup lama. Mereka pertama kali mengambil saham minoritas LeveL Markets pada Agustus 2021  dan sejak saat itu skala binsisnya terus berkembang.

Setelah akuisisi, LeveL Markets akan menjadi bagian dari unit baru Nasdaq bernama Digital Liquidity Networks atau DLN, yang dibentuk untuk menggabungkan aset digital dan modernisasi infrastruktur pasar.

Apa Itu Real World Assets (RWA)? Ini Pengertian dan Daftar Koinnya!

Kepala DLN Roland Chai menilai unit tersebut menjadi kelanjutan dari peran Nasdaq dalam mengikuti perubahan pasar tanpa meninggalkan prinsip utama yang menopang kepercayaan investor.

BACA JUGA:  DJP Kini Berwenang Akses Data Penyedia Jasa Kripto Lewat SE-9/PJ/2026

“Digital Liquidity Networks merupakan kelanjutan peran yang dijalankan Nasdaq dalam sistem keuangan, yaitu membantu pasar berkembang dan menjaga kepercayaan, transparansi, dan integritas yang menjadi fondasi kepercayaan investor,” ujar Chai.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Tokenisasi Saham Jadi Bagian Strategi Besar Nasdaq

Pembentukan DLN menunjukkan bahwa akuisisi LeveL bukan langkah biasa. Nasdaq ingin menyatukan likuiditas, teknologi aset digital, dan kemampuan tokenisasi RWA dalam satu strategi yang lebih luas.

Menurut Chai, perubahan pasar saat ini tidak hanya terjadi pada cara aset diperdagangkan, tetapi juga menyentuh struktur dasar pasar modal dan cara investor mengakses berbagai instrumen.

“Aset digital, instrumen tertokenisasi, dan bentuk baru infrastruktur pasar merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas dan semakin cepat dalam arsitektur pasar modal itu sendiri,” kata Chai. 

Ia menambahkan, transformasi dirancang untuk membuat pasar semakin berkelanjutan dan mudah diakses lintas kelas aset, wilayah, serta instrumen keuangan yang sebelumnya berjalan dalam infrastruktur berbeda.

BACA JUGA:  xStocks Buka Era Baru Investasi, Saham Blue Chip Kini Masuk DeFi

Ambisi tokenisasi Nasdaq sudah terlihat sejak September 2025, ketika mereka mengajukan proposal agar sekuritas berbentuk token dapat diperdagangkan bersama saham dan produk bursa tradisional.

Proposal kemudian diperbarui melalui pengajuan kepada SEC pada Januari 2026. Depository Trust Company direncanakan menangani tokenisasi dan penyelesaian berbasis blockchain melalui program percontohan selama tiga tahun.

Bursa Global Mulai Bergerak Menuju Pasar Always-On

Dorongan Nasdaq muncul ketika industri pasar modal bergerak ke arah yang sama. Investor kini mencari akses likuiditas yang lebih luas dan strategi perdagangan yang tidak bergantung pada jam bursa tradisional.

Cboe dan London Stock Exchange juga mengejar jam perdagangan yang lebih panjang. Sementara itu, NYSE mengembangkan platform untuk perdagangan sekuritas tokenisasi dan on-chain settlement.

NYSE Siapkan Platform Blockchain untuk Saham dan Aset Tokenisasi

Transformasi ini turut menarik perhatian regulator AS. SEC telah menjadwalkan diskusi pada 17 September 2026 untuk membahas perkembangan perdagangan saham yang semakin mendekati model operasional selama 24 jam.

BACA JUGA:  Sadis! Cuan Rp21,5 Miliar Kurang dari 24 Jam, Trader Kripto Ini Bikin Melongo!

Akuisisi LeveL Markets mempertegas langkah Nasdaq menuju tokenisasi saham dan pasar always-on. Di saat yang sama, persaingan bursa global mulai bergeser ke infrastruktur yang lebih digital, fleksibel, dan terhubung.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait