Nasib Bitcoin Jika Perang Dunia ke-3 Meletus

Saat dunia tengah menahan napas atas kabar potensi serangan militer AS terhadap Iran, bukan hanya geopolitik yang bergejolak, tetapi kripto juga terdampak. Ketika kabar serangan semakin santer, pertanyaan pun muncul: apa yang akan terjadi pada Bitcoin jika perang dunia ke-3 pecah?

Ketegangan AS-Iran Semakin Memanas

Mengutip laporan CNN pada Kamis (19/02/2026), AS dikabarkan siap melancarkan serangan terhadap Iran, bahkan mungkin secepat akhir pekan ini. Namun, Presiden Trump belum mengambil keputusan final.

CNN menyebut AS telah meningkatkan kekuatan militernya di kawasan dan mengerahkan kelompok kapal induk tambahan. Sementara itu, Iran memperkuat fasilitas nuklirnya dengan beton dan timbunan tanah untuk mengantisipasi kemungkinan serangan.

“Jika hanya target fasilitas nuklir, itu akan mirip dengan Operation Midnight Hammer,” ujar pakar militer Seth Jones dalam wawancara tersebut. 

IKLAN
Chat via WhatsApp
Posisi Militer AS di Sekitar Wilayah Iran - CNN
Posisi Militer AS di Sekitar Wilayah Iran – CNN

Namun, ia menegaskan bahwa apabila daftar target meluas selain fasilitas nuklir, risiko eskalasi konflik akan meningkat secara signifikan dan situasi dapat berkembang menjadi jauh lebih besar.

BACA JUGA:  Dolphin Terus Serok Bitcoin, Tapi Minat Beli Makin Lesu

Di sisi lain, Iran dan Rusia dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut bersama, sebuah sinyal kesiapan militer yang tidak bisa diabaikan. Ketidakpastian ini menjadi latar perdebatan, termasuk soal ketahanan pasar, mata uang, dan tentu saja Bitcoin.

Akankah Bitcoin MenJadi Safe Haven?

Respons Bitcoin terhadap ketegangan global bukan sekadar teori. Sejarah mencatat bahwa setiap konflik besar hampir selalu memicu gejolak yang cukup besar di pasar kripto.

Pada pertengahan 2025, ketika konflik Israel dan Iran memanas, Bitcoin sempat terkoreksi tajam dan turun di bawah US$100.000. Tekanan jual muncul karena pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset yang volatil.

Situasi serupa terjadi saat Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Bitcoin anjlok dari kisaran US$39.000 ke sekitar US$34.000 dalam waktu singkat, mencerminkan reaksi panik di fase awal konflik.

BACA JUGA:  RSI Bitcoin Capai Level Terendah Sejak 2022, BTC Masuki Fase Kritis?

Namun, tekanan tersebut tidak bertahan lama. Dalam beberapa hari, harga kembali pulih dan menembus US$44.000, menunjukkan bahwa setelah kepanikan mereda, pasar crypto mulai menyeimbangkan diri.

Pola ini memperlihatkan satu hal yang sangat penting, yaitu bahwa saat krisis terjadi, investor cenderung masuk ke mode risk-off dan melepas aset berisiko, termasuk kripto.

Ketika dana mengalir ke emas, obligasi pemerintah, atau dolar AS, Bitcoin biasanya ikut tertekan. Artinya, dalam banyak kasus, BTC masih dipandang sebagai aset berisiko, bukan safe haven utama.

Meski demikian, dampaknya bergantung pada skala krisis. Jika konflik tidak mengguncang fondasi ekonomi, Bitcoin bisa stabil atau menguat. Namun, jika efeknya meluas ke energi, perdagangan, dan kebijakan moneter, kripto cenderung anjlok.

Permintaan Emas Tembus 5.000 Ton di 2025, Harga Makin Gila

Di Tengah Ancaman Perang AS-Iran, Ke Mana Arah Bitcoin?

Saat dunia berada di ambang potensi perang dunia ke-3, Bitcoin sekali lagi diuji. Tidak ada satu jawaban pasti. Bisa jadi BTC tumbang bersama pasar lain, atau justru bangkit sebagai alat lindung nilai jangka panjang.

BACA JUGA:  Akumulasi Bitcoin Meledak, Holder Garis Keras Bergerak Dalam Senyap

Yang pasti, sejarah menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dapat memicu volatilitas pada Bitcoin, terutama saat investor berpindah dari aset berisiko ke instrumen yang lebih aman.

Dalam skenario dunia yang benar-benar dilanda perang, arah pergerakan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh konflik itu sendiri, tetapi juga oleh respons pasar, termasuk kebijakan moneter dan perubahan sentimen investor dalam menghadapi krisis tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia