Nasib Pilu, Mantan Pegawai BitTorrent Korban Keganasan QuadrigaCX

Pada 1 Februari 2019, sebuah dokumen yang diajukan ke Mahkamah Agung Nova Scotia, Kanada, mengklaim bahwa CEO QuadrigaCX Gerald Cotten meninggal dunia. Kasus ini menjadi “heboh” sebab dikabarkan Cotten memegang satu-satunya private key untuk mengakses dana nasabah senilai US$150 juta yang disimpan di dalam cold wallet bursa QuadrigaCX.

Menanggapi berita tersebut, CEO bursa kripto Kraken Jesse Powell mengatakan, ia mengetahui ribuan alamat dompet yang dimiliki QuadrigaCX dan sedang menyelidiki kematian Cotten. Powell merasa peristiwa kematian tersebut beserta private key yang hilang sangat aneh dan janggal dan bersedia membantu proses penegakan hukum.

Dikabarkan, kecil kemungkinan korban kasus QuadrigaCX akan mendapatkan kembali dana mereka. Salah satu korban tersebut adalah Tong Zou, seorang warga negara Kanada yang pindah ke Amerika Serikat ketika berusia 23 tahun. Ia kehilangan tabungan seumur hidupnya dalam kasus ini. Zou adalah seorang pengembang peranti lunak di Walmart dan mantan pegawai di BitTorrent.

Pada penghujung tahun 2018, setelah bekerja selama 7 tahun di perusahaan-perusahaan Amerika, Zou memutuskan pulang ke Kanada untuk membeli apartemen dan hidup di sana. Selama karirnya di Amerika, Zou menjadi pengembang peranti lunak yang disegani dan berhasil menyisihkan tabungan senilai US$422 ribu.

“Tadinya saya akan menggunakan tabungan itu untuk membayar cicilan apartemen, tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Saya sedang mencari pekerjaan dan saat ini adalah masa yang sulit bagi saya,” ucap Zou dalam wawancara kepada Bloomberg.

Akibat kurs yang tinggi dan biaya untuk mentransfer tabungan Zou dari AS ke Kanada, Zou memilih mengkonversi tabungannya menjadi kripto dan mengirimnya ke bursa QuadrigaCX. Zou kemudian mengubah tabungan kriptonya menjadi dolar Kanada dan mengajukan penarikan pada bulan Oktober.

Empat bulan kemudian, peristiwa QuadrigaCX diumumkan, dan banyak pakar industri kripto berkata kasus ini tidak dapat dipercaya. Zou, sebagai salah satu nasabah bursa tersebut, menyadari ia mungkin tidak bisa mengakses dananya sama sekali.

“Itu adalah tabungan seumur hidup saya. Sekarang saya hidup dengan sedikit tabungan yang tersisa dan sedang berusaha bangkit kembali. Kejadian ini merenggut semuanya dari saya. Saya tidak memakai dana itu untuk trading, saya cuma ingin memindahkan uang saya ke rekening bank di Kanada,” jelas Zou.

Pria malang tersebut berkata, ia tidak tahu pengajuan penarikannya akan tertunda dan bahkan tidak selesai serta tidak pernah dimasukkan ke rekening banknya. Ia sudah menunggu selama empat bulan.

Sejauh ini, lebih dari 115 ribu pengguna terdampak oleh kelalaian QuadrigaCX. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah periset menduga QuadrigaCX bahkan tidak memiliki dompet sesuai jumlah yang diklaim bursa tersebut.

Periset independen James Edwards dari Wall Street Journal tidak bisa menemukan dompet Bitcoin yang kabarnya berisi Bitcoin senilai US$92,3 juta. Begitu pula CEO MyCrypto Taylor Monahan berkata, ia tidak bisa menghubungkan dompet utama QuadrigaCX ke cadangan Ethereum manapun.

Dalam pernyataan kepada Bloomberg, Komisi Sekuritas British Colombia (BCSC) yang bertugas mengawasi regulasi sekuritas di provinsi British Columbia di Kanada, berkata QuadrigaCX tidak masuk ke wilayah tanggung jawab mereka, sebab bursa itu tidak memperdagangkan sekuritas atau derivatif menurut hukum yang berlaku. [cryptomenow.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait