NEAR Protocol (NEAR) mencatat lonjakan harga dan masuk dalam daftar crypto trending di CoinGecko. Kenaikan tersebut terjadi di tengah menguatnya narasi kecerdasan buatan (AI) di pasar kripto serta peningkatan arus dana dari Korea Selatan yang mendorong volume perdagangan secara tajam.
Pada saat artikel ini disusun, NEAR diperdagangkan di kisaran US$1,39 dengan kenaikan sekitar 15,30 persen dalam 24 jam terakhir dan melonjak 40,86 persen dalam tujuh hari. Lonjakan harga tersebut diikuti peningkatan aktivitas perdagangan, yang menjadi salah satu indikator utama penentuan daftar trending di CoinGecko.
Kenaikan ini terjadi saat pasar altcoin menunjukkan pemulihan selektif, dengan proyek-proyek yang memiliki eksposur terhadap narasi AI menjadi sorotan investor.
Lonjakan Derivatif Perkuat Sinyal Bullish NEAR
Momentum kenaikan NEAR Protocol tidak hanya tercermin pada harga spot, tetapi juga di pasar derivatif. Data CoinGlass menunjukkan volume perdagangan derivatif NEAR yang melonjak sekitar 188,86 persen menjadi US$1,21 miliar. Sementara itu, open interest meningkat 34,95 persen menjadi US$267,54 juta.

Kenaikan volume dan open interest secara bersamaan biasanya mengindikasikan masuknya posisi baru ke pasar, bukan sekadar penutupan kontrak lama. Kondisi tersebut memperlihatkan meningkatnya partisipasi spekulan dan trader leverage dalam jangka pendek.
Secara teknikal, analis Alpha Crypto menilai NEAR telah membentuk menembus pola rounding bottom pada time frame 4 jam.
Struktur harga NEAR dinilai bergeser dari fase akumulasi ke fase ekspansi setelah berhasil merebut kembali area resistance horizontal di kisaran US$1,33 hingga US$1,35 dengan momentum dan volume kuat.

Menurut analisis tersebut, selama level breakout tersebut mampu bertahan saat terjadi pullback, bias pergerakan masih cenderung bullish. Namun, apabila harga kembali turun dan kehilangan area reclaim, pergerakan itu berpotensi berubah menjadi false breakout.
Hype AI Angkat Sentimen NEAR Protocol
Kenaikan NEAR Protocol juga dikaitkan dengan menguatnya hype AI di ekosistem kripto. Proyek ini kerap diposisikan sebagai salah satu protokol yang mendukung integrasi AI agent dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pendiri MN Fund, Michaël van de Poppe, melalui media sosial pun menyebut alasan dirinya menambah eksposur terhadap NEAR karena menganggapnya sebagai salah satu protokol AI terbaik di ekosistem saat ini. Ia juga menilai dari sisi teknikal, NEAR menjadi representasi kuat kondisi altcoin.

Dalam unggahannya, ia menyoroti bahwa NEAR sempat mencetak level terendah baru dalam siklus terhadap Bitcoin, tetapi justru membentuk bullish divergence yang dinilai valid pada indikator RSI dan MACD.
Menurut van de Poppe, apabila harga mampu menembus kembali level support sebelumnya, potensi penguatan lanjutan dapat terbuka lebih luas.
Pernyataan tersebut turut memperkuat sentimen pasar di tengah meningkatnya minat terhadap proyek-proyek yang dikaitkan dengan AI.
Arus Dana Korea Selatan Dorong Volume
Selain faktor teknikal dan narasi AI, lonjakan NEAR Protocol juga didorong aktivitas perdagangan tinggi dari Korea Selatan. Sejumlah pelaku pasar menyoroti meningkatnya volume pair NEAR dengan won Korea (KRW), terutama di bursa lokal.
Arus dana berbasis fiat dari pasar Korsel kerap menjadi pemicu volatilitas dan lonjakan harga jangka pendek pada sejumlah aset kripto. Peningkatan volume dari wilayah tersebut mendorong likuiditas dan mempercepat pergerakan harga token AI tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



