Seorang trader memilih melawan arus ketika LAPTOP sedang dibuang pasar. Setelah harganya ambruk lebih dari 90 persen, ia justru menaruh sekitar Rp2,9 miliar. Pertanyaannya sederhana: nekat, atau melihat peluang yang belum dilihat orang lain?
LAPTOP Ambruk 98 Persen, Trader Malah Borong Rp2,9 Miliar
Data yang dibagikan Lookonchain pada Kamis (10/09/2026) memperlihatkan transaksi cukup mencolok. Setelah LAPTOP anjlok 98 persen, seorang trader justru menggelontorkan US$170 ribu untuk memborong token tersebut.
“Seseorang masih belum menyerah pada LAPTOP. Setelah LAPTOP ambruk 98 persen, orang ini menghabiskan US$170 ribu untuk membeli saat turun, memperoleh 28.448,72 LAPTOP di harga US$5,97,” tulis Lookonchain.

Sayangnya, harga belum berhenti jatuh setelah ia masuk. Nilai posisi yang semula mencapai US$170 ribu kemudian menyusut menjadi sekitar US$21 ribu, membuat trader tersebut mengalami kerugian sekitar 87 persen.
Alih-alih mendapat pantulan, langkah tersebut sejauh ini justru terlihat seperti menangkap pisau jatuh. Harga meme coin besutan Hunter Biden yang tampak murah setelah koreksi 98 persen ternyata masih mampu bergerak jauh lebih rendah.
Mungkinkah Trader Ini Tahu Sesuatu?
Di sinilah transaksinya menjadi menarik. Menaruh US$170 ribu pada meme coin yang baru saja hancur bukan taruhan kecil, sehingga wajar muncul pertanyaan apakah trader tersebut melihat sesuatu?
Namun, sejauh ini tidak ada bukti bahwa wallet tersebut memiliki informasi khusus mengenai LAPTOP. Langkah itu bisa saja murni taruhan kontrarian bahwa kepanikan sudah berlebihan dan harga sedang mencari dasar.
Risikonya jelas besar. LAPTOP sempat melonjak ekstrem pada fase awal sebelum terjun tajam, menjadikan proses price discovery token ini lebih mirip roller coaster daripada perdagangan aset yang normal.
Data GMGN pada Jumat (11/09/2026) mencatat LAPTOP berada di sekitar US$0,58 dengan FDV sekitar US$588 juta. Angka tersebut memperlihatkan betapa jauhnya harga telah bergeser hanya dalam waktu singkat sejak peluncuran.

Dari harga beli US$5,97 menuju kisaran US$0,58, LAPTOP perlu naik berlipat-lipat hanya agar posisi tersebut mendekati modal awal. Artinya, trader itu belum membutuhkan sekadar rebound, tetapi pemulihan harga yang sangat agresif.
Harga Sudah Hancur, tapi LAPTOP Belum Tamat?
Meski ekstrem, kemungkinan pergerakan besar belum sepenuhnya dicoret. Dunia koin meme memang terkenal absurd, karena narasi saja kadang mampu menghidupkan kembali token yang sebelumnya dianggap selesai.
LAPTOP juga tidak membawa nama sembarangan. Keterlibatan Hunter Biden memberi proyek ini daya tarik politik dan viralitas yang sulit ditiru, terutama karena nama LAPTOP sendiri berangkat dari kontroversi yang sudah dikenal luas.
Selain itu, Hunter juga telah membantah tudingan rug pull. Ia menyatakan alokasi token tim masih dikunci serta menegaskan tidak ada pihak internal yang menjual ketika harga LAPTOP mulai runtuh.
“Alokasi token tim dikunci. Tidak ada satu pun dari pihak kami yang menjual, dan memang tidak ada yang bisa melakukannya. Saya pribadi belum menghasilkan satu dolar pun,” ujar Hunter Biden.
https://blockchainmedia.id/dituding-rug-pull-usai-laptop-anjlok-hunter-biden-buka-suara/
Tim juga menyiapkan empat juta LAPTOP sebagai insentif likuiditas Aerodrome dan berencana membakar sepuluh juta token melalui Predictions. Dua langkah tersebut memberi pasar narasi baru setelah peluncuran yang kacau.
Apakah itu cukup membuat pembelian Rp2,9 miliar tadi berubah menjadi taruhan jenius? Belum ada jawabannya. Namun, jika ada pasar yang mampu membalikkan cerita secara ekstrem dalam waktu singkat, token meme jelas salah satunya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


