Kasus penipuan kripto kembali memakan korban dalam skala besar. Kali ini, sebuah aplikasi palsu yang menyamar sebagai Ledger Live di App Store telah menguras dana pengguna hingga ratusan miliar rupiah.
Modus Aplikasi Ledger Palsu Sedot Dana Pengguna
Investigasi yang diunggah oleh ZachXBT di kanal Telegram miliknya pada Selasa (14/04/2026) mengungkap bahwa aplikasi Ledger Live palsu yang sempat tayang di App Store menjadi dalang di balik pencurian bernilai lebih dari Rp161,5 miliar dari puluhan korban.
“Aplikasi Ledger Live palsu di App Store milik Apple dikaitkan dengan pencurian sebesar US$9,5 juta dari lebih dari 50 korban yang diduga terdampak antara 7 hingga 13 April 2026,” tulisnya.

Menurut ZachXBT, para korban berasal dari berbagai ekosistem, mulai dari Bitcoin, Solana, Tron, hingga jaringan EVM. Hal ini menunjukkan bahwa serangan tersebut tidak menyasar satu aset saja, melainkan bersifat luas dan terkoordinasi.
Dana hasil pencurian tersebut kemudian dilacak mengalir ke ratusan alamat deposit yang terhubung dengan bursa kripto KuCoin dan diduga kuat terkait dengan entitas layanan crypto mixer ternama.
“Dana hasil curian tersebut dicuci melalui lebih dari 150 alamat deposit KuCoin yang terkait dengan AudiA6, sebuah layanan mixing terpusat yang mengenakan biaya tinggi untuk menyamarkan dana ilegal,” tambahnya.
Kerugian Tembus Miliaran, Jejak Aktivitas Ilegal Ikut Terbuka
Dari puluhan korban yang teridentifikasi, terdapat tiga kasus dengan kerugian terbesar yang masing-masing mencapai angka miliaran rupiah. Salah satu korban dilaporkan kehilangan sekitar US$1,95 juta dalam bentuk Bitcoin, Ether, dan stETH.
Korban lainnya kehilangan US$3,23 juta dalam bentuk USDT pada 9 April. Sementara itu, kasus ketiga mencatat kerugian sekitar US$2 juta dalam USDC pada 11 April. Nilai fantastis ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari aplikasi palsu tersebut.
Di sisi lain, ZachXBT juga menyoroti bahwa crypto exchange KuCoin mengalami peningkatan aktivitas ilegal. Ia mengaitkan hal ini dengan kebijakan terbaru yang melarang onboarding pengguna baru dari Uni Eropa sejak Februari, tak lama setelah memperoleh lisensi MiCA.
Meski demikian, hingga saat ini baik Apple maupun KuCoin belum memberikan konfirmasi resmi terkait temuan tersebut. Seluruh detail yang beredar masih berdasarkan hasil investigasi independen ZachXBT.
Kelalaian Kecil yang Berujung Kerugian Besar
Insiden ini bukan yang pertama. Sehari sebelum laporan ini mencuat, musisi Garrett Dutton alias “G. Love” mengaku kehilangan sekitar US$420.000 dalam Bitcoin setelah mengunduh aplikasi Ledger palsu.
Dalam kasus tersebut, korban tanpa sadar memasukkan seed phrase ke aplikasi Ledger palsu. Hal ini memberi akses penuh kepada pelaku untuk menguras aset digital. Dana itu kemudian mengalir ke alamat yang terkait dengan KuCoin.
Sedih! Musisi Ini Kehilangan Rp7 Miliar Akibat Aplikasi Ledger Palsu
Apple telah menghapus aplikasi Ledger palsu tersebut pada 13 April. Namun, kerugian yang terjadi sudah terlanjur besar dan berdampak luas.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengguna kripto untuk waspada. Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi dan jangan pernah membagikan seed phrase. Di dunia kripto, satu kesalahan kecil bisa berujung pada kerugian besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



