Pasar kripto mendadak gaduh setelah Harmony (ONE) mengalami peretasan yang membuat hampir 4 miliar token dicetak tanpa izin. Insiden ini bukan cuma menekan harga, tetapi juga kembali membuka luka lama keamanan jaringan tersebut.
Peretas Diduga Manfaatkan Empty Block untuk Cetak 4 Miliar ONE
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Santiment pada Rabu (13/08/2026), penyerang dilaporkan menciptakan hampir 4 miliar ONE tanpa otorisasi, setara sekitar seperempat dari jumlah token yang sebelumnya beredar.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2,8 miliar ONE kemudian diarahkan menuju crypto exchange. Harmony, dalam respons awalnya, belum mengonfirmasi angka tersebut secara independen maupun penyebab akhir eksploitasi.
Sorotan mengarah pada dugaan kelemahan dalam pemrosesan informasi, ketika jumlah tanda tangan validator yang valid diduga tidak mencukupi untuk mengesahkan aktivitas di jaringan blockchain.
“Peneliti menyoroti potensi kelemahan dalam cara informasi validator diproses. Sederhananya, dalam kondisi tertentu, sistem diduga dapat menghitung entri validator tanpa memastikan jumlah tanda tangan valid benar-benar mencukupi,” jelas mereka.

Celah tersebut diduga membuka jalan bagi empty block berbahaya untuk diterima jaringan. Akibatnya, ONE yang seharusnya tidak pernah ada dapat masuk ke sirkulasi dan mengguncang asumsi dasar suplai token.
Masalahnya menjadi serius karena eksploitasi ini tidak sama seperti serangan smart-contract biasa. Jika menyentuh konsensus atau verifikasi blok, fondasi mengenai jumlah token yang sah ikut dipertanyakan.
Harga ONE Ambrol, Volume Trading Tembus 74 Miliar Token
Pasar tidak menunggu penyelidikan selesai. Saat kabar menyebar, ONE langsung tertekan, dengan sejumlah snapshot menunjukkan penurunan sekitar 30 persen hingga lebih dari 50 persen pada periode perdagangan paling kacau.
Pada satu titik, harga terendah 24 jam tercatat mendekati US$0,0005735. Tekanan muncul karena holder menghadapi dilusi suplai, sementara pasar mengantisipasi kemungkinan miliaran token tambahan segera mengalir ke crypto exchange.
Gambaran sederhananya mirip perusahaan yang tiba-tiba menerbitkan 26 persen saham tambahan. Holder lama terdilusi, trader mengantisipasi tekanan jual, likuiditas menipis, sementara pembeli menurunkan harga bid mereka.
Grafik memperlihatkan betapa abnormal situasinya. Volume perdagangan kripto ONE melonjak menjadi sekitar 74,04 miliar token, mencatat lonjakan terbesar sejak Desember 2024 dan membuat kondisi pasar semakin kacau.
“Perputaran sebesar itu di tengah pasar yang sedang jatuh bukan menunjukkan adopsi yang sehat. Sebaliknya, holder, pembeli oportunistis, short seller, bursa, hingga dana yang diduga terkait eksploitasi sedang berebut menentukan harga pasar secara bersamaan,” tutur mereka.

Harmony Bergerak Cepat, tetapi Luka Lama Kembali Terbuka
Harmony kemudian bergerak cepat dengan menghentikan bridge, berkoordinasi dengan bursa, menyiapkan patch darurat untuk validator, serta mengidentifikasi empat alamat yang diminta untuk diblokir dan dananya dibekukan.
Pada satu tahap, sekitar 53 persen validator dilaporkan telah memasang patch untuk mencegah minting ilegal tambahan. Harmony juga memberi tahu bursa mengenai ribuan deposit mencurigakan yang tersebar pada ratusan wallet.
Langkah tersebut penting, tetapi menghentikan pencetakan baru hanya menyelesaikan separuh masalah. Tantangan berikutnya adalah menentukan nasib miliaran ONE yang sudah tercipta dan kemungkinan telah bergerak menuju bursa kripto.
Di tengah upaya itu, investigator on-chain ternama ZachXBT menolak melacak insiden ini secara gratis. Ia menyoroti pengalaman sebelumnya, ketika pihak yang membantu menangani kasus peretasan lama dinilai tidak mendapat apresiasi.
“Harmony memanfaatkan orang-orang yang membantu menangani eksploitasi Harmony Bridge senilai US$100 juta oleh Korut pada 2022, tetapi tidak memberikan imbalan dan hanya mengatakan, ‘kerja bagus’,” tulis ZachXBT di X, Rabu (12/08/2026).
Apa Itu Bridge Blockchain? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-Jenisnya!
Karena sejarah itu, krisis terbaru terasa lebih berat. Bagi holder lama, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa dalam ONE jatuh, tetapi apakah jaringan benar-benar belajar dari kegagalan keamanan sebelumnya.
Rollback Jadi Opsi, Nasib ONE Bergantung pada Kepercayaan
Harmony masih memiliki beberapa jalur untuk membatasi kerusakan, termasuk pembekuan dana di exchange dan kemungkinan rollback. Namun, rollback juga memunculkan persoalan finalitas serta nasib transaksi sah setelah blok terdampak.
Jika sebagian besar ONE ilegal berhasil diisolasi dan minting tambahan dihentikan, tekanan suplai dapat berkurang. Sebaliknya, token ilegal yang tetap likuid berpotensi menciptakan beban suplai berkepanjangan bagi pasar.
Ke depan, nasib ONE akan bergantung pada kemampuan Harmony menghentikan dampak eksploitasi sekaligus memulihkan kepercayaan pasar. Harga mungkin bisa pulih lebih cepat, tetapi reputasi keamanan jaringan jelas membutuhkan waktu lebih panjang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


