Ngeri! Istri Gasak Kripto Suami Senilai Rp2,9 Triliun Lewat CCTV

Kasus pencurian kripto kembali mencuri perhatian, kali ini datang dari Inggris dengan cerita yang tak biasa. Bukan peretas profesional, pelaku justru berasal dari lingkaran terdekat korban. Modusnya pun terbilang sederhana, yakni memanfaatkan CCTV untuk mencuri seed phrase.

Terekam CCTV, Bitcoin Langsung Dikuras

Dikutip dari dokumen pengadilan yang dipublikasikan pada Selasa (10/03/2026), kasus bermula ketika seorang warga Inggris, Ping Fai Yuen, menuduh istrinya yang telah berpisah, Fun Yung Li, mencuri 2.323 Bitcoin dari hardware wallet miliknya pada 2023.

Yang mengejutkan, aksi tersebut diduga dilakukan dengan bantuan kamera pengawas. Modus ini dinilai tidak biasa karena memanfaatkan celah sederhana untuk mengakses data sensitif.

Menurut dokumen tersebut, Fun dan saudarinya diam-diam merekam Ping untuk mendapatkan seed phrase serta kode akses Bitcoin wallet. Informasi itu kemudian digunakan untuk memindahkan seluruh Bitcoin ke alamat berbeda dengan nilai mencapai Rp2,9 triliun.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Bitcoin dipindahkan dari alamatnya melalui sejumlah transaksi, kini tersebar di 71 alamat (tidak disimpan di bursa). Nilai Bitcoin tersebut berfluktuasi selama proses persidangan berlangsung, berkisar antara £160 juta hingga £180 juta,” seperti tercantum pada dokumen tersebut.

BACA JUGA:  Volume Altcoin Melorot Tajam, Bitcoin Jadi Pilihan Utama Lagi

Kecurigaan muncul setelah anak mereka memberi peringatan kepada Ping terkait rencana tersebut. Menindaklanjuti hal itu, Ping memasang alat perekam suara dan berhasil menangkap percakapan yang membahas pencurian serta strategi memindahkan dana tanpa terdeteksi.

Sejak transaksi terakhir pada 21 Desember 2023, tidak ada pergerakan lanjutan dari beberapa address Bitcoin tersebut. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa dana tersebut sengaja “didiamkan” untuk menghindari pelacakan.

Sempat Ditangkap, Tapi Kasus Belum Selesai

Tak lama setelah kejadian, Ping melaporkan kasus ini ke pihak berwenang. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat.

Polisi sempat menangkap Fun dan menyita sejumlah cold wallet serta barang berharga lainnya, termasuk jam tangan. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan potensi barang bukti.

Namun, dalam perkembangan berikutnya, pihak berwenang menyatakan tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut kecuali ditemukan bukti baru. Fun pun dibebaskan dengan jaminan, sementara penyelidikan tetap terbuka.

BACA JUGA:  Perang Meletus, Robert Kiyosaki Bahas 5 Dampak Serius ke Keuangan dan Ekonomi

Pada November tahun lalu, Ping mengajukan permohonan ke pengadilan untuk membekukan seluruh kripto yang terkait dengan istrinya. Ia juga meminta pengadilan mengakui kepemilikan Bitcoin tersebut dan mengembalikannya, atau mengganti nilainya dalam bentuk fiat.

Di sisi lain, Ping mengungkap bahwa alamat-alamat Bitcoin tersebut berpotensi menjadi target “dusting attack”, yaitu metode pelacakan dengan mengirimkan sejumlah kecil kripto untuk mengidentifikasi pemilik wallet bernilai besar.

Memahami Dusting Attack Kripto dan Cara Menghindarinya!

Bukti Kuat, Suami Berpeluang Menang

Dalam putusannya, Justice Cotter menyatakan bahwa Ping memiliki peluang sangat besar untuk memenangkan kasus ini. Ia menilai bukti yang diajukan cukup kuat, terlebih tidak ada penjelasan alternatif dari pihak tergugat terkait perpindahan Bitcoin tersebut.

“Dalam penilaian saya, penggugat memiliki peluang menang yang sangat tinggi. Bukti dan transkrip sangat memberatkan, serta ditemukan peralatan untuk memindahkan Bitcoin saat penggeledahan,” tulis Cotter.

BACA JUGA:  CFX Turunkan Fee Transaksi Crypto, Berlaku Mulai Maret 2026

Cotter juga menyarankan persidangan dipercepat karena risiko keamanan dan volatilitas nilai Bitcoin yang tinggi. Jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan, pengadilan akan menjadwalkan sidang lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia kripto, ancaman tidak selalu datang dari luar. Justru, celah terbesar sering kali muncul dari hal yang terlihat sepele, seperti menjaga seed phrase agar tidak terekspos.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait