Ngeri! Trader Indonesia Rugi Rp1,26 Miliar Gara-gara Altcoin Ini

Lonjakan harga yang menggiurkan sering kali menjadi magnet bagi para trader kripto. Namun, di balik peluang cuan besar, risiko kerugian ekstrem juga mengintai. Itulah yang baru-baru ini terjadi pada salah satu trader Indonesia yang harus menelan kerugian fantastis.

Euforia SIREN yang Berujung Petaka

Dalam tangkapan layar yang dibagikan oleh akun X bernama diosoekrna pada Selasa (24/03/2026), terlihat aktivitas perdagangan di Binance yang menunjukkan pergerakan ekstrem pada SIREN/USDT. Harga sempat melonjak tajam hingga menembus level US$3.

Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Dalam waktu singkat, harga SIREN justru berbalik arah dan anjlok drastis hingga turun ke bawah US$1, mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

Harga Altcoin SIREN - CoinMarketCap
Harga Altcoin SIREN – CoinMarketCap

Pergerakan ini jelas bukan sekadar koreksi biasa. Dalam kurun kurang dari 48 jam, harga SIREN tercatat merosot lebih dari 56 persen, diperkuat oleh munculnya candlestick merah besar pada grafik 4 jam yang menandakan tekanan jual masif.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Invesnesia: Trading XAUUSD Jadi Opsi Menarik Saat Pasar Crypto Lesu

Dampaknya langsung dirasakan oleh trader. Ia mengungkapkan bahwa nilai portofolionya kini hanya tersisa sekitar US$19,76, setelah mengalami kerugian mencapai Rp1,26 miliar. Angka yang sangat besar untuk hilang dalam satu hari.

“Ngeri ya uang US$75.000 yang diperoleh dengan susah payah hilang dalam satu hari, hanya karena SIREN. Crypto memang gila… model seperti apa sekarang yang aman, emang masih ada?” ujarnya, menggambarkan betapa cepatnya pasar crypto berbalik arah.

Kerugian yang Dialami Trader Indonesia Karena Trading Siren
Kerugian yang Dialami Trader Indonesia Karena Trading Siren

Korban Berjatuhan, Trader Ramai Curhat

Kisah ini bukan kasus tunggal. Di media sosial, keluhan serupa bermunculan dari trader lain yang ikut terjebak dalam volatilitas SIREN. Nada frustrasi pun terasa kuat, seiring banyak yang membagikan pengalaman pahit mereka.

Respons dari trader crypto lain tak kalah emosional. Dalam balasan tweet tersebut, seorang trader bernama Hylurr mengaku juga mengalami kerugian akibat trading di SIREN.

BACA JUGA:  Pajak Kripto Menggigit, Trader Crypto Indonesia Mulai Kabur?

“Aku korban juga. Ini hanya 30 menit pertama karena greedy ya. Margin Call (MC) juga akhirnya,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, cerita lain juga muncul di komunitas “Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0”. Seorang trader bernama Oktora mengungkapkan kerugiannya setelah berbulan-bulan mengumpulkan profit.

“Koin bangkee, capek-capek gue trading kripto 2 bulan dapet 3,5 juta, habis gara-gara altcoin sampah ini,” tulisnya, Senin (23/03/2026).

Trader Kripto Indonesia Karena Trading SIREN - KKPC
Trader Kripto Indonesia Karena Trading SIREN – KKPC

Rangkaian keluhan ini memperlihatkan pola yang sama: euforia yang awalnya menjanjikan keuntungan cepat, dalam sekejap berubah menjadi kepanikan massal ketika harga berbalik arah.

Volatilitas Tinggi Jadi Pedang Bermata Dua

SIREN sendiri sempat menarik perhatian setelah harganya melonjak ratusan persen dalam waktu yang singkat. Lonjakan ini mendorong banyak trader untuk masuk, mengejar peluang cuan instan.

Namun, di balik kenaikan tersebut, tersimpan risiko yang juga tak kalah besar, terutama dari sisi fundamental yang lemah. Saat sentimen berubah, harga koin ini bisa turun secepat kenaikannya.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Menguat 1 Persen, Nongkrong di Rp22.899

Bagi trader kripto, ini menjadi pengingat penting bahwa strategi trading, manajemen risiko, dan kontrol emosi tetap krusial agar tidak terjebak dalam pergerakan pasar yang ekstrem.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait