Pergerakan liar pasar kripto kembali melahirkan kisah yang mencuri perhatian. Seorang trader kripto berhasil mengantongi keuntungan lebih dari Rp9,8 miliar hanya dalam waktu 48 jam, dengan tingkat pengembalian investasi mencapai lebih dari 419 persen.
Strategi Agresif Trading yang Hasilkan Rp9,8 Miliar
Data on-chain yang dibagikan Lookonchain pada Jumat (12/6/2026) mengungkap seorang trader berhasil mencetak keuntungan fantastis dalam waktu singkat. Hanya dalam dua hari, modal sebesar US$106 ribu berhasil berkembang menjadi US$550 ribu.
“Seorang trader kripto spekulatif berhasil mengubah modal US$106 ribu menjadi US$550 ribu hanya dalam dua hari, mencatat imbal hasil lebih dari 419 persen,” tulis Lookonchain.
Trader crypto ini menyelesaikan enam transaksi, dengan lima di antaranya berakhir profit. Catatan itu membuat tingkat win rate yang diraihnya mencapai sekitar 83 persen, sebuah angka yang tergolong sangat tinggi di pasar derivatif kripto.

Berdasarkan data itu, total nilai aset pada akun tersebut kini mencapai US$550.010. Hampir seluruh nilainya berasal dari perdagangan perpetual futures kripto, sementara saldo aset spot yang dimiliki hanya tersisa beberapa sen dolar.
Tak hanya itu, akun tersebut juga membukukan profit and loss (PnL) sekitar US$444 ribu, atau setara lebih dari Rp7,9 miliar. Grafik performa perdagangan menunjukkan tren keuntungan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir
Belum Puas, Trader Ini Pasang Short Bitcoin Rp391 Miliar
Setelah mencetak keuntungan fantastis, trader kripto tersebut mengambil langkah yang tidak kalah berani. Ia membuka posisi short Bitcoin sebesar 344,6 BTC dengan nilai sekitar US$21,81 juta atau hampir Rp391 miliar.
Data itu menunjukkan seluruh eksposur akun kini berada di sisi short dengan porsi mencapai 100 persen. Tidak ada posisi long yang tersisa, mengindikasikan keyakinan kuat bahwa harga Bitcoin berpotensi turun.
Posisi tersebut menggunakan leverage 39,65 kali dengan harga masuk di kisaran US$63.289 per BTC. Strategi ini memperbesar peluang keuntungan, tetapi sekaligus meningkatkan risiko likuidasi secara signifikan.
Berdasarkan data yang dibagikan Lookonchain, harga likuidasi posisi tersebut berada di level US$64.080. Kenaikan harga Bitcoin yang relatif kecil saja sudah cukup untuk menutup paksa posisi tersebut.
Meski risikonya tinggi, posisi itu masih berada di zona hijau saat tangkapan layar diambil. Trader kripto tersebut tercatat mengantongi unrealized profit sekitar US$1.570 dari taruhan terhadap pelemahan Bitcoin.
Riwayat transaksi menunjukkan trader ini aktif melakukan perdagangan jangka pendek, mulai dari belasan menit hingga 14 jam. Strategi trading yang agresif menghasilkan profit dari puluhan ribu hingga hampir US$200 ribu dalam satu transaksi.

Kisah ini menunjukkan leverage mampu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, di balik potensi cuan tersebut, tersimpan risiko tinggi ketika posisi bernilai puluhan juta dolar berada dekat harga likuidasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


