Niat Kenalan di Beach Club Bali, Influencer Kripto Dirampok Rp228 Juta

Sebuah malam yang seharusnya penuh keseruan di beach club Bali berubah menjadi pengalaman pahit. Seorang influencer kripto kehilangan 189 SOL sekitar Rp228 juta setelah menyerahkan ponselnya kepada orang yang baru dikenalnya.

Berawal dari Kenalan, Berakhir Kehilangan 189 SOL

Seorang influencer kripto dengan akun X @wrss29 membagikan pengalaman pahitnya setelah menjadi korban pencurian kripto saat berada di sebuah beach club di Bali. Menurutnya, kejadian itu terdengar sulit dipercaya jika ia tidak mengalaminya sendiri.

“Saya dirampok 189 SOL (sekitar US$14.000) di sebuah beach club di Bali. Apa yang terjadi setelahnya terasa begitu sulit dipercaya. Kalau saya tidak mengalaminya sendiri, mungkin saya juga tidak akan percaya,” tulisnya.

Dalam utas yang diunggah pada Selasa (21/07/2026), ia menceritakan sedang menikmati malam bersama beberapa temannya. Setelah beberapa saat, teman-temannya memutuskan pulang, sementara dirinya memilih tetap tinggal untuk menikmati suasana.

Tak lama kemudian, ia berkenalan dengan sekelompok perempuan asal Australia. Percakapan berlangsung santai dan suasana terlihat normal. Setelah berbincang, salah seorang dari mereka meminta izin meminjam ponselnya untuk menambahkan akun Instagram.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Meledak Lawan Bitcoin? Pola 9 Tahun Ini Kembali Muncul
Kelompok Perempuan yang Diduga Mencuri Aset Kripto Influencer @wrss29 - X
Kelompok Perempuan yang Diduga Mencuri Aset Kripto Influencer @wrss29 – X

Awalnya, permintaan itu tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, perempuan ini memegang ponselnya lebih lama dari seharusnya. Korban pun mengaku tidak dapat melihat dengan jelas apa yang dilakukan di layar ponselnya.

“Saat itu saya merasa ada yang tidak beres. Saya langsung membuka dompet Phantom, dan ternyata 189 SOL sudah ditransfer ke dompet yang belum saya kenal sebelumnya. Sekitar US$14.000 lenyap hanya dalam hitungan detik,” tegasnya.

Polisi Bergerak Cepat, Intel Turun ke Lapangan

Menyadari telah menjadi korban pencurian kripto, influencer tersebut langsung menghubungi teman-temannya agar kembali ke lokasi. Mereka kemudian melaporkan kejahatan kripto itu kepada pihak kepolisian.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia mengira prosesnya hanya sebatas membuat laporan polisi. Namun, situasi justru berkembang jauh di luar dugaan. Menurut pengakuannya, petugas intelijen berpakaian sipil langsung diterjunkan untuk memburu kelompok tersebut.

“Tak disangka, sekitar 8 hingga 12 petugas intelijen yang menyamar datang ke lokasi. Mereka bukan polisi patroli biasa. Para petugas kemudian menyebar ke berbagai bar dan beach club di sekitar untuk mencari kelompok tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Punya Meme Coin DOGE? Segini Nilainya Jika Ditukar Toyota Calya Baru

Tak lama kemudian, salah satu petugas berhasil menemukan kelompok yang diduga terlibat. Alih-alih langsung menyergap, mereka terlebih dahulu mengambil foto, berkoordinasi melalui radio, lalu menunggu seluruh personel berada di posisi masing-masing.

Operasi itu pun berakhir dengan diamankannya seluruh kelompok yang diduga terlibat. Korban juga menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian yang dialaminya malam itu.

Meski aparat bergerak cepat dan proses hukum disebut terus berjalan, kerugian korban belum berhasil dipulihkan. Ia mengaku tetap kehilangan aset kripto senilai US$14.000 atau setara kurang lebih Rp228 juta.

Aset Kripto SOL yang Dicuri dari Influencer saat Berkenalan di Beach Club Bali - X
Aset Kripto SOL yang Dicuri dari Influencer saat Berkenalan di Beach Club Bali – X

Bali Kembali Jadi Sorotan Soal Kasus Kejahatan Kripto

Kasus yang dialami @wrss29 menambah daftar kejahatan yang menyasar pemilik aset kripto di Bali. Belakangan, Pulau Dewata beberapa kali menjadi lokasi tindak kriminal dengan motif menguasai aset digital milik korban.

Sebelumnya, pada awal Juli 2026, Polda Bali mengungkap dugaan penculikan terhadap seorang warga negara Rusia berinisial AI. Korban disergap saat perjalanan pulang sebelum dibawa ke sebuah lokasi penyekapan.

BACA JUGA:  Tragis! Whale Kripto Jadi Korban Begal, Rp251 Miliar Raib dalam Sekejap

Menurut keterangan kepolisian, korban mengalami intimidasi dan kekerasan selama hampir 30 jam agar menyerahkan kata sandi akun kriptonya. Setelah berhasil memperoleh akses tersebut, para pelaku melepaskan korban dan melarikan diri.

Kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada Februari 2026, polisi mengungkap penculikan WNA Ukraina yang diduga berkaitan dengan kripto. Sementara pada 2024, WNA Ukraina lainnya dipaksa mentransfer kripto senilai Rp3,4 miliar setelah disekap di sebuah vila.

Polda Bali Ungkap Penculikan WNA Rusia, Aset Kripto Jadi Sasaran

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap pemilik aset kripto kini tidak lagi terbatas pada phishing atau peretasan. Dalam sejumlah kasus, pelaku justru memanfaatkan kelengahan korban di dunia nyata untuk mengambil alih aset.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait