Gabungan Bitcoin Elon Musk yang dipegang Tesla dan SpaceX kini bernilai hampir US$2 miliar, atau sekitar Rp35 triliun, setelah SpaceX resmi melantai di bursa saham pada Juni 2026. Berikut adalah ulasan lengkapnya!
BACA JUGA:Â Valuasi SpaceX Tembus Rp47 Ribu Triliun, Bursa Kripto Berebut Momentum
SpaceX Resmi Melantai dan Cetak Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah
SpaceX akhirnya resmi menjadi perusahaan publik pada 12 Juni 2026 setelah lama dirumorkan. Melansir laman CNBC, SpaceX menetapkan harga IPO secara fixed price di angka US$135 per saham, jauh berbeda dari kebiasaan IPO pada umumnya yang biasanya memberikan rentang harga.
Perusahaan menjual 555,6 juta saham dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$75 miliar, dengan valuasi awal mencapai US$1,77 triliun.
Hari pertama perdagangan berlangsung sangat mengesankan. Berdasarkan laporan CNBC lainnya, volume perdagangan saham SpaceX pada hari debutnya tembus lebih dari 500 juta lembar saham, dengan harga penutupan berada di atas US$160 per saham.
Itu membuat kapitalisasi pasar SpaceX pada hari pertama melonjak ke atas US$2,1 triliun, menjadikannya IPO terbesar yang pernah ada, dan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco. Elon Musk sendiri tetap memegang kendali penuh atas perusahaan dengan kekuatan voting di atas 82 persen setelah IPO ini berjalan.
Yang menarik, di balik kesuksesan IPO ini, ada satu kejutan besar yang baru terungkap lewat dokumen pendaftaran SpaceX ke regulator pasar modal Amerika Serikat, yaitu soal aset Bitcoin Elon Musk yang selama ini disimpan diam-diam oleh perusahaan roketnya.
BACA JUGA:Â Apa Itu Strive? Perusahaan Bitcoin Treasury yang Menantang MicroStrategyÂ
Berapa Nilai Bitcoin Elon Musk yang Dipegang SpaceX Saat Ini?

Dokumen S-1 yang diajukan SpaceX ke SEC mengungkap bahwa perusahaan ini menyimpan 18.712 BTC sebagai cadangan strategis. Jumlah ini ternyata lebih dari dua kali lipat estimasi yang sebelumnya dibuat oleh para analis on-chain.
Melansir laman CoinDesk, posisi Bitcoin Elon Musk di SpaceX ini bahkan tercatat sebagai kepemilikan Bitcoin terbesar yang pernah menyertai sebuah IPO.
Berdasarkan data terbaru dari platform analitik on-chain Arkham Intelligence, dengan harga Bitcoin di kisaran US$65.429, total nilai kepemilikan SpaceX ini mencapai sekitar US$1,22 miliar.
Sebelumnya, platform analitik seperti Arkham hanya memperkirakan SpaceX memegang sekitar 8.285 BTC saja, jauh di bawah angka yang sebenarnya diungkap lewat dokumen resmi tersebut.
Soal asal-usulnya, SpaceX sebenarnya sudah mulai mengumpulkan Bitcoin sejak 2021, dengan mayoritas pembelian terjadi di tahun yang sama. Melansir laman Cryptobriefing, kepemilikan Bitcoin SpaceX pernah mencapai titik tertinggi di angka mendekati 28.000 BTC.
Namun ketika pasar kripto ambruk pada 2022, perusahaan ini mengurangi sekitar 70 persen dari posisinya, hingga akhirnya menyisakan jumlah yang dipegang sampai sekarang.
Total biaya perolehan seluruh Bitcoin tersebut sekitar US$661 juta dengan harga rata-rata pembelian sekitar US$35.325 per BTC, yang berarti SpaceX kini menikmati keuntungan belum terealisasi di atas 70 persen dari posisi tersebut.
Hal yang patut digarisbawahi, kepemilikan Bitcoin SpaceX ini tidak banyak berubah sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Artinya, perusahaan ini bukan trader aktif yang keluar masuk pasar, melainkan benar-benar menyimpannya sebagai aset cadangan jangka panjang.
Jumlah Bitcoin Elon Musk yang Dipegang Tesla
Selain SpaceX, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, juga punya cerita panjang soal Bitcoin. Berdasarkan data Arkham Intelligence, Tesla saat ini memegang 11.509 BTC dengan nilai sekitar US$753 juta.

Perjalanan kepemilikan Bitcoin Elon Musk di Tesla ini dimulai pada Januari 2021, ketika perusahaan membeli 43.770 BTC senilai sekitar US$1,5 miliar dengan harga rata-rata US$34.270 per koin.
Tak lama setelah itu, Tesla pernah menjual sebagian kecil kepemilikannya, sekitar 4.670 BTC, antara Maret hingga April 2021 dengan keuntungan sekitar US$100,2 juta. Tesla juga pernah membuka opsi pembayaran kendaraan menggunakan Bitcoin di awal 2021, namun kebijakan ini dihentikan tak lama setelah itu karena kekhawatiran soal dampak lingkungan dari penambangan Bitcoin saat itu.
Ketika pasar kripto mengalami penurunan tajam sepanjang 2022, Tesla kembali melepas sebagian besar posisi Bitcoinnya. Sejak itu, jumlah kepemilikan Tesla relatif stabil dan tidak banyak berubah hingga laporan keuangan terbaru di awal 2026, dengan posisi terakhir di 11.509 BTC seperti yang tercatat saat ini.
BACA JUGA:Â 6 Perusahaan Crypto yang Ada di Portofolio Cathie Wood
Mengapa Elon Musk Tetap Mempertahankan Bitcoin di Dua Perusahaannya?
Kalau dilihat dari pola transaksinya, baik Tesla maupun SpaceX sama-sama tidak memperlakukan Bitcoin sebagai aset spekulatif untuk diperjualbelikan setiap saat. Dokumen S-1 SpaceX bahkan secara eksplisit menyebut kepemilikan Bitcoinnya sebagai cadangan strategis, yang porsinya hanya sekitar 1,8 persen dari total aset perusahaan.
Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin Elon Musk di kedua perusahaan ini lebih difungsikan sebagai pelengkap kas perusahaan, mirip dengan cara perusahaan menyimpan emas atau surat berharga lain sebagai lindung nilai jangka panjang.
Meski begitu, tren historisnya tetap menunjukkan bahwa kedua perusahaan tidak segan mengurangi posisinya saat pasar sedang bergejolak, seperti yang terjadi pada 2022.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


