No Cut-Loss? Mantan Member Akademi Crypto Ungkap Sisi Lain Kelas Timothy Ronald

Nama Timothy Ronald dan Akademi Crypto kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada cerita Younger Wu yang mengungkap pengalamannya mengikuti sinyal saat posisi investasinya tergerus.

Dari Sinyal MANTA hingga Larangan Cut-Loss

Dalam podcast Deep Talk di Official iNews pada Rabu (16/09/2026), Younger Wu kembali membuka cerita tentang pengalamannya ketika masih menjadi member Akademi Crypto dan mengikuti sejumlah sinyal kripto.

Salah satu yang paling membekas adalah MANTA. Younger mengaku mulai masuk ketika harganya berada di kisaran US$3, dengan modal awal sekitar Rp1 miliar yang kemudian ikut tertekan saat pasar berbalik arah.

Ketika harga MANTA turun sekitar 40 persen, Younger mengaku tidak mendapat arahan untuk keluar dari posisi. Sebaliknya, ia menyebut member justru didorong untuk tetap bertahan dan kembali membeli.

“Kita itu dikata-katain kalau misalnya cut-loss. Enggak ada arahan untuk cut-loss. Itu enggak boleh, harus beli terus,” tutur Younger.

Situasi itu membuat posisinya semakin besar. Younger mengatakan dirinya kembali menambah sekitar Rp2 miliar karena masih mempercayai pandangan Timothy Ronald bahwa kripto MANTA memiliki peluang untuk kembali naik.

Dalam kondisi tertekan, keputusan tersebut bukan perkara mudah. Younger mengaku berada dalam posisi panik dan memilih mengikuti arahan yang ada karena saat itu masih menaruh kepercayaan pada analisis tersebut.

Kilas Balik Token MANTA dalam Kasus Timothy Ronald

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Diskusi Ditutup, Member Mengaku Kehilangan Arah

Masalah bagi Younger bukan cuma soal harga MANTA yang tertekan. Ketika kerugian mulai membesar, ia mengaku justru kesulitan mencari kejelasan mengenai langkah yang harus diambil selanjutnya.

BACA JUGA:  Blockchain dan Kripto di Mata Menkeu Baru, Ini Sikap Suahasil

Menurutnya, ruang diskusi sempat ditutup saat member Akademi Crypto menyampaikan keluhan. Alhasil, komunikasi lebih banyak berjalan satu arah, sementara pertanyaan soal bertahan atau keluar dari posisi sulit mendapat jawaban.

“Para member sempat komplain, tapi diskusinya malah ditutup. Saya mau ketemu langsung sama Timothy juga enggak bisa. Benar-benar enggak bisa,” tambahnya.

Younger mengaku sudah menghubungi layanan pelanggan, tetapi tidak mendapat respons yang memadai. Saat nilai portofolio terus turun, situasi tersebut membuatnya semakin bingung menentukan langkah.

Ia menyebut member AC tetap menerima informasi dari komunitas, tetapi ruang untuk bertanya dan berdiskusi terbatas. Kebingungan itu berlanjut hingga berbulan-bulan setelah MANTA mulai mengalami penurunan tajam.

Sekitar enam bulan kemudian, Younger mengaku baru mengetahui bahwa Timothy Ronald telah menjual MANTA. Pada saat itu, harga aset tersebut disebut sudah turun jauh dari level ketika ia pertama kali masuk.

BACA JUGA:  USDC Masuk Premier League, Circle Jadi Sponsor Utama Chelsea

Younger Sebut Ada Recovery Plan, Timothy Punya Versi Berbeda

Setelah tekanan di aset kripto MANTA makin dalam, Younger akhirnya memilih cut-loss. Namun, langkah itu belum benar-benar menutup ceritanya karena ia mengaku masih percaya ada cara untuk memulihkan portofolio.

Harapan datang lewat strategi yang disebut sebagai recovery plan. Younger mengatakan dirinya kembali mengikuti sejumlah sinyal, kali ini melalui transaksi futures dengan penggunaan leverage.

Menurutnya, strategi tersebut justru membawa risiko lebih besar. Dalam transaksi leverage, pergerakan harga yang berlawanan dapat memicu likuidasi dan membuat modal habis lebih cepat.

“Kita malah disuruh futures, Kak, melakukan transaksi futures. Itu benar-benar sampai jadi nol,” ujar Younger.

Polemik Akademi Crypto: Korban vs Timothy, Mana yang Benar?

Namun, Timothy Ronald sebelumnya menyampaikan versi berbeda. Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Januari 2026, ia membantah narasi bahwa member diarahkan mengambil eksposur besar terhadap MANTA.

“Kami sering diframing tidak pernah memberikan arahan dan justru menjerumuskan. Padahal, di sini kelihatan jelas portofolionya, MANTA hanya sekitar 2,5 persen,” ujar Timothy Ronald kala itu.

Timothy bersama Kalimasada juga membantah telah mengarahkan peserta mengambil risiko berlebihan. Mereka menilai sebagian kerugian muncul karena arahan kelas disalahpahami atau keputusan diambil secara personal.

BACA JUGA:  Berita Kripto Minggu Ini, Reli Bitcoin hingga Ledakan Aktivitas Robinhood Chain

Kasus Akademi Crypto Belum Selesai

Cerita Younger bukan muncul kali ini saja. Ia sebelumnya telah melaporkan dugaan penipuan terkait Akademi Crypto dan sempat mempertanyakan Timothy secara langsung dalam Fortune Indonesia Investment Forum pada Agustus 2026.

Younger menyebut laporan tersebut masih bergulir sejak Januari. Namun, ia mengaku belum mendapat perkembangan yang jelas meski terus berupaya menghubungi penyidik terkait perkara tersebut.

Di sisi lain, Timothy Ronald dan Kalimasada sebelumnya telah membantah sejumlah tudingan terkait MANTA serta cara materi investasi disampaikan kepada member Akademi Crypto.

Perbedaan versi itu membuat polemik ini belum menemukan titik akhir. Selama proses hukum belum menghasilkan kesimpulan, klaim Younger dan bantahan Timothy masih menjadi dua versi yang terus diperdebatkan.

8 Bulan Berlalu, Bagaimana Perkembangan Kasus Timothy Ronald?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait