Nyaris Bangkrut, Trader Kripto Ini Malah Bangkit dan Raup Rp200 Miliar!

Nasib salah satu trader kripto ternama, Machi Big Brother, benar-benar berbalik arah. Setelah sempat terkena likuidasi hingga saldo akunnya tersisa kurang dari US$60.000, kini nilainya telah menembus sekitar Rp200 miliar.

Hampir Ludes, Saldo Machi Kini Tembus Rp200 Miliar

Berdasarkan data yang dibagikan Lookonchain pada Selasa (25/08/2026), Machi pernah berada di titik yang cukup ekstrem setelah likuidasi memangkas saldo akunnya hingga tersisa kurang dari US$60.000.

Jika dikonversikan menggunakan kurs US$1 sebesar Rp17.600, jumlah tersebut hanya sekitar Rp1,06 miliar. Namun, kondisi itu ternyata bukan akhir dari perjalanan trader crypto tersebut.

Lookonchain menyebut saldo akunnya kini telah tumbuh hampir 200 kali lipat. Dalam gambar profil Hyperliquid yang mereka bagikan, nilai akun Machi terlihat berada di kisaran US$11,62 juta atau sekitar Rp204,5 miliar.

Profil Hyperliquid Machi Big Brother - Lookonchain
Profil Hyperliquid Machi Big Brother – Lookonchain

Namun, angka yang paling mencuri perhatian justru datang dari posisi trading yang saat ini sedang ia buka. Machi mengambil posisi long 23.350 ETH senilai sekitar US$59 juta.

BACA JUGA:  Harga XRP Masuki Zona Akumulasi Ekstrem, Sinyal Awal Reli Besar?

Ia juga membuka posisi long 668 BTC dengan nilai sekitar US$54 juta. Jika digabungkan, total eksposur keduanya mencapai sekitar US$113 juta atau hampir Rp1,99 triliun.

Angka itu bukan berarti Machi memiliki aset senilai hampir Rp2 triliun. Nilai tersebut merupakan total eksposur posisi derivatif yang diperbesar menggunakan leverage.

Posisi ETH menggunakan leverage 25 kali, sementara Bitcoin memakai leverage 40 kali. Karena itu, potensi keuntungan maupun kerugiannya bisa membesar dalam waktu singkat.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Comeback Machi Ditopang Kebangkitan Bitcoin 

Comeback Machi Big Brother terjadi di tengah perubahan arah pasar kripto. Harga Bitcoin yang sebelumnya lama bergerak sideways di kisaran US$60.000 hingga US$65.000 perlahan mulai menemukan momentum baru.

Salah satu sentimen yang ikut mendorong pasar datang dari kebijakan Departemen Keuangan AS, yang berencana meningkatkan program buyback obligasi jangka panjang mulai September hingga November 2026.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 11 Agustus 2026: OP, JTO, PNUT, WLD dan ARB Punya Jalan Terbuka untuk Terbang

Langkah tersebut memunculkan ekspektasi meningkatnya likuiditas di pasar keuangan. Pada saat bersamaan, pelemahan dolar AS membuat minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, mulai meningkat.

Bitcoin kemudian melesat dari kisaran US$64.000, menembus US$69.000, lalu terus melaju hingga melewati level US$80.000. Ethereum juga ikut menguat dan kembali bergerak di atas US$2.500.

Ray Dalio Soroti Ekonomi AS, Bitcoin dan Emas Kembali Jadi Pilihan

Meski begitu, kisah ini belum benar-benar selesai selama posisi tersebut belum ditutup. Dengan leverage tinggi dan cross margin, pergerakan harga yang tajam bisa dengan cepat menghapus keuntungan yang sudah terbentuk.

Karena itu, angka hampir Rp2 triliun lebih tepat dibaca sebagai total nilai posisi trading crypto yang dibuka Machi, bukan nilai aset maupun laba bersih yang ia miliki. Comeback-nya memang gila, tetapi risiko yang dibawa juga sama besarnya.

BACA JUGA:  Rekening Aktivis Diblokir Bank Mandiri, Self-Custody Kripto Jadi Alternatif?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait