Sebuah celah keamanan fatal nyaris saja lolos ke mainnet dan berpotensi mengguncang ekosistem kripto. Beruntung, temuan cepat dari sistem AI membuat potensi bencana di XRP Ledger berhasil digagalkan sebelum terlambat.
Celah Fatal Ditemukan Sebelum Aktif di Mainnet XPRL
XRP Ledger Foundation mengonfirmasi pada Kamis (26/02/2026) bahwa pihaknya telah menambal kerentanan dalam sebuah amendment XRP Ledger. Saat ditemukan, pembaruan tersebut masih berada dalam tahap pemungutan suara dan belum diaktifkan di mainnet.
Meski belum aktif, celah ini berpotensi membuka pintu bagi eksploitasi jika lolos ke jaringan utama. Risiko yang ditimbulkan bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap integritas sistem dan keamanan dana pengguna.
Kerentanan tersebut pertama kali diidentifikasi oleh Pranamya Keshkamat bersama Cantina AI. Dalam laporannya disebutkan adanya “critical logic flaw” pada mekanisme validasi tanda tangan di amendment XRPL Batch pada jaringan Ripple, yakni XRP Ledger.
Bug pada kode ini tergolong serius. Jika dieksploitasi, penyerang berpotensi mengeksekusi transaksi atas nama akun korban, bahkan menguras dana tanpa perlu memiliki private key. Artinya, lapisan keamanan mendasar blockchain bisa ditembus.
Namun, XRPL Foundation menegaskan bahwa amendment tersebut belum aktif dan tidak berdampak pada pengguna.
“Amendment tersebut masih dalam tahap pemungutan suara dan belum diaktifkan di mainnet; tidak ada dana yang berada dalam risiko,” jelas mereka. Dengan demikian, dana pengguna dipastikan tetap aman.
Ancaman yang Bisa Mengguncang Ekosistem
Meski belum sempat dieksploitasi, dampak yang ditimbulkan disebut bisa sangat besar. Selain potensi pencurian dana dan perubahan XRP Ledger, celah tersebut dinilai dapat mengguncang stabilitas ekosistem secara menyeluruh.
“Eksploitasi berskala besar yang berhasil dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan secara signifikan terhadap XRPL, dengan potensi gangguan besar bagi ekosistem yang lebih luas,” tutur pihak XRPL Foundation dalam laporannya.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Dalam industri kripto, kepercayaan adalah fondasi utama. Sekali goyah, efek dominonya bisa menjalar cepat dan memicu tekanan di seluruh jaringan, mulai dari pengguna, validator, hingga pelaku pasar.
Senada dengan itu, CEO Cantina dan Spearbit, Hari Mulackal, mengungkapkan bahwa bug tersebut ditemukan oleh sistem otonom mereka bernama Apex.
“Pemburu bug otonom kami, Apex, menemukan bug kritis. Jika celah dieksploitasi, ini menjadi peretasan keamanan terbesar di dunia berdasarkan nilai dolar, dengan hampir US$80 miliar berada dalam risiko langsung,” tulisnya di X, Jumat (27/02/2026).
AI Jadi Garda Depan Keamanan Blockchain
Alat keamanan berbasis AI Cantina menemukan celah tersebut melalui analisis statis terhadap kode sumber rippled. Laporan kemudian dikirim ke tim pengembang Ripple untuk diverifikasi dan segera ditambal sebelum amendment diaktifkan.
Para validator pun diminta menolak amendment tersebut. Tak lama kemudian, rilis darurat rippled 3.1.1 diterbitkan pada 23 Februari untuk memastikan pembaruan bermasalah itu tidak pernah aktif di mainnet.
Kasus ini menegaskan bahwa AI kini bukan sekadar alat bantu, melainkan lini terdepan dalam keamanan siber. Di tengah kompleksitas blockchain yang meningkat, kemampuan AI memindai ribuan baris kode secara cepat menjadi keunggulan krusial.
Tren serupa terlihat dari Anthropic yang merilis Claude Code Security pada 20 Februari. Mereka mengklaim sistem tersebut mampu “reason like a skilled security researcher,” bahkan sempat menekan saham perusahaan keamanan siber tradisional.
Pada akhirnya, insiden ini menjadi pengingat bagi industri kripto: ancaman bisa muncul dari celah sekecil apa pun. Namun dengan respons cepat dan dukungan teknologi AI, potensi krisis dapat dicegah sebelum berubah menjadi bencana nyata.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



