Bitcoin menyimpan banyak cerita aneh di balik transaksi yang terlihat biasa. Salah satunya datang dari seseorang yang tampaknya ingin meninggalkan jejak, sampai menulis pesan sama ratusan kali.
Seseorang “Mengukir Namanya” 211 Kali di Blockchain Bitcoin
Jejak unik tersebut terungkap dalam riset Bitquery yang dirilis pada September lalu dan menelusuri teks tersembunyi di blockchain Bitcoin. Penelitiannya mencakup 965.135 blok, mulai dari blok genesis hingga awal September 2026.
Dari jutaan data yang ditemukan, Bitquery menyaring pesan otomatis, hash, catatan protokol, serta berbagai teks mesin. Hasilnya, sekitar 15.000 pesan berbeda tampaknya memang ditulis untuk dibaca manusia.
Isinya bermacam-macam. Ada pesan cinta, pengumuman kelahiran, penghormatan kepada tokoh tertentu, sampai seseorang yang berpura-pura menjadi Satoshi. Namun, satu kalimat muncul dengan pola cukup mencolok.
“Carving my name into the blockchain,” demikian pesan singkat yang ditemukan berulang kali dalam output OP_RETURN Bitcoin. Jika diterjemahkan bebas, kalimat tersebut berarti “mengukir namaku di blockchain.”
Bukan hanya sekali atau dua kali. Data Bitquery menunjukkan pesan tersebut muncul sebanyak 211 kali, dengan kemunculan pertama pada 13 November 2015 dan tersebar antara blok 383.762 hingga 444.091.

Artinya, seseorang terus meninggalkan kalimat sama dalam rentang lebih dari 60.000 blok BTC. Ironisnya, meski mengaku sedang “mengukir nama”, tidak ada identitas yang benar-benar disertakan.
Bukan Pesan Bitcoin yang Paling Sering Diulang
Meski ekstrem, 211 kali ternyata belum cukup untuk menjadikannya pesan manusia yang paling sering muncul melalui OP_RETURN. Beberapa kampanye lain mencatat jumlah pengulangan jauh lebih besar.
Pesan “503: Bitcoin over capacity!”, misalnya, muncul sebanyak 13.902 kali pada Maret 2016. Kalimat tersebut berkaitan dengan panasnya perdebatan mengenai kapasitas blok Bitcoin pada periode tersebut.
Ada pula iklan pembelian Bitcoin yang menyertakan alamat ProtonMail dan tercatat sebanyak 10.790 output. Sementara itu, pesan promosi layanan pemulihan dompet ditemukan lebih dari 5.500 kali.
Bedanya, tujuan pesan-pesan tersebut relatif mudah ditebak. Ada yang digunakan untuk protes, iklan, promosi layanan, hingga kampanye merek yang sengaja mengulang pesan pada banyak transaksi.
Kasus “Carving my name into the blockchain” justru lebih membingungkan. Tidak ada produk yang dijual, tidak ada tuntutan tertentu, bahkan tidak ada nama yang sebenarnya sedang “diukir”.
Karena itu, motif di balik 211 pesan tersebut masih menjadi tanda tanya. Blockchain BTC mencatat dengan jelas apa yang dilakukan pengirimnya, tetapi tidak otomatis menjelaskan siapa sosok di balik transaksi.
Misteri Puisi yang Muncul 26 Kali di Blockchain Bitcoin, Siapa Pengirimnya?
Lebih dari satu dekade kemudian, siapa sosok tersebut masih belum diketahui. Namun, satu bagian dari rencananya jelas berhasil: pesan yang ingin ia tinggalkan memang masih ada sampai sekarang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


