NYSE Siapkan Platform Blockchain untuk Saham dan Aset Tokenisasi

New York Stock Exchange (NYSE) tampaknya mulai serius mengadopsi blockchain. Kali ini mereka dikabarkan tengah mengembangkan platform on-chain untuk sekuritas tokenisasi, membuka jalan bagi penggunaan teknologi dalam infrastruktur pasar keuangan global.

NYSE Siapkan Infrastruktur Blockchain untuk Sekuritas Tokenisasi

Presiden NYSE Lynn Martin mengungkap rencana ini dalam seminar mengenai peningkatan daya saing pasar modal Korea Selatan di Seoul. Informasi tersebut dikutip dari laporan media lokal Digital Asset pada Senin (10/08/2026).

Menurut Martin, NYSE saat ini sedang mengembangkan platform untuk penyelesaian transaksi sekuritas tokenisasi secara on-chain dan menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur pasar yang lebih komprehensif, setelah sebelumnya mengikuti proyek percontohan.

“Kami telah berpartisipasi dalam proyek percontohan DTC pada Juli lalu dan akan terus mengeksplorasi bagaimana teknologi ini dapat diterapkan secara bertanggung jawab sebagai infrastruktur inti bagi masa depan pasar keuangan global,” kata Martin.

Apa Itu Tokenisasi Aset? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya!

Bagi NYSE, langkah tersebut bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Martin menekankan bahwa inovasi tetap perlu berjalan di atas fondasi regulasi, tata kelola, integritas pasar, serta perlindungan investor yang kuat.

BACA JUGA:  Era Baru Kripto? ARK Invest Prediksi Banyak Proyek dan Exchange Akan Tumbang

Pendekatan ini sejalan dengan perjalanan panjang NYSE yang telah beroperasi selama 234 tahun. Martin menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar bursa tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan struktur pasar.

NYSE Modernisasi Sistem, Perdagangan 23 Jam Segera Hadir

Pengembangan platform tokenisasi NYSE berlangsung ketika mereka memodernisasi sistem perdagangan. Mulai Desember, NYSE menargetkan perdagangan selama 23 jam sehari dan lima hari dalam sepekan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

NYSE menjadi bursa AS pertama yang memperoleh persetujuan SEC untuk memperpanjang jam perdagangan dengan menggunakan sistem pengamanan yang sudah ada. Akses investor pun akan semakin mendekati 24 jam.

Martin membandingkan langkah ini dengan pasar won-dolar Korea Selatan yang beroperasi 24 jam sejak 6 Juli. Keduanya membutuhkan modernisasi sistem, sementara fondasi teknologinya sendiri telah diuji dalam kondisi pasar sebenarnya.

BACA JUGA:  Reli Harga Emas Angkat PAXG dan XAUT, Token Emas Kembali Dilirik

“Pada 20 Maret tahun ini, sebanyak 3,6 miliar saham diperdagangkan dalam lelang penutupan NYSE, mencetak rekor baru. Nilai nominal perdagangannya juga mencapai rekor tertinggi sebesar US$231 miliar,” pungkasnya.

Ketahanan ini menjadi modal penting bagi NYSE untuk memperpanjang jam perdagangan. Namun, Martin menegaskan bahwa teknologi bukan satu-satunya penopang untuk menjaga stabilitas dan kualitas pasar.

NYSE juga menggunakan Designated Market Maker yang menggabungkan sistem elektronik dengan penilaian manusia. Mekanisme ini membantu proses pembukaan dan penutupan perdagangan saham, sekaligus menjaga kualitas bid-ask spread.

NYSE Jadi Jembatan antara TradFi dan DeFi

Modernisasi tersebut pada akhirnya membawa NYSE ke titik yang lebih besar, yakni pertemuan antara keuangan tradisional dan teknologi terdesentralisasi. Martin melihat perubahan ini berlangsung lebih cepat dibanding perkembangan kerangka pasar.

“Kita berada pada titik penting antara keuangan tradisional dan DeFi, dengan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam pasar keuangan tradisional,” ujar Martin saat menjelaskan arah transformasi yang sedang berlangsung.

NYSE Dorong Trading Saham Tokenisasi, Sistem Trading Akan Berubah?

Menurutnya, teknologi bukan hanya mengubah cara transaksi. Perubahan ini memengaruhi bagaimana risiko dinilai, likuiditas terbentuk, serta modal disalurkan menuju perusahaan dan proyek yang membutuhkan pendanaan.

BACA JUGA:  Penerbit USDC Borong 1.000 Paten Blockchain IBM, Ada Rencana Besar?

Karena itu, NYSE ingin mengambil posisi sebagai penyedia infrastruktur inti untuk pasar keuangan masa depan. Targetnya bukan sekadar lebih canggih, tetapi tetap aman, stabil, scalable, patuh, dan bertanggung jawab.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait