OJK: Pasar Kripto Indonesia Didominasi Gen Z

Minat investasi generasi muda kembali menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan menilai Gen Z memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan pasar kripto nasional. Preferensi risiko yang lebih tinggi dan perubahan cara pandang dalam mengelola keuangan dinilai menjadi faktor utama di balik tren tersebut.

Selera Risiko Gen Z Berbeda dari Generasi Sebelumnya

Dikutip dari laporan RRI pada Kamis (22/06/2026), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, menyebut selera risiko Gen Z relatif lebih tinggi dibandingkan generasi terdahulu.

Menurutnya, kelompok usia muda di Indonesia cenderung memilih instrumen berisiko tinggi, termasuk aset kripto, sebagai bagian dari strategi investasi mereka.

Risk appetite-nya memang jauh lebih tinggi. Mungkin prioritasnya juga sudah berubah,” ujar Mahendra dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di gedung DPR RI, Rabu (21/06/2026).

IKLAN
Chat via WhatsApp

Inilah Tips bagi GenZ Sebelum Masuk Crypto

Ia menilai perubahan ini mencerminkan perbedaan kebutuhan dan cara mengelola keuangan. Jika generasi sebelumnya memprioritaskan kebutuhan pokok dan tabungan, Gen Z justru lebih cepat mengeksplorasi instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi.

BACA JUGA:  Kripto Kian Rawan? Pegawai Binance Jadi Target Perampokan

Mahendra menegaskan bahwa minat Gen Z pada investasi berisiko tinggi bukan disebabkan rendahnya literasi keuangan. Menurutnya, Gen Z memahami risiko, termasuk pada aset kripto, sehingga edukasi keuangan konvensional belum tentu selaras dengan perspektif mereka.

Pasar Keuangan Digital RI Dinilai Masih Prospektif

Di sisi lain, OJK melihat sektor inovasi teknologi dan keuangan digital memiliki prospek yang semakin luas. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Hasan Fawzi, menyebut nilai pasar global sektor ini terus menunjukkan tren pertumbuhan.

Ia memproyeksikan nilai pasar inovasi keuangan digital global dapat mencapai US$8.567 miliar pada 2033. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan layanan keuangan yang semakin efisien, inklusif, dan berbasis teknologi.

Menurut Hasan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan peluang tersebut. Keunggulan demografi menjadi salah satu faktor utama, terutama dengan dominasi usia produktif dan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi.

BACA JUGA:  RAI Token yang Dipromosikan Jhon LBF Delisting dari Indodax

Penetrasi Internet Dorong Adopsi Fintech dan Kripto

Hasan menambahkan, tingkat adopsi internet dan smartphone di Indonesia tergolong sangat tinggi. Sekitar 74,6 persen penduduk Indonesia telah menikmati layanan internet, setara dengan kurang lebih 212 juta jiwa.

“Kita tercatat mungkin menjadi salah satu negara yang pengguna internetnya sangat besar, ada 74,6 persen porsi penduduk. Artinya sekitar 212 juta jiwa dengan penetrasi dan adopsi smartphone yang luar biasa tinggi,” ujarnya.

Generasi Milenial dan Gen Z Motor Utama Ekosistem Aset Kripto Indonesia

Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fintech, termasuk aset kripto. Selain fintech konvensional, OJK juga mencatat pertumbuhan pada fintech syariah, dengan Indonesia dinilai sebagai negara ketiga paling kondusif untuk pengembangannya secara global.

Dengan kombinasi dominasi Gen Z, penetrasi teknologi yang luas, dan ekosistem inovasi yang terus berkembang, OJK menilai pasar kripto dan keuangan digital Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA:  Tikus Rakus dan Kripto, Menebak Arah Cerita Iklan Marjan 2026

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia