Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan rencana terkini Robinhood Markets, Inc. untuk mengembangkan bisnis sekuritas dan aset kripto di Indonesia.
Langkah ini menyusul aksi korporasi perusahaan asal AS tersebut yang telah mengakuisisi dua entitas lokal pada Desember 2025 sebagai bagian dari strategi ekspansi ke pasar Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan SWA, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima komunikasi resmi dari manajemen Robinhood terkait proses lanjutan pasca-akuisisi.
“Mereka bahkan sudah mengarah kepada menanyakan proses pendaftaran dan persyaratan pendaftaran atas perubahan pemegang saham pengendali yang akan terjadi secara efektif, sesudah Robinhood melakukan proses akuisisi ini. Sudah sangat ke arah teknis,” ungkap Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, pada Minggu (22/2/2026).
Akuisisi yang dimaksud mencakup PT Buana Capital Sekuritas, perusahaan perantara pedagang efek dan penjamin emisi, serta PT Pedagang Aset Kripto yang bergerak sebagai pedagang aset digital. Melalui langkah ini, Robinhood menyiapkan infrastruktur operasional untuk menjalankan layanan perdagangan saham dan kripto di Indonesia.
Robinhood Siapkan Infrastruktur dan Model Operasional Lokal
Dalam tahap awal, Robinhood akan memprioritaskan pengembangan sistem pembayaran, penyempurnaan integrasi teknologi, serta persiapan peluncuran aplikasi bagi pengguna di Indonesia. Kepala Robinhood Asia, Patrick Chan, menyampaikan bahwa perusahaan akan menyesuaikan model operasionalnya dengan kebutuhan pasar domestik.
“Kami melihat potensi besar di Indonesia dan ingin menghadirkan pengalaman investasi yang mudah diakses oleh generasi muda,” ungkap Patrick Chan dalam keterangan terpisah.
Ia menambahkan, fokus tahun pertama operasional adalah memastikan kesiapan sistem dan layanan sebelum ekspansi lebih luas.
Platform yang disiapkan nantinya memungkinkan pengguna mengakses perdagangan saham domestik, saham AS, hingga aset kripto global dalam satu aplikasi terpadu. Model ini sejalan dengan strategi Robinhood di pasar asalnya yang mengedepankan kemudahan penggunaan dan pendekatan berbasis investor ritel.
OJK menilai langkah ini menunjukkan minat investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.
Basis Investor Tumbuh, Persaingan Diproyeksikan Menguat
Dari sisi data, pasar investasi Indonesia terus berkembang. Hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal tercatat melampaui 19 juta Single Investor Identification (SID). Sementara itu, jumlah investor aset kripto mendekati 17 juta pengguna. Mayoritas investor berasal dari kelompok usia muda yang aktif memanfaatkan platform digital.
Masuknya Robinhood ke Indonesia diperkirakan akan meningkatkan dinamika persaingan di sektor sekuritas dan kripto. Dengan pengalaman teknologi dan basis pengguna global, perusahaan tersebut berpotensi mendorong inovasi layanan serta efisiensi biaya transaksi di pasar domestik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



