OKXICE Ditolak 33 Perusahaan, Bagaimana Nasib Tokenisasi Saham di US?

OKXICE ditolak 33 perusahaan Amerika Serikat dari 63 saham yang ingin mereka tokenisasi, tetapi penolakan ini belum otomatis membatalkan proyeknya, hanya membuat daftar saham yang bisa dijual jadi jauh lebih sedikit.

Kabar OKXICE ditolak 33 perusahaan besar AS ramai dibicarakan di dunia kripto dalam beberapa hari terakhir. Nama-nama seperti Microsoft, JPMorgan, hingga Coca-Cola ikut menolak sahamnya dijadikan token di platform ini. Yuk, cari tahu apa itu OKXICE, siapa saja yang menolak, apa alasannya, dan bagaimana kelanjutan tokenisasi saham di AS.

BACA JUGA: OJK Ungkap Potensi Tokenisasi Aset Indonesia Capai Rp260 Triliun

Mengenal OKXICE dan Tokenisasi Saham

Melansir laman CoinGeek, OKXICE adalah perusahaan patungan 50:50 antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), induk dari Bursa Efek New York (NYSE). Platform ini ingin menjadi tempat perdagangan saham yang sudah ditokenisasi.

Tokenisasi saham sendiri berarti mengubah saham menjadi token digital di blockchain. Melansir laman Coinpedia, token ini memungkinkan investor membeli dan menjual kapan saja, termasuk akhir pekan, lewat platform berbasis blockchain. Bayangkan kamu bisa trading saham perusahaan AS pukul tiga pagi pada hari Minggu, karena pasarnya tidak pernah tutup.

Rencana OKXICE di Bawah Aturan SEC

Melansir laman Decrypt, Otoritas Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menerbitkan Innovation Exemption pada 17 September 2026. Aturan ini memungkinkan platform tertentu memperdagangkan saham tokenisasi tanpa harus terdaftar sebagai bursa. Jangka waktunya lima tahun.

Melansir laman The Block, OKXICE kemudian memberi tahu SEC pada awal Oktober bahwa mereka akan meluncurkan Tokenized Securities Venue. Awalnya ada 63 saham AS yang ditargetkan, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, Amazon, Coinbase, Robinhood, Circle, dan SpaceX. Menurut Decrypt, OKXICE akan beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan transaksi memakai stablecoin.

Tapi, ada satu syarat penting. OKXICE wajib memberi tahu setiap perusahaan secara tertulis sebelum sahamnya ditokenisasi. Perusahaan punya waktu 30 hari untuk menolak. Jika menolak, OKXICE tidak boleh menawarkan token saham perusahaan itu. Aturan inilah yang kini ramai dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Apa yang Terjadi Jika Jaringan Blockchain Mati? Apakah Saldo Akan Hilang? Ini Penjelasannya!

Daftar Lengkap Perusahaan yang Menolak

Melansir laman CoinGeek, jumlah penolakan naik cepat. Hingga pertengahan Oktober baru ada sembilan perusahaan, lalu 22 perusahaan pada 23 Oktober, dan 33 perusahaan per 27 Oktober. Angka 33 itu berarti lebih dari separuh target awal OKXICE. Berikut adalah daftar lengkapnya:

No.Nama PerusahaanSektor Industri
1IBMTeknologi dan Semikonduktor
2DellTeknologi dan Semikonduktor
3IntelTeknologi dan Semikonduktor
4AMDTeknologi dan Semikonduktor
5OracleTeknologi dan Semikonduktor
6AdobeTeknologi dan Semikonduktor
7IntuitTeknologi dan Semikonduktor
8MicrosoftTeknologi dan Semikonduktor
9AlphabetTeknologi dan Semikonduktor
10BroadcomTeknologi dan Semikonduktor
11QualcommTeknologi dan Semikonduktor
12Arm HoldingsTeknologi dan Semikonduktor
13Cisco SystemsTeknologi dan Semikonduktor
14Marvell TechnologyTeknologi dan Semikonduktor
15Applied MaterialsTeknologi dan Semikonduktor
16Applied OptoelectronicsTeknologi dan Semikonduktor
17SandiskTeknologi dan Semikonduktor
18Western DigitalTeknologi dan Semikonduktor
19AppLovinTeknologi Lainnya
20Cerebras SystemsTeknologi Lainnya
21CoreWeaveTeknologi Lainnya
22Applied DigitalTeknologi Lainnya
23IonQTeknologi Lainnya
24Rocket LabTeknologi Lainnya
25JPMorganKeuangan
26Wells FargoKeuangan
27Goldman SachsKeuangan
28VerizonTelekomunikasi
29ModernaBioteknologi dan Farmasi
30CaterpillarAlat Berat dan Industri
31Coca-ColaMakanan dan Minuman
32McDonald’sRestoran dan Makanan Cepat Saji
33UnitedHealth GroupLayanan Kesehatan
Total Nilai Pasar SahamSekitar US$17 triliun

Alasan OKXICE Ditolak 33 Perusahaan

Sampai saat ini, belum ada perusahaan yang menjelaskan alasan penolakannya secara terbuka. Namun, beberapa dugaan muncul dari berbagai pihak.

Namun, sebagian perusahaan tidak ingin sahamnya diperdagangkan di platform yang tidak mereka kendalikan. Ada juga kekhawatiran investor akan mengira token tersebut sama dengan saham asli yang disetujui perusahaan. Applied Optoelectronics bahkan menyebut risiko terhadap harga saham, likuiditas, dan volatilitas, serta mempertanyakan apakah manfaatnya sepadan.

Dari sisi insentif, CoinGeek mengutip Miles Jennings dari a16z Frontier yang menilai penolakan ini tidak mengejutkan. Menurutnya, insentif perusahaan lemah karena perdagangan tetap terjadi di bursa AS, sehingga tidak ada permintaan baru.

Kelompok Common Sense Leadership Fund bahkan memasang iklan satu halaman di Wall Street Journal yang mendorong para CEO merespons pemberitahuan tokenisasi dengan cepat.

Iklan Common Sense Leadership Fund di Wall Street Journal
Iklan Common Sense Leadership Fund di Wall Street Journal. Foto: X/mikemaccana.

BACA JUGA: Dari Properti sampai Saham, Tokenisasi Mulai Punya Peluang Besar di RI

Apakah Proyek OKXICE Akan Batal?

Jawabannya belum tentu. Melansir laman Coinpedia, penolakan ini mungkin tidak menghentikan proyek, tetapi bisa membuat saham yang tersedia saat peluncuran jauh lebih sedikit. Perusahaan yang belum menolak masih bisa masuk daftar, selama mendapat persetujuan regulator. Tantangan terbesarnya sekarang adalah menarik cukup banyak perusahaan dan trader.

Waktu juga belum habis. Masih ada sekitar satu minggu dalam jendela 30 hari SEC bagi 30 perusahaan lain untuk menolak. Jadi, angka penolakan masih bisa bertambah. Untuk jadwal peluncuran, Decrypt dan The Block belum menyebut tanggal pasti.

Bagi tokenisasi saham secara umum, jalannya tetap terbuka. Robinhood menambah delapan saham tokenisasi untuk pelanggan internasional, termasuk JPMorgan yang menolak OKXICE. Di AS, layanan Tokenization Service milik DTCC juga sudah aktif dengan 34 sekuritas dan 20 klien, termasuk JPMorgan dan Citadel. Dua calon penyelenggara venue lain juga sudah mengajukan permohonan ke SEC.

Siap Mengikuti Perkembangan Tokenisasi Saham Berikutnya?

Singkatnya, OKXICE adalah platform tokenisasi saham AS yang kini ditolak 33 perusahaan besar. Alasannya belum dijelaskan resmi, tetapi kekhawatiran soal kontrol, kebingungan investor, dan lemahnya insentif ikut mencuat. Proyeknya belum batal, hanya menghadapi daftar saham yang menyusut.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait