Lonjakan open interest pada altcoin XRP di bursa derivatif memunculkan sinyal awal potensi pergerakan harga besar.
Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant melaporkan bahwa open interest (OI) kontrak derivatif XRP di Binance telah melampaui rata-rata 30 hari, di tengah peningkatan volatilitas tertinggi sejak November lalu. Data ini menunjukkan bertambahnya posisi baru di pasar, meski masih dalam skala yang terukur.

Berdasarkan laporan Arab Chain, total open interest XRP tercatat sekitar US$566,48 juta, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 30 hari sebesar US$528,84 juta. Kenaikan ini mengindikasikan masuknya modal baru ke pasar derivatif XRP, meskipun belum mencerminkan lonjakan spekulasi ekstrem.
Menurut Arab Chain, kondisi tersebut mencerminkan fase transisi, di mana trader mulai meningkatkan eksposur secara bertahap sambil tetap menjaga kehati-hatian.
Selain itu, volatilitas OI juga mengalami peningkatan signifikan. Standar deviasi 30 hari (oi_std30) naik ke level sekitar US$65,7 juta, tertinggi sejak November.
Peningkatan ini menandakan fluktuasi posisi yang lebih besar dari biasanya, yang kerap menjadi sinyal awal potensi ekspansi harga. Namun, indikator Z-Score masih berada di kisaran 0,57, level yang tergolong moderat dan belum menunjukkan adanya leverage berlebihan atau euforia spekulatif.
Arab Chain menilai kondisi ini sebagai fase akumulasi yang berhati-hati dengan peningkatan risiko secara bertahap.
“Situasi ini menunjukkan pasar sedang membangun momentum tanpa masuk ke fase spekulasi ekstrem,” ungkap Arab Chain.
Dengan kata lain, OI altcoin XRP yang meningkat disertai volatilitas yang naik dapat menjadi indikasi awal perubahan arah harga, meski belum mengonfirmasi tren yang pasti.
Open Interest Naik, Pasar Masih Terkendali
Data derivatif menunjukkan keseimbangan antara minat spekulatif dan pergerakan harga XRP. Masuknya posisi baru ke pasar terjadi secara perlahan, bukan melalui lonjakan agresif. Hal ini menandakan bahwa sebagian pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi pergerakan harga, tetapi tetap menjaga manajemen risiko.
Kenaikan standar deviasi OI menjadi perhatian utama. Dalam konteks historis, lonjakan volatilitas seperti ini sering muncul menjelang pergerakan harga yang lebih besar.
Meski demikian, Z-Score yang masih moderat menunjukkan bahwa pasar belum berada dalam kondisi leverage ekstrem, sehingga risiko likuidasi massal masih relatif terbatas.
Uji Breakout dan Target Harga Altcoin XRP di Atas US$2,5
Dari sisi teknikal, analis kripto Aman menilai XRP sedang menguji kekuatan breakout terbarunya. Setelah berhasil menembus garis resistance menurun yang telah bertahan selama beberapa bulan, harga XRP kini melakukan retest di sekitar level US$1,93. Retest ini dianggap sebagai fase normal dalam struktur pergerakan harga setelah breakout.

Menurut Aman, jika harga XRP mampu memantul naik dari area tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka.
Dalam skenario tersebut, target harga berikutnya diperkirakan bisa melampaui US$2,5. Pandangan ini memperkuat narasi bahwa kondisi pasar saat ini berada dalam fase penentuan arah.
Kombinasi antara peningkatan OI altcoin XRP, volatilitas derivatif yang naik, dan struktur teknikal pasca-breakout menciptakan situasi yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. Meski belum ada konfirmasi arah yang pasti, data on-chain dan teknikal sama-sama menunjukkan adanya potensi pergerakan besar dalam waktu mendatang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



