Open Interest Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah Oktober 2024, Ini Artinya

Open interest kontrak berjangka Bitcoin di platform Binance turun tajam ke sekitar US$6,47 miliar dalam beberapa hari terakhir, ke level terendah sejak Oktober 2024.

Data tersebut diungkap analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant, di tengah tekanan harga Bitcoin yang sempat turun di bawah US$63.000 setelah kehilangan area US$70.000.

Penurunan open interest terjadi seiring gelombang likuidasi dan penutupan posisi di pasar derivatif. Dalam lima hari terakhir, total likuidasi tercatat mencapai sekitar US$1 miliar, termasuk sekitar US$165 juta posisi long yang terhapus ketika Bitcoin turun di bawah US$63.000.

Bitcoin Binance OI

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kondisi ini menandai fase penyesuaian besar di pasar, dengan pelaku perdagangan mengurangi eksposur risiko di tengah volatilitas tinggi.

Open interest mencerminkan total kontrak futures yang masih terbuka. Ketika metrik ini turun bersamaan dengan pelemahan harga, situasi tersebut kerap diartikan sebagai fase “drain” pasar, yaitu periode pengurangan risiko setelah fase spekulasi intens.

BACA JUGA:  Funding Rate Negatif, Short Trader Kuasai Pasar Bitcoin

Fase Rebalancing Pasar Derivatif Bitcoin

Arab Chain menjelaskan bahwa penurunan open interest hampir setengah dari puncak sebelumnya menunjukkan perubahan struktural dalam dinamika pasar Bitcoin.

“Penurunan open interest ini mencerminkan arus keluar likuiditas yang signifikan dari pasar derivatif, baik akibat likuidasi maupun penutupan posisi secara sukarela,” ungkapnya.

Menurutnya, fase ini menempatkan pasar dalam kondisi rebalancing yang jelas. Aktivitas spekulatif jangka pendek mulai mereda, sementara pelaku pasar cenderung mengambil pendekatan lebih konservatif.

Secara historis, periode penurunan open interest sering kali menjadi tahap awal pembentukan dasar harga yang lebih stabil karena berkurangnya posisi ber-leverage tinggi dan risiko likuidasi berantai.

Arab Chain menilai kondisi penurunan open interest tidak serta-merta menjadi sinyal negatif.

“Periode penurunan open interest kerap membuka ruang bagi pembentukan basis harga yang lebih sehat sebelum memasuki fase berikutnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Elon Musk Singgung Lagi Dogecoin ke Bulan, Omon-omon Apa Bukan?

Menurutnya, berkurangnya tekanan likuidasi dapat mengurangi volatilitas ekstrem dan menciptakan fondasi yang lebih stabil apabila permintaan riil mulai meningkat.

Dengan pasar yang kini berada pada fase penyeimbangan ulang, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilisasi harga dan respons likuiditas institusional.

Di sisi lain, investor CryptoReviewing menilai momen ini sebagai fase krusial. Setelah Bitcoin membersihkan zona likuiditas US$64.000–US$66.000, area US$61.000–US$63.000 dinilai berpotensi tersapu berikutnya.

likuidasi BTC

Namun, zona US$64.000–US$70.000 saat ini disebut memiliki likuiditas sekitar tujuh kali lebih besar, sehingga menjadi area dengan probabilitas lebih tinggi untuk kembali diuji. Analisis tersebut juga menyebut tekanan bearish masih dominan dalam jangka pendek.

Dominasi ETF dan Perubahan Struktur Likuiditas

Di tengah gejolak derivatif, dinamika pasar spot menunjukkan pergeseran signifikan. Analis Gaah di CryptoQuant melaporkan bahwa sejak Mei 2025, volume perdagangan harian Bitcoin ETF spot telah melampaui total gabungan volume seluruh bursa terpusat (CEX) global.

BACA JUGA:  Belum Waktunya Rebound? Aksi Penambang Ungkap Arah Bitcoin Selanjutnya

Saat ini sekitar 55 persen dana yang diperdagangkan setiap hari di pasar spot Bitcoin berasal dari ETF.

Dominasi ETF BTC

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa investor institusional bukan lagi sekadar partisipan, melainkan telah menjadi sumber likuiditas dominan. Investor ritel dinilai semakin mengikuti arah pergerakan yang dipicu institusi besar.

Perubahan komposisi likuiditas ini terjadi bersamaan dengan penyusutan open interest di pasar futures. Artinya, sementara spekulasi ber-leverage menyusut, peran institusi melalui instrumen ETF justru menguat dalam menentukan arah pergerakan Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia