OpenSea, marketplace NFT terbesar saat ini, mengumumkan langkah besar berikutnya: peluncuran token utilitas baru bernama SEA pada Q1 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi strategis OpenSea dari sekadar pasar NFT menjadi platform perdagangan aset digital lintas blockchain.
Transformasi OpenSea Menuju Era “Trade Everything”
CEO OpenSea, Devin Finzer, dalam sebuah tweet yang diunggah di X pada Jumat (17/10/2025) menegaskan bahwa peluncuran token SEA merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa setelah membawa gelombang pertama pengguna on-chain pada 2021, kini OpenSea bersiap memasuki babak baru — menjadi destinasi utama bagi ekonomi digital secara menyeluruh.
Menurut Finzer, visi jangka panjang OpenSea adalah memungkinkan setiap pengguna untuk memperdagangkan berbagai bentuk nilai, termasuk token dan aset dunia nyata (RWA), melalui satu platform terpadu.
“Sekuelnya adalah tujuan bagi seluruh ekonomi on-chain. Perdagangkan semuanya — token, budaya, seni, ide, dunia digital maupun fisik. Dan semuanya tersedia di satu tempat yang terasa seperti rumah, bukan seperti bank,” jelasnya.
OpenSea juga berencana menghadirkan fitur cross-chain abstraction dan mobile trading. Dengan langkah ini, mereka ingin menghapus batas antar blockchain dan memudahkan pengguna untuk mengakses likuiditas on-chain secara efisien.
Strategi Baru di Tengah Lesunya Pasar NFT
Peluncuran token SEA hadir di tengah tantangan besar yang melanda pasar NFT. Dalam beberapa bulan terakhir, perdagangan NFT mengalami penurunan, memaksa OpenSea melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Namun alih-alih mundur, OpenSea justru mengambil langkah berani dengan bertransformasi menjadi agregator kripto, yang kini mencakup lebih dari 22 blockchain. Selain meluncurkan SEA, perusahaan ini memperluas fokusnya ke perdagangan token, meme coin, dan berbagai aset on-chain lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan upaya serius OpenSea untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan menjaga relevansinya di pasar kripto yang kian kompetitif. Dengan memperluas jangkauan, OpenSea berambisi menjadi pusat likuiditas dan aktivitas ekonomi digital.
“Pengguna tidak perlu menggunakan CEX dan menyerahkan kendali atas aset mereka. Namun, pengguna juga tidak seharusnya dipaksa untuk menavigasi labirin rantai, jembatan, dompet, dan protokol hanya untuk mengakses likuiditas on-chain — sambil bertanya-tanya apakah saldo mereka berada di Solana, Ethereum ETH, atau lainnya,” tulis Finzer.
Menatap Arah Baru OpenSea
Menjelang peluncuran token SEA, OpenSea tengah mempersiapkan serangkaian pembaruan besar untuk memperkuat posisinya. Aplikasi mobile kini memasuki tahap uji coba tertutup (closed alpha), yang dirancang untuk membawa seluruh ekosistem on-chain langsung ke genggaman pengguna.
Selain itu, fitur perpetual trading (perps) dan abstraksi lintas jaringan juga disebut akan diluncurkan. Inisiatif ini menegaskan ambisi OpenSea untuk tidak hanya memperkenalkan token baru, tetapi juga bertransformasi menjadi platform perdagangan aset digital paling lengkap di industri.
“Peluncuran SEA bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum penting yang akan menentukan arah masa depan kami. Kita hanya punya satu kesempatan untuk menunjukkan visi ini kepada dunia. Sails up,” ujar Finzer.
Dengan langkah ini, OpenSea tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pionir di dunia NFT, tetapi juga siap menjadi pemain utama dalam perdagangan aset digital — menyatukan seni, teknologi, dan ekonomi dalam satu ekosistem yang terpadu dan berkelanjutan. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



