Sebuah transaksi misterius kembali mengguncang komunitas. Tanpa peringatan, sebanyak 107 BTC atau sekitar Rp147 miliar dikirim ke burn address. Sekali masuk ke sana, aset tersebut hampir mustahil untuk kembali. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
107 Bitcoin Dikirim ke “Alamat Mati”
Kabar ini pertama kali mencuat dari Sani, analis TimechainIndex. Dalam unggahannya di X pada Selasa (26/05/2026), ia mengungkap adanya sejumlah transaksi yang dikirim secara bersamaan ke burn address.
“Seseorang baru saja mengirimkan 5 transaksi dengan total 107 BTC ke alamat burn address Bitcoin 1111111111111111111114oLvT2,” tulisnya.
Jika menelusuri detail transaksi, pola yang terlihat sangat jelas. Terdapat beberapa transaksi besar dengan nilai sekitar 20 BTC, 36 BTC, hingga hampir 29 BTC yang seluruhnya dikirim ke alamat yang sama.

Setiap transaksi hanya memiliki satu tujuan, yaitu langsung menuju alamat burn. Tidak ada pembagian dana ke wallet lain. Hal ini menunjukkan bahwa pengiriman dilakukan terarah, bukan transaksi acak.
Waktu transaksi juga identik, yakni pada 25 Mei 2026 sekitar pukul 13.59 UTC. Pola ini memperkuat dugaan bahwa seluruh transaksi dilakukan dalam satu rangkaian eksekusi yang terstruktur.
Status transaksi tercatat sebagai “unspent”. Namun dalam konteks ini, bukan berarti dana belum digunakan oleh pemilik crypto wallet, melainkan memang tidak akan pernah bisa digunakan selamanya.
Apa Itu Burn Address dan Kenapa BTC Bisa Hilang?
Alamat 1111111111111111111114oLvT2 bukanlah address Bitcoin biasa. Dalam komunitas BTC, ini dikenal sebagai burn address, yaitu alamat yang valid secara sistem tetapi tidak memiliki private key.
Diskusi di forum Bitcointalk menjelaskan bahwa alamat ini dapat dibuat secara matematis tanpa kemungkinan untuk mengetahui private key. Artinya, siapa pun bisa mengirim BTC ke sana, tetapi tidak ada yang bisa mengambilnya kembali.
“Siapa pun dapat membuat alamat selama memenuhi syarat, seperti diawali byte yang valid, memiliki panjang sesuai, diakhiri checksum yang benar, serta menggunakan Base58. Namun, alamat tersebut tidak dapat dikembalikan menjadi public key maupun private key,” jelas salah satu anggota forum.
Secara sederhana, kondisi ini seperti mengunci uang di dalam brankas tanpa kunci. Asetnya tetap ada, tetapi tidak bisa diakses oleh siapa pun, sama seperti BTC yang dikirim ke alamat tersebut tanpa ada pihak yang memiliki private key.
Fenomena ini dikenal sebagai Proof-of-Burn, yang digunakan dalam eksperimen blockchain atau mekanisme tertentu dalam ekosistem kripto. Namun, jumlah 107 BTC dalam satu kejadian tergolong sangat besar dan tidak lazim.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa alamat crypto tersebut telah menampung lebih dari 800 BTC dengan nilai mencapai puluhan juta dolar. Menariknya, transaksi ke alamat ini masih terus terjadi hingga sekarang.
Disengaja atau Kesalahan Fatal?
Pertanyaan terbesar tentu saja apakah ini disengaja atau kesalahan.
Melihat pola transaksi Bitcoin yang rapi, jumlah besar, dan waktu eksekusi yang hampir bersamaan, kecil kemungkinan ini terjadi karena kesalahan sederhana seperti salah kirim alamat.
Salah satu kemungkinan adalah aksi crypto burning yang dilakukan secara sadar untuk tujuan tertentu, misalnya eksperimen atau strategi ekonomi dalam ekosistem kripto.
Namun, tidak menutup kemungkinan juga ini adalah kesalahan sistem atau human error dalam skala besar, seperti salah konfigurasi alamat dalam script otomatis.
Apa pun penyebabnya, satu hal yang pasti, Bitcoin tersebut telah hilang. Dalam dunia kripto, tidak ada mekanisme untuk membatalkan transaksi. Sekali terkirim, aset benar-benar lepas dari kendali pemiliknya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


