Seorang pakar dari Bloomberg Intelligence memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam hingga di bawah US$10.000 apabila ekonomi AS memasuki fase resesi besar.
Dalam sebuah wawancara dengan EllioTrades, Senior Commodity Strategist di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, mengungkapkan bahwa kondisi makroekonomi global saat ini dapat memicu penyesuaian besar terhadap berbagai aset berisiko, termasuk pasar kripto.
McGlone menyampaikan pandangannya di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta potensi perlambatan ekonomi di AS.
Dalam analisisnya, ia menilai bahwa pasar saat ini sedang mengalami proses repricing atau penilaian ulang terhadap aset-aset berisiko, dan Bitcoin tidak akan sepenuhnya kebal dari tekanan tersebut.
Menurut McGlone, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa pasar keuangan global berada pada kondisi yang rentan terhadap koreksi.
Salah satu indikator yang disorot adalah rasio kapitalisasi pasar saham AS terhadap produk domestik bruto (GDP) yang berada di level tertinggi dalam hampir satu abad terakhir. Kondisi ini dinilai dapat mencerminkan valuasi pasar yang terlalu tinggi dan berpotensi mengalami penyesuaian.
Ia juga menyoroti volatilitas pasar saham yang relatif rendah dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sejarah pasar keuangan, kondisi seperti ini sering kali muncul sebelum terjadi perubahan besar dalam dinamika pasar.
Dalam pandangannya, tekanan terhadap Bitcoin dapat semakin besar apabila kondisi likuiditas global terus mengetat.
“Era strategi investasi buy the dip yang telah berlangsung sejak krisis finansial 2008 berpotensi berakhir jika ekonomi global memasuki fase perlambatan yang lebih dalam,” ungkap McGlone.
Sejumlah Analis Nilai Skenario Penurunan Bitcoin Terlalu Ekstrem
Meski peringatan tersebut menarik perhatian pelaku pasar, sejumlah analis lain menilai bahwa skenario penurunan BTC hingga US$10.000 merupakan kemungkinan yang sangat ekstrem.
Co-founder AdLunam sekaligus analis pasar kripto, Jason Fernandes, menilai bahwa penurunan sedalam itu hanya mungkin terjadi jika dunia menghadapi krisis finansial besar yang disertai tekanan likuiditas global secara luas.
Menurut Fernandes, pasar biasanya memiliki mekanisme penyesuaian lain sebelum mengalami penurunan drastis.
Dalam banyak kasus, rotasi aset, inflasi, maupun fase konsolidasi harga menjadi cara pasar menyesuaikan valuasi tanpa harus mengalami penurunan tajam seperti yang diperkirakan dalam skenario paling pesimistis.
Sejumlah analis pasar juga memproyeksikan skenario yang lebih moderat untuk pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa aset digital tersebut lebih mungkin bergerak dalam kisaran US$60.000 hingga US$70.000 dalam jangka pendek.
Bahkan jika harga Bitcoin sempat mengalami kenaikan menuju sekitar US$80.000, sebagian analis menilai bahwa pergerakan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama tanpa dukungan kondisi makroekonomi yang lebih kuat.
Zona Akumulasi yang Dipantau Pasar
Di tengah perbedaan pandangan tersebut, sejumlah analis juga mengidentifikasi potensi zona akumulasi yang dapat terbentuk apabila tekanan pasar meningkat. Beberapa pengamat menilai bahwa area harga sekitar US$30.000 hingga US$40.000 berpotensi menjadi zona akumulasi yang lebih realistis bagi Bitcoin jika terjadi koreksi yang lebih dalam.
Pandangan yang lebih moderat juga disampaikan oleh Head of Research di Galaxy Digital, Alex Thorn. Ia menilai bahwa tekanan harga terhadap Bitcoin memang masih mungkin terjadi dalam jangka pendek, namun koreksi tersebut kemungkinan berada pada kisaran yang lebih terbatas dibandingkan skenario ekstrem yang diperkirakan oleh sebagian pihak.
Sementara itu, firma trading kripto QCP Capital melihat bahwa pergerakan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase volatilitas dan konsolidasi jangka pendek yang sangat dipengaruhi oleh arus modal institusional serta kondisi likuiditas global.
Analis Nexo Dispatch, Dessislava Ianeva, juga menilai bahwa Bitcoin kemungkinan akan bergerak dalam kisaran konsolidasi sekitar US$68.000 hingga US$72.000 sambil menunggu perkembangan data ekonomi makro berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



