Panas! Setelah BCH, Komunitas Bitcoin Kembali Terpecah Akibat Hard Fork Ini

Kabar baru kembali mengguncang ekosistem kripto. Setelah drama besar yang pernah terjadi pada hard fork Bitcoin Cash (BCH), kini muncul wacana hard fork baru bernama eCash yang langsung memicu perdebatan panas di komunitas.

eCash: Hard Fork Baru di Jaringan Bitcoin

Paul Sztorc, seorang developer Bitcoin, mengumumkan rencana peluncuran hard fork baru bernama eCash yang dijadwalkan meluncur pada Agustus mendatang. Pengumuman ini ia sampaikan melalui platform X pada Jumat (24/04/2026).

Dalam rencananya, pemegang Bitcoin dapat menukar aset mereka ke eCash dengan rasio 1:1 setelah hard fork berjalan. Skema ini mengingatkan pada fork sebelumnya, tetapi dengan pendekatan teknis yang sedikit berbeda.

Sztorc menjelaskan bahwa jaringan Layer-1 eCash akan menjadi versi klon dari software Bitcoin Core. Artinya, fondasi teknologinya tetap mengacu pada sistem yang sudah terbukti, termasuk penggunaan algoritma SHA-256.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Node L1 kami merupakan salinan hampir identik dari Bitcoin Core, menggunakan mekanisme mining SHA-256, serta melakukan fork melalui reset kesulitan satu kali ke level minimum sehingga aktivitas mining diperkirakan akan sangat tinggi di tahap awal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kenapa Harga Bitcoin Turun? Ini Penjelasan Pendiri Indodax

Tak hanya itu, eCash akan menghadirkan tujuh jaringan Layer-2 yang disebut “drivechains.” Fitur ini diklaim mampu meningkatkan throughput transaksi sekaligus memberikan opsi privasi on-chain bagi pengguna.

Layer-2: Mesin Senyap di Balik Pertumbuhan Baru Blockchain

Meski Berbeda dari BCH, eCash Tetap Tuai Kontroversi

Dalam pernyataannya, Sztorc menegaskan bahwa eCash berbeda dari Bitcoin Cash yang lahir pada 2017. Ia juga menambahkan bahwa proyek ini merupakan solusi permanen dan berkelanjutan untuk berbagai masalah Bitcoin.

Meski demikian, perbandingan dengan Bitcoin Cash sulit dihindari. Seperti diketahui, BCH gagal menjadi chain dominan meski sempat digadang-gadang sebagai alternatif utama Bitcoin.

Alih-alih meredakan kekhawatiran, pernyataan Sztorc justru memicu reaksi beragam. Salah satu yang paling disorot adalah rencana untuk “mengalokasikan ulang” BTC milik Satoshi Nakamoto kepada komunitas.

BACA JUGA:  Bitcoin Hari Ini: Pasokan Diserap ETF, Tapi Ada Sinyal Tak Biasa

“Satoshi memiliki 1,1 juta koin dalam pola yang dikenal sebagai ‘patoshi’; kami akan secara manual mengalokasikan ulang sebagian dari koin tersebut (kurang dari setengahnya) kepada investor saat ini,” jelasnya.

Langkah ini langsung menuai kritik tajam. Peter McCormack, salah satu podcaster ternama di komunitas kripto, menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang buruk.

“Mengambil koin milik Satoshi adalah tindakan pencurian dan tidak menghormati,” tulisnya di X, Jumat (24/04/2026).

Perdebatan Lama yang Kembali Muncul

Kemunculan eCash terjadi di tengah perdebatan yang kembali menguat soal pengembangan Bitcoin. Isu seperti privasi, skalabilitas, hingga ketahanan terhadap komputasi kuantum kembali menjadi topik hangat.

Sztorc menilai bahwa kondisi saat ini berbeda dibandingkan dengan 2017. Ia melihat hard fork eCash sebagai salah satu solusi yang berpotensi menjawab berbagai tantangan tersebut. 

“Pada 2017, fondasi teknologi BTC sangat kuat dan ekspektasi terhadap Lightning juga tinggi. Saat ini, justru malah sebaliknya,” tuturnya.

Sistem Bitcoin Bisa Bekukan Jutaan BTC, Proposal Baru Ramai Dibahas

Sebagai catatan, Lightning Network merupakan Layer-2 yang memungkinkan transaksi Bitcoin diproses dalam hitungan detik, tanpa harus menunggu sekitar 10 menit seperti pada jaringan utama.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Naik Tipis, Singgah di Level Rp1,15 Miliar

Namun, efektivitas Lightning Network kini mulai dipertanyakan oleh sebagian pihak. Hal ini membuka ruang bagi ide-ide baru seperti eCash untuk masuk dan menawarkan pendekatan alternatif.

Pada akhirnya, kemunculan eCash bukan hanya soal teknologi baru, tetapi juga membuka kembali perdebatan lama: apakah Bitcoin perlu beradaptasi, atau tetap mempertahankan prinsip dasarnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait