Kasus kejahatan yang menargetkan pemilik kripto kembali menggemparkan publik. Kali ini, pelakunya bukan orang biasa. Seorang mantan polisi Los Angeles justru menjadi otak di balik penculikan seorang remaja demi merampas Bitcoin bernilai US$350 ribu atau sekitar Rp5,8 miliar.
Modus Polisi Gadungan untuk Rampas Bitcoin
Menurut laporan Los Angeles Times pada Senin (02/03/2026), pengadilan menyatakan mantan polisi AS, Eric Halem, bersalah dalam kasus penculikan dan perampokan terhadap seorang remaja.
“Mantan petugas Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) dinyatakan bersalah pada Senin atas perampokan rumah pada 2024 yang merampas kripto senilai US$350.000 dari seorang remaja berusia 17 tahun,” seperti tercantum dalam laporan tersebut.
Halem bersama tiga rekannya menyamar sebagai polisi yang menjalankan penggeledahan. Mereka mendatangi apartemen yang disewa korban, yang diketahui memiliki sejumlah besar aset kripto.
Dengan mengenakan rompi bertuliskan polisi, para pelaku kriminal tersebut masuk ke apartemen menggunakan kode akses yang diperoleh dari seorang konspirator yang menyewakan tempat itu.
Setiap Minggu, Satu Pemilik Bitcoin Menjadi Korban Penculikan
Setibanya di dalam, mereka memborgol korban dan pacarnya menggunakan borgol milik LAPD. Remaja tersebut kemudian diancam akan ditembak jika tidak menyerahkan akses ke aset kriptonya.
Korban yang bersaksi dengan nama depan Daniel akhirnya menyerahkan sebuah hard drive berisi Bitcoin. Nilai aset yang dirampas diperkirakan mencapai US$350 ribu atau sekitar Rp5,8 miliar.
Sosok Eric Halem dan Pembelaan Pengacaranya
Eric Halem diketahui pernah bertugas selama 13 tahun di LAPD sebelum meninggalkan institusi tersebut pada 2022. Meski demikian, saat kejadian berlangsung ia masih tercatat sebagai polisi cadangan.
Selain itu, pelaku penculikan tersebut juga memiliki sejumlah bisnis sampingan, termasuk perusahaan penyewaan mobil mewah serta aplikasi yang memungkinkan para aktor mengikuti audisi secara jarak jauh.
Dalam persidangan, pengacara Halem, Megan Maitia, mencoba menggugat kesaksian korban. Ia berargumen bahwa penyidik tidak sepenuhnya memverifikasi cerita dari remaja tersebut, terutama terkait asal-usul Bitcoin yang dimilikinya.
“Maitia mengatakan para detektif tidak memverifikasi cerita korban berusia 17 tahun tersebut, yang di persidangan mengakui bahwa kekayaan kriptonya diperoleh melalui penipuan,” seperti tertulis dalam laporan tersebut.
Meski demikian, juri tetap menyatakan Halem bersalah atas penculikan dan perampokan. Ia dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 31 Maret mendatang, sementara para terdakwa lainnya masih menunggu proses persidangan.
Tren “Wrench Attack” Kian Mengkhawatirkan
Kasus ini bukanlah yang pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, tindak kejahatan yang menyasar para pemilik kripto secara langsung memang semakin sering terjadi.
Pada Februari lalu di Prancis, seorang pegawai Binance menjadi target perampokan di rumahnya. Tiga pria bertopeng mencoba masuk ke apartemen yang mereka kira milik pimpinan Binance France, namun target utama tidak berada di lokasi.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia. Polisi Bali menangkap enam warga negara asing yang diduga terlibat dalam penculikan Igor Komarov, warga Ukraina yang disebut putra dari bos crypto scam.
Rentetan peristiwa ini menunjukkan satu hal: ancaman di dunia kripto tidak lagi terbatas pada peretasan digital. Kini, risiko juga datang dari serangan fisik yang menargetkan pemilik aset secara langsung.
Bagi banyak investor kripto, situasi ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya soal kata sandi dan juga dompet digital, tetapi juga perlindungan terhadap diri sendiri di dunia nyata.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



