Pasar altcoin kembali mengalami tekanan berat setelah mencatat penurunan terbesar pada 7 Oktober, menyebabkan kapitalisasi pasar anjlok hingga kehilangan sekitar US$384 miliar antara titik puncak dan 21 November.
Berdasarkan laporan AMB Crypto, penurunan ini tercatat sebagai salah satu koreksi paling signifikan dalam setahun terakhir, memperlihatkan gejolak besar di sektor yang tidak mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), maupun stablecoin.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai durasi koreksi ini, meski pola sejarah menunjukkan bahwa arus keluar besar yang terjadi sebelumnya berlangsung selama empat bulan.
Pelemahan pasar altcoin ini membuat sejumlah analis kembali menyoroti indikator rotasi modal, terutama Altcoin Seasonal Index. Indikator tersebut menggambarkan distribusi modal antara Bitcoin dan altcoin dalam periode tertentu.
Saat ini, sebagian besar modal dilaporkan masih berada di Bitcoin, yang menjadi salah satu alasan melemahnya pergerakan pasar altcoin. Menurut data CoinMarketCap, altcoin season terakhir tercatat pada 4 Desember 2024 ketika indeks menyentuh angka 87.
Namun pada November ini, banyak aset dalam kategori altcoin masih berada di rentang 20-40, yang mencerminkan kondisi netral dan belum menunjukkan perubahan tren yang kuat.

Modal Masih Terkonsentrasi di Bitcoin
Penurunan yang menimpa pasar altcoin terjadi seiring pergerakan modal yang semakin terpusat pada Bitcoin. Ssebagian besar aset di pasar altcoin belum mendapatkan aliran modal baru, sehingga pergerakan harga cenderung stagnan.
Pada periode historis antara Desember 2024 hingga April 2025, kondisi serupa mengarah pada penurunan sekitar 53 persen di sektor altcoin. Meski begitu, tidak ada indikasi pasti bahwa tren tersebut akan terulang, mengingat masih adanya variabel lain yang memengaruhi ekosistem aset digital.
Meskipun pasar altcoin tengah melemah, pergerakan on-chain menunjukkan sinyal optimistis di antara pelaku pasar. Salah satu indikator utama adalah total nilai terkunci (TVL), yang mengukur jumlah aset yang dikunci oleh pengguna dalam berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Menurut data DeFiLlama, TVL global sempat mencatat rebound ringan dan kini berada di kisaran US$119,09 miliar. Kenaikan TVL biasanya menandakan bahwa investor mulai menempatkan kembali likuiditas ke dalam protokol, sebuah sinyal yang sering kali dikaitkan dengan pemulihan kepercayaan dan potensi kenaikan harga.
Peningkatan pasokan stablecoin di beberapa jaringan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika pasar altcoin.
Kenaikan pasokan tersebut mengindikasikan bahwa banyak investor memilih bersikap menunggu sambil mempertahankan modal dalam bentuk aset stabil, alih-alih langsung masuk ke pasar altcoin.
Kondisi ini menciptakan ruang bagi potensi rotasi modal, terutama jika sentimen pasar membaik atau muncul pemicu positif yang mendorong perpindahan likuiditas.
Korelasi Bitcoin dan Altcoin Mulai Mengendur
Aspek lain yang ikut diawasi pelaku pasar adalah tingkat korelasi antara Bitcoin dan altcoin. Ketika kedua sektor bergerak dengan pola serupa, itu menunjukkan bahwa sentimen pasar memengaruhi pasar secara keseluruhan.
Namun, data terbaru memperlihatkan mulai terjadi de-correlation atau pelemahan korelasi, yang menjadi salah satu syarat bagi pasar altcoin untuk menguat secara mandiri.
Pada 25 Agustus hingga 10 Oktober lalu, altcoin memiliki arus modal masuk lebih besar dibandingkan Bitcoin. Dalam periode tersebut, altcoin bergerak lebih agresif, sementara Bitcoin mengalami kenaikan yang lebih lambat.
Pola ini biasanya terjadi ketika investor mulai memindahkan modal ke aset berisiko lebih tinggi demi peluang keuntungan yang lebih besar.
Sejumlah analis menilai bahwa dinamika ini berpotensi terulang, terutama jika TVL terus menguat dan Altcoin Seasonal Index kembali bergerak ke zona atas di atas angka 75.
Rotasi modal yang lebih tegas masuk ke pasar altcoin dapat menjadi pemicu awal kebangkitan sektor tersebut, meski arah pasar jangka pendek tetap sangat bergantung pada volatilitas makro dan perilaku investor.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



