Ketika pasar crypto memasuki fase lesu, banyak investor ritel hanya dapat menunggu harga kembali pulih. Namun, bagi trader berpengalaman, kondisi bear market justru membuka peluang baru melalui strategi short crypto.Â
Shorting memberi peluang profit saat harga turun, sehingga strategi ini makin populer di tengah volatilitas tinggi. Meski terkesan teknis, proses short crypto sebenarnya cukup sederhana bila mengikuti langkah yang tepat.
Mulai dari memilih platform yang mendukung futures, menyiapkan dana, hingga memahami cara eksekusi posisi short, semuanya bisa dilakukan secara bertahap dan terukur oleh trader di Indonesia.
Sebelum melakukan crypto shorting, trader umumnya memeriksa sentimen pasar melalui grafik BTC karena pergerakannya sangat mempengaruhi harga altcoin lainnya.
Mengapa Short Crypto Menjadi Strategi Penting Saat Pasar Bearish?
Short crypto sering dipilih saat pasar memasuki fase turun, karena strategi ini memungkinkan trader kripto untuk dapat meraih keuntungan tanpa harus membeli aset terlebih dulu.
Alih-alih membeli rendah dan menjual tinggi, short dilakukan dengan cara menjual tinggi terlebih dahulu melalui kontrak futures, lalu membelinya kembali di harga rendah. Selisihnya menjadi profit.
Strategi ini efektif saat pasar bearish, sideways, atau terjadi koreksi setelah reli panjang. Selain membuka peluang profit, shorting umum dipakai untuk hedging agar nilai portofolio spot tetap terlindungi.
Karena itu, memahami mekanisme short menjadi penting bagi siapa pun yang ingin bertahan dan tetap produktif dalam kondisi pasar yang tidak bersahabat.
5 Cara Short Crypto di Indonesia Saat Pasar Lesu
1. Pilih Platform yang Menyediakan Fitur FuturesÂ
Langkah pertama adalah memilih platform yang mendukung futures, karena short tidak bisa dilakukan di pasar spot. Melalui futures, trader bisa membuka posisi long atau short, menggunakan leverage, dan mengatur margin untuk mengambil posisi short meski harga sedang turun.
Di Indonesia, beberapa platform sudah menyediakan trading futures dengan leverage dan charting lengkap, termasuk Pintu Futures dan beberapa platform crypto lainnya.
Pintu Futures memungkinkan trader memperdagangkan kontrak berjangka dengan leverage hingga 25x. UI sederhana, dukungan stop dan limit order, serta biaya kompetitif membuatnya cocok untuk semua kalangan. Pintu juga populer karena eksekusi cepat dan biaya transparan.

Selain itu, platform seperti Binance Futures, Bybit, OKX, dan KuCoin menawarkan likuiditas besar bagi trader yang membutuhkan. Namun, platform lokal seperti Pintu memiliki keunggulan berupa deposit rupiah langsung, proses registrasi mudah, dan kepatuhan regulasi.Â
Memilih platform trading crypto yang aman dan juga responsif merupakan langkah yang sangat penting karena kecepatan eksekusi dapat memengaruhi hasil trading, terutama saat volatilitas tinggi.
2. Buat Akun, Lakukan Verifikasi, dan Aktifkan Fitur Futures
Setelah memilih platform, langkah berikutnya adalah membuat akun dan menyelesaikan proses KYC agar fitur futures dapat digunakan. Verifikasi penting karena akun yang belum terverifikasi biasanya memiliki batas penarikan dan akses fitur yang terbatas.
Pada aplikasi Pintu, proses KYC mencakup pengunggahan KTP dan swafoto. Setelah disetujui, biasanya kalian bisa langsung mengakses fitur futures dan mulai membuka posisi short.
Proses verifikasi tidak hanya memenuhi regulasi dan meningkatkan keamanan akun, tetapi juga memastikan trader dapat menjalankan strategi short tanpa hambatan teknis maupun batasan fitur.
3. Deposit Dana untuk Margin dan Siapkan Modal Short Trading
Short crypto tetap memerlukan deposit karena futures menggunakan sistem margin, yaitu dana jaminan untuk membuka posisi short maupun long.Â
Tanpa margin, kontrak futures tidak bisa diperdagangkan. Di Indonesia, deposit dapat dilakukan melalui bank atau e-wallet. Pada Pintu, trader cukup mengisi saldo rupiah lalu mengonversinya ke USDT sebelum memindahkannya ke wallet futures.Â
Menggunakan margin berbasis stablecoin seperti USDT membuat perhitungan ukuran posisi dan leverage lebih stabil. Dengan margin yang cukup, trader bisa mengatur posisi short dengan lebih fleksibel, menyesuaikan leverage, dan mengurangi risiko likuidasi terlalu cepat.
4. Analisis Pasar dan Tentukan Momen Short yang Tepat
Setelah dana tersedia, kamu perlu menentukan waktu terbaik untuk membuka posisi short. Strategi trading ini lebih efektif saat tren pasar turun, ketika terjadi koreksi setelah kenaikan tajam, atau saat muncul pola pembalikan bearish.
Trader biasanya menggabungkan beberapa analisis:
- Analisis tren melalui moving average atau garis tren.
- Analisis resistance level yang menjadi area tekanan jual.
- Pengamatan volume jual yang meningkat.
- Indikator seperti RSI untuk melihat kondisi overbought.
- Pola candlestick bearish seperti shooting star atau bearish engulfing.
Karena Bitcoin sering menjadi penggerak utama pasar, banyak trader menjadikan grafik Bitcoin sebagai acuan sebelum melakukan short terhadap altcoin lainnya.Â
Jika Bitcoin menunjukkan tanda pelemahan atau penurunan tajam, kemungkinan besar pasar altcoin akan mengikuti arah yang sama.
Dengan analisis teknikal yang matang, peluang keberhasilan short meningkat, dan risiko masuk di waktu yang salah dapat diminimalkan.
5. Eksekusi Open Short Position dan Kelola Risikonya Secara Aktif
Setelah momentum short terlihat jelas, langkah selanjutnya adalah membuka posisi. Di Pintu Futures, kamu bisa melakukannya dengan memilih menu Futures, memilih aset, lalu klik Sell/Short.Â
Setelah itu, tentukan leverage, margin, dan konfirmasi order. Trader perlu memasang stop-loss untuk membatasi kerugian jika tiba-tiba naik. Take profit juga penting untuk mengamankan keuntungan ketika target tercapai.
Penempatan stop-loss dan juga take-profit sejak awal membantu mengatur risiko secara otomatis sehingga posisi tetap aman meski tidak dipantau terus-menerus.Â
Setelah posisi terbuka, pemantauan aktif tetap diperlukan. Banyak trader menggunakan trailing stop untuk mengunci profit saat harga terus turun, sehingga posisi bisa ditutup pada waktu yang paling optimal.
Jangan Panik! Ini 5 Cara Menghadapi Bear Market Crypto untuk Pemula
Tetap Untung di Saat Bearish dengan Strategi Short Crypto
Pasar kripto yang memasuki fase bearish bukan berarti peluang keuntungan akan hilang. Dengan strategi short crypto yang tepat, trader tetap dapat meraih keuntungan meski harga bergerak turun.
Keberhasilan short bergantung pada langkah yang tepat, mulai dari memilih platform futures seperti Pintu Futures, melakukan verifikasi, menyiapkan margin, menganalisis pasar, hingga mengelola risiko secara disiplin.
Dengan mengikuti lima cara short crypto di Indonesia di atas, kamu bisa memanfaatkan momentum bearish secara lebih optimal. Shorting bukan hanya strategi bertahan, tetapi juga alat untuk menjaga fleksibilitas portofolio di pasar yang dinamis.
Perlu diingat, aktivitas trading crypto memiliki risiko tinggi karena volatilitas harga. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat.
Segala keputusan jual beli Bitcoin dan juga aset crypto lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab trader dan investor.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



