Pasar DeFi Bergeliat, Volume Perpetual DEX Tembus US$1 Triliun!

Volume perdagangan di DeFi mencetak rekor baru bulan ini. Aktivitas di crypto exchange terdesentralisasi (DEX) yang menawarkan perpetual trading melonjak hingga menembus angka US$1 triliun, menandai babak baru dalam pertumbuhan ekosistem keuangan terdesentralisasi.

Ledakan Aktivitas Perpetual DEX

Oktober menjadi periode luar biasa bagi decentralized finance (DeFi). Berdasarkan data dari DeFiLlama, volume di perpetual DEX menembus US$1 triliun hanya dalam waktu tiga minggu yang melampaui rekor Agustus di angka US$762 miliar. Dengan satu pekan tersisa, capaian ini menegaskan meningkatnya minat investor terhadap produk derivatif kripto.

Tiga platform menjadi motor penggerak lonjakan ini: Hyperliquid, Lighter, dan Aster. Hyperliquid memimpin dengan volume sebesar US$316 miliar, disusul Lighter dengan US$259 miliar, dan Aster US$178 miliar. Selain itu, edgeX turut mencatat volume US$134,7 miliar, sementara sisanya berasal dari perps DEX skala lebih kecil.

BACA JUGA:  Robinhood Rilis Blockchain Sendiri, Fokus ke Tokenisasi RWA
Volume Perpetual DEX - DeFiLlama.jpg
Volume Perpetual DEX – DeFiLlama.jpg

Menariknya, pada 10 Oktober lalu, total volume harian sempat mencapai rekor tertinggi yakni US$78 miliar dalam satu hari. Aktivitas tinggi ini menandakan semakin banyak trader yang beralih ke ekosistem DEX untuk memanfaatkan volatilitas pasar kripto.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jika tren ini terus berlanjut, volume perdagangan perpetual DEX mungkin dapat mencapai US$1,3 triliun pada akhir Oktober—hampir dua kali lipat dari rekor sebelumnya. Lonjakan ini menjadi bukti kuat bahwa perdagangan derivatif di DEX memasuki fase pertumbuhan yang semakin cepat.

DEX Tantang Dominasi CEX

Popularitas perpetual futures di DEX terus meningkat berkat fleksibilitasnya. Tidak seperti sistem konvensional, perps tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, dapat diperdagangkan 24 jam nonstop, dan menawarkan leverage tinggi. Fitur ini menarik minat trader spekulatif yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar.

Meski begitu, bursa terpusat (CEX) seperti Binance dan Bybit masih menjadi pemain dominan di pasar derivatif kripto. Berdasarkan data CoinGecko, dalam 24 jam terakhir Binance mencatat volume perdagangan sebesar US$65 miliar, sementara Bybit menempati posisi kedua dengan US$25,8 miliar, diikuti Gate.io.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya
Peringkat Perdangan Futures di CEX - Coingecko
Peringkat Perdangan Futures di CEX – Coingecko

Namun, kesenjangan ini mulai menyempit seiring inovasi cepat di ekosistem DeFi. Platform DEX kini berlomba menghadirkan antarmuka yang lebih ramah pengguna dan pengalaman perdagangan yang kompetitif, menjadikannya menarik bagi trader profesional maupun ritel.

Jika tren pertumbuhan ini berlanjut, dominasi CEX bisa mulai terancam. DeFi kini bukan sekadar alternatif, tetapi telah berevolusi menjadi kompetitor serius yang menantang bursa besar dengan menawarkan transparansi dan kendali penuh atas aset pengguna.

Lonjakan volume perps DEX yang menembus US$1 triliun menjadi tonggak penting bagi ekosistem DeFi. Dengan minat investor yang terus meningkat dan inovasi yang semakin memudahkan pengguna, perdagangan derivatif terdesentralisasi tampak siap memasuki era baru. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia