Pasar Kripto Lagi Ngerem Tapi BTC dan ETH Malah Jadi Incaran

Pasar kripto memasuki fase konsolidasi pada pekan ini setelah pergerakan harga menunjukkan pola naik-turun yang tetap bertahan dalam rentang sempit.

Menurut laporan terbaru WinterMute, kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya toleransi investor terhadap risiko makro yang sebelumnya menekan sentimen.

Aktivitas perdagangan pun menyempit ke dua aset utama, yaitu Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan arus dana dari investor ritel dan institusi mengarah ke keduanya. Situasi tersebut berlangsung ketika pasar global menunggu kepastian kebijakan dari The Fed dan perkembangan regulasi di AS.

WinterMute menyebut bahwa pasar mengalami konsolidasi tanpa dorongan kuat untuk bergerak ke arah tertentu sambil menunggu keputusan bank sentral.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Aktivitas telah menyempit pada bagian pasar yang paling likuid, sementara basis yang terkompresi mencerminkan minimnya selera risiko menjelang kejelasan kebijakan,” tulis laporan tersebut.

Kondisi ini diperkuat oleh penurunan minat terhadap leverage, meski aliran modal terus masuk ke aset utama kripto.

BACA JUGA:  Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

wintermute pasar kripto

Toleransi Risiko Meningkat, Tapi Pasar Tetap Range-Bound

Selama dua bulan sebelumnya, ketidakpastian makro mendominasi pergerakan pasar global, mulai dari potensi perubahan kebijakan moneter bank sentral, data ekonomi yang tidak seragam, hingga kekhawatiran soal keberlanjutan belanja modal berbasis AI di pasar saham.

Namun kini, respons pasar terhadap sentimen negatif melemah, menandakan fase penerimaan risiko yang lebih tinggi. Meski demikian, pergerakan harga tetap terkunci dalam rentang konsolidasi.

Di pasar kripto, kondisi tersebut tercermin dalam pergerakan Bitcoin yang pulih ke kisaran sekitar US$92.000, sementara kapitalisasi pasar kripto naik ke sekitar US$3,25 triliun.

Namun, pada akhir pekan lalu, BTC sempat anjlok sekitar US$4.000 dalam satu jam akibat likuidasi berantai senilai US$2 miliar. WinterMute menegaskan bahwa pasar tetap mampu menahan tekanan tersebut.

“Pergerakan tajam itu kembali menunjukkan rapuhnya pemulihan, tetapi penting bahwa pasar menyerap guncangan itu tanpa aksi jual lanjutan,” ujar lembaga tersebut.

BACA JUGA:  Aduh! Bitcoin US$1,5 Juta Korsel Raib, Ini Dia Cerita Lengkapnya

Melemahnya momentum Nasdaq turut mendorong investor untuk lebih selektif. Di ranah aset digital, pergeseran ini menciptakan rotasi modal ke BTC dan ETH, baik dari investor ritel maupun institusional.

Meskipun permintaan terhadap dua aset utama meningkat, basis yang terkompresi mengindikasikan rendahnya keyakinan untuk membuka posisi leverage hingga arah kebijakan The Fed lebih jelas.

Volatilitas tersirat untuk akhir tahun juga meningkat, memperlihatkan bahwa sebagian pelaku pasar menargetkan BTC di rentang US$85.000 hingga US$100.000 pada 26 Desember.

Fokus Beralih ke Keputusan Bank Sentral

Selain The Fed yang akan mengumumkan keputusan kebijakan pada Rabu (10/12/2025) waktu AS, pasar juga menunggu langkah bank sentral Jepang pekan berikutnya. Kedua keputusan ini diperkirakan berdampak pada volatilitas lintas aset hingga akhir tahun.

Dengan basis CME yang ikut terkompresi, sebagian pelaku pasar kini beralih ke strategi delta-netral pada aset berkapitalisasi kecil, terutama karena pendanaan di segmen tersebut masih menarik.

BACA JUGA:  Mengurai Insiden Salah Kirim 2.000 BTC oleh Crypto Exchange Korsel

Pergeseran ini menegaskan berkurangnya selera risiko terhadap altcoin, sementara fokus beralih pada strategi penangkapan imbal hasil (yield capture) alih-alih spekulasi.

Menurut WinterMute, arah berikutnya bagi pasar kripto sangat bergantung pada adanya kejutan makro.

Jika tidak ada perubahan signifikan pada kebijakan moneter ataupun data ekonomi, pasar diproyeksikan tetap bergerak dalam rentang sempit hingga akhir tahun, dengan volatilitas didorong oleh likuiditas serta penempatan posisi investor, bukan faktor fundamental.

Dengan aktivitas pasar kripto yang semakin terpusat pada BTC dan ETH, konsolidasi diyakini akan tetap menjadi pola dominan untuk sementara waktu.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia