Pasar Kripto Makin Panas, HYPE dan DOGE Siap Tancap Gas

Pasar kripto menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, seiring munculnya sinyal teknikal bullish dari sejumlah aset utama seperti Hyperliquid (HYPE), Dogecoin (DOGE), Render (RENDER), Qtum (QTUM), hingga Terra Classic (LUNC).

Para analis menilai, struktur harga yang mulai menguat dan fase akumulasi yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama yang mendorong potensi pergerakan lanjutan di pasar kripto.

Sejumlah analis yang aktif memantau pasar kripto mengungkapkan bahwa kondisi saat ini mengarah pada fase transisi menuju tren bullish. Hal ini ditandai oleh pola teknikal yang semakin konstruktif serta berkurangnya tekanan jual di beberapa aset.

HYPE Tunjukkan Dominasi Pembeli

Dalam analisisnya, BlockchainBaller menyebut bahwa Hyperliquid (HYPE) saat ini berada dalam tren naik yang kuat di pasar kripto. Struktur harga menunjukkan pola higher high dan higher low, yang mencerminkan dominasi pembeli dalam pergerakan harga.

IKLAN
Chat via WhatsApp

analisis HYPE 12 APR

Harga HYPE saat ini terus mendekati area resistance tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Jika mampu menembus level US$42,50, maka potensi kenaikan lanjutan menuju US$44 atau lebih tinggi dinilai terbuka. Namun, jika terjadi penolakan, harga diperkirakan akan mengalami koreksi sehat ke area support di sekitar US$41,20.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: DOGE, SHIB, DOT, SEI, CELO Lagi Panas Nih

Kondisi ini menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase yang menguntungkan bagi pembeli selama struktur tidak mengalami kerusakan.

Dogecoin Masuki Fase Akumulasi, Sinyal Breakout Menguat

Sementara itu, Trader Tardigrade menyoroti pergerakan Dogecoin (DOGE) menggunakan indikator Ichimoku Cloud pada time frame 4 jam. Dalam analisis tersebut, DOGE sebelumnya bergerak dalam thick cloud, yang menandakan fase konsolidasi dengan tingkat resistance tinggi.

analisis DOGE 12 APR

Namun, kondisi kini berubah. DOGE mulai memasuki thin cloud, yang menunjukkan berkurangnya hambatan resistance.

“Zona ini biasanya menjadi area percepatan pergerakan harga,” ujar Trader Tardigrade.

Transisi dari cloud tebal ke cloud tipis mencerminkan bahwa fase akumulasi di pasar kripto telah terbentuk, sehingga membuka peluang terjadinya breakout dalam waktu dekat. Perubahan struktur ini menjadi salah satu indikator penting bahwa tekanan jual mulai melemah.

RENDER Dekati Titik Kunci, Potensi Tren Naik Menguat

Jonathan Carter melihat bahwa Render (RENDER) saat ini sedang menguji batas atas pola falling wedge pada time frame 3 hari. Pola ini secara teknikal sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah ke tren naik di pasar kripto.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terkini: HBAR, ZEC, ATOM, ARB, POL di Zona Rawan

analisis RENDER 12 APR

Menurutnya, jika breakout berhasil dikonfirmasi, maka RENDER berpotensi memasuki fase uptrend baru. Target kenaikan awal berada di kisaran US$2,50 hingga US$5,30. Sementara itu, dalam skenario yang lebih optimistis, harga dapat melanjutkan kenaikan hingga kisaran US$7,30 sampai US$12,00.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar kripto mulai memberikan ruang bagi aset-aset yang sebelumnya mengalami tekanan untuk melakukan pemulihan yang lebih kuat.

QTUM Masuk Fase Kunci, Potensi Pergerakan Eksplosif

Masih dari Jonathan Carter, Qtum (QTUM) dinilai telah memasuki fase penting setelah berhasil menembus pola descending channel pada time frame harian. Saat ini, harga sedang melakukan retest terhadap area breakout tersebut.

analisis QTUM 12 APR

Retest yang dinilai bersih dan bertahan ini menjadi sinyal konfirmasi bahwa breakout yang terjadi memiliki validitas yang kuat. Fase ini sering menjadi awal dari pergerakan eksplosif.

QTUM diproyeksikan memiliki target kenaikan di kisaran US$1,00 hingga US$2,00 dalam jangka menengah. Jika momentum terus berkembang, harga berpotensi melanjutkan kenaikan hingga sekitar US$2,50.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Memanas: BNB Bangun Momentum, DOGE Tertahan di Zona Kritis

LUNC Sinyalkan Lonjakan Besar Usai Akumulasi Panjang

Di sisi lain, Master Ananda melihat Terra Classic (LUNC) sebagai salah satu aset yang berpotensi mencatat lonjakan kuat di pasar kripto dalam jangka pendek. Ia menyebut bahwa proses akumulasi telah berlangsung selama sekitar enam bulan atau 183 hari.

analisis LUNC 12 APR

Struktur rising triangle yang terbentuk menunjukkan bias bullish yang kuat, diperkuat dengan keberhasilan harga menembus level Fibonacci penting di sekitar US$0,00004014.

Dalam proyeksinya, LUNC memiliki dua target utama dalam jangka pendek, yakni di US$0,00011718 dan US$0,00028110. Potensi kenaikan ini setara dengan sekitar 184 persen hingga 580 persen, yang diperkirakan dapat terjadi dalam kurun waktu sekitar 30 hari.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait