Pasar Kripto Menguap US$280 Miliar dalam Sepekan Terakhir, Harga Bitcoin Merosot Terendah 18 Bulan

Pasar kripto menguap secara terus menerus menghadapi peningkatan inflasi dan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.

Dalam sepekan terakhir, pasar kripto telah berkisar US$1,286 triliun pada 6 Juni 2022 menjadi tepat di atas satu triliun pada US$1,005 pada 13 Juni 2022. Skeitar US$281 miliar menguap dari kapitalisasi pasar hanya dalam seminggu, menurut data CoinMarketCap.

Kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir saja sudah turun sebesar 8,59 persen, sementara seluruh volume pasar kripto selama 24 jam sebelumnya adalah US$110,52 miliar, mewakili kenaikan 27,18 persen.

Pasar Kripto Menguap

Analisis Harga Bitcoin

Saat ini, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada US$24.811, di bawah US$25.000. BTC turun 10,01 persen pada hari ini dan selanjutnya 20,81 persen di pekan sebelumnya, dengan total nilai pasar US$472 miliar, karena Bitcoin jatuh ke tingkat terendah 18 bulan.

Akibatnya, Bitcoin tidak hanya beralih dari perdagangan di atas US$31.300 pada minggu lalu, tetapi juga melihat aset kripto andalan ini kehilangan nilai hampir US$130 miliar.

Mengingat bahwa Bitcoin adalah aset terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di pasar kripto, pergerakan harganya memiliki pengaruh besar pada pasar dan sentimen lainnya.

Meskipun demikian, Bitcoin telah diketahui mengalami banyak siklus di masa lalu, dan setiap kali ia mampu pulih dengan kuat setelah jatuh.

Faktanya, sepanjang sejarah, 100 persen investor yang menunggu setidaknya empat tahun setelah melakukan pembelian menglami peningkatan investasi awal mereka.

Pasar Kripto Menguap, Khawatir Potensi Resesi Global

Kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan menuju resesi, memberi tekanan pada pasar kripto, termasuk pasar saham yang dapat mendorong investor untuk menghindari perdagangan yang lebih berisiko.

Selama satu setengah hari terakhir, nilai Dogecoin, Cardano, dan Solana semuanya turun ekstrem.

Resesi Hebat Diprediksi Terjadi Tahun Depan, Mengapa?

Ketika artikel ini disusun, harga ETH jatuh di bawah US$1.300, menandai penurunan 75 persen dari harga tertinggi sepanjang masa, November 2021 di sekitar US$4.900.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar saham dan pasar kripto lebih terhubung satu sama lain.

Nilai kripto telah menurun bersama dengan S&P 500, yang turun sebesar 2,9 persen pada Jumat (10/6/2022) dan Nasdaq yang turun sebesar 3,5 persen.

Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pertemuan dua hari The Fed yang dijadwalkan pada pekan berikutnya sangat diantisipasi bahwa suku bunga akan lebih meningkat pada pertemuan itu.

Juga, Menteri Keuangan Janet Yellen menambahkan pandangan pesimistis, bahwa rencana investasi Bitcoin oleh karyawan AS sangat mengkhawatirkan.

Proyeksi awal kenaikan suku bunga diproyeksikan sebesar 50 basis poin, namun, data inflas terbaru justru menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed mungkin mengambil tindakan yang lebih agresif, yang akan membuka jalan bagi resesi.

Akhirnya, inflasi mencapai titik tertinggi sepanjang masa selama 41 tahun sebesar 8,6 persen pada akhir Mei, angka yang belum pernah terlihat sejak 1981.

Inflasi itu karena faktor eksternal seperti meroketnya biaya energi dan makanan.

Ini juga yang membuktikan bahwa Bitcoin belum bisa menjadi aset yang baik untuk melawan inflasi dan perlu waktu yang sangat lama untuk pulih. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait