Pasar kripto kembali bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini (14/5/2026) setelah tekanan jual besar di Bitcoin memicu kekhawatiran lanjutan terhadap potensi koreksi lebih dalam.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$79.545, setara Rp1,39 miliar, turun sekitar 0,36 persen dalam 4 jam terakhir dan melemah 1,46 persen dalam 24 jam terakhir berdasarkan data CoinMarketCap.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah turunnya kapitalisasi pasar kripto global menjadi sekitar US$2,65 triliun atau terkoreksi 1,06 persen. Sementara itu, indeks CMC20 juga ikut melemah sekitar 1,01 persen ke level US$161,22, mencerminkan tekanan yang meluas di pasar aset digital.
Analis kripto Klondike menjadi salah satu pihak yang menyoroti potensi koreksi lanjutan BTC setelah harga gagal mempertahankan area resistance penting. Dalam analisis terbarunya, ia menilai BTC menunjukkan sinyal bearish setelah mengalami rejection atau penolakan harga di area resistance yang sebelumnya berhasil di-retest.

Menurut Klondike, area support US$78 ribu kini menjadi level krusial yang harus dipertahankan pasar. Ia bahkan memperingatkan BTC masih berpotensi menyentuh area US$77.755 apabila tekanan jual terus meningkat dalam waktu dekat.
Jika support tersebut gagal dipertahankan, tekanan bearish diperkirakan dapat membawa BTC turun menuju area US$74 ribu atau bahkan lebih rendah. Karena itu, Klondike meminta pelaku pasar untuk mulai berhati-hati terhadap posisi long yang masih terbuka di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Whale Tekan BTC, Futures Perkuat Penurunan
Tekanan terhadap BTC sebelumnya juga diperkuat oleh laporan analis on-chain di platform CryptoQuant, Carmelo Aleman, yang mengungkap bahwa penurunan harga pada Rabu (13/5/2026) dipicu kombinasi aksi jual whale dan tekanan tambahan dari pasar futures.

Dalam analisisnya, Carmelo Aleman menyebut kelompok wallet yang memegang 1.000 hingga 10.000 BTC menjadi sumber tekanan utama setelah melepas sekitar 7.650 BTC atau senilai lebih dari US$615 juta di pasar spot.
“Kesimpulannya jelas, Bitcoin kali pertama turun karena aksi jual spot terkonsentrasi dari classic whales yang kemudian diperkuat tekanan jual di pasar futures,” ujar Carmelo Aleman.
Ia mencatat periode paling krusial terjadi antara pukul 12:00 hingga 17:00 UTC ketika Bitcoin jatuh dari sekitar US$81.267 menjadi US$78.806. Pada saat bersamaan, Open Interest justru meningkat sekitar US$589 juta menjadi US$27,164 miliar.
Menurut Carmelo, kondisi tersebut menandakan masuknya leverage baru ke pasar di tengah tekanan harga yang sedang berlangsung. Aktivitas jual agresif di futures juga terlihat melalui data Cumulative Volume Delta harian atau CVD yang ikut bergerak negatif selama penurunan terjadi.
Meski sempat muncul rebound setelah Funding Rate kembali bergerak positif, pemulihan harga dinilai masih lemah dan belum mampu membawa BTC kembali ke level sebelum koreksi dimulai.
Area US$75 Ribu Jadi Sorotan Berikutnya
Pandangan bearish terhadap BTC juga datang dari analis teknikal Ali Martinez. Ia menilai Bitcoin baru saja mengalami penolakan di area SMA 200 hari sekitar US$82.500.

Menurutnya, kegagalan bertahan di atas area tersebut membuka peluang BTC kembali menguji SMA 50 hari di sekitar US$75 ribu dalam beberapa waktu mendatang. Area itu kini mulai dipandang sebagai support penting berikutnya apabila tekanan jual belum mereda.
Di sisi lain, analis Kaleo melihat koreksi yang sedang terjadi masih tergolong normal dalam konteks siklus jangka panjang BTC. Ia menyebut penurunan menuju area US$70 ribu sekalipun masih membuat Bitcoin berada jauh di atas level terendah siklus sebelumnya.

Kaleo juga menilai candle merah yang muncul saat ini justru menjadi fase akumulasi bagi investor jangka panjang. Dalam pandangannya, tren utama BTC masih berpotensi bergerak lebih tinggi dan bahkan membuka peluang menuju level di atas US$100 ribu apabila momentum bullish kembali terbentuk setelah fase koreksi selesai.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


