Aktivitas perdagangan kripto dilaporkan melambat pada April 2026. Laporan yang dirilis oleh WuBlockchain pada Senin (11/05/2026) menunjukkan mayoritas crypto exchange besar mengalami penurunan volume spot, derivatif, hingga trafik website.
Penurunan ini mencerminkan sikap trader yang mulai lebih berhati-hati di tengah kondisi pasar yang melambat. Sejumlah platform besar seperti Binance, Bybit, hingga OKX mengalami koreksi volume perdagangan sepanjang April.
Meski pasar terlihat lesu, beberapa bursa masih mampu bertahan di tengah tekanan. Uniswap, Gate, dan KuCoin justru mencatat pertumbuhan tipis, menandakan minat trader terhadap pasar kripto belum sepenuhnya hilang.
Volume Spot Kripto Melemah, Mayoritas Exchange Masuk Zona Merah
Data menunjukkan volume perdagangan spot di crypto exchange utama turun 6,2 persen dibandingkan Maret 2026. Total volume spot tercatat turun dari sekitar US$623,3 miliar menjadi US$584,7 miliar sepanjang April.
Binance masih menjadi bursa kripto dengan volume trading spot terbesar meski turun 2,3 persen menjadi sekitar US$265,6 miliar. Bybit ikut melemah 5,8 persen, sementara Coinbase turun 6,9 persen.
Penurunan lebih dalam terjadi di OKX yang terkoreksi 12,2 persen menjadi sekitar US$44,5 miliar. Sementara itu, Bitfinex menjadi exchange dengan penurunan terbesar setelah anjlok 37,2 persen.

Kraken juga turun cukup tajam sebesar 16,1 persen, diikuti oleh HTX yang melemah 13,3 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas trading crypto mulai melambat di sejumlah platform besar.
Di tengah tekanan, Uniswap menjadi satu-satunya exchange yang mencatat pertumbuhan positif dengan kenaikan 0,2 persen. WuBlockchain menambahkan bahwa data tersebut telah melalui proses standardisasi meski berpotensi dipengaruhi aktivitas wash dan bot trading.
Trading Futures Ikut Turun, Bybit dan HTX Terpukul
Tidak hanya pasar spot, volume perdagangan derivatif mengalami tekanan lebih besar pada April 2026. Secara keseluruhan, volume futures di exchange utama turun sekitar 9 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Binance masih menjadi pemimpin perdagangan derivatif dengan volume sekitar US$1,48 triliun. Namun, angka tersebut tetap turun 7,4 persen dibandingkan Maret, sementara OKX melemah 8,6 persen.
Bybit menjadi salah satu exchange yang paling terpukul setelah volume futures-nya turun hampir 20 persen. HTX bahkan mencatat penurunan terbesar sebesar 32,3 persen, diikuti BitMart yang anjlok 27,6 persen.

Meski mayoritas platform perdagangan kripto melemah, beberapa exchange justru berhasil mencatat pertumbuhan. Gate naik 3,6 persen menjadi sekitar US$149,6 miliar, sementara KuCoin tumbuh 2,4 persen.
Coinbase juga masih mencatat kenaikan tipis sebesar 1,7 persen. Kondisi ini menunjukkan sebagian trader mulai beralih ke platform dengan likuiditas lebih stabil dan produk derivatif yang lebih kompetitif.
Trafik Website Turun, Minat Trader Crypto Memudar?
Selain volume trading, trafik website crypto exchange juga ikut melemah pada April 2026. Secara keseluruhan, kunjungan ke platform exchange utama turun sekitar 12,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Binance masih menjadi exchange dengan trafik terbesar, tetapi jumlah kunjungannya turun 9,47 persen menjadi sekitar 38,22 juta. Coinbase juga melemah 8,27 persen, sementara trafik Bybit turun 10,58 persen.
Bitget menjadi platform kripto dengan penurunan trafik paling tajam setelah anjlok hampir 47,6 persen. HTX juga turun 22,5 persen, disusul oleh Bitfinex yang melemah sekitar 18 persen.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa platform masih mampu mencatat pertumbuhan positif. Deribit menjadi exchange dengan kenaikan trafik tertinggi sebesar 10,2 persen, sementara KuCoin naik 2,68 persen.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan pasar kripto sedang berada dalam fase konsolidasi. Trader terlihat mulai lebih berhati-hati sambil menunggu sentimen baru yang mampu menggerakkan pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


