Memasuki Uptober, Bitcoin justru memperlihatkan situasi yang tidak biasa di pasar derivatif. Harga BTC bergerak di sekitar US$84.800, tetapi pasar opsi belum memasang harga seolah ledakan volatilitas besar sudah berada di depan mata.
Kontradiksi itu terlihat dari pasar opsi Deribit. Bitcoin Volatility Index atau DVOL berada di kisaran pertengahan 30-an dalam snapshot terbaru, sementara konsentrasi open interest call untuk kontrak yang berakhir pada 30 Oktober justru menumpuk di sejumlah strike di atas harga spot, terutama US$90.000, US$95.000 hingga US$100.000.
Yang paling mencolok berada di US$95.000. Berdasarkan dashboard opsi Bitcoin Deribit, strike call US$95.000 untuk expiry akhir Oktober menyimpan open interest sekitar 23.000 BTC dalam snapshot 3 Oktober. Dengan harga Bitcoin berada di sekitar US$84.800, nilai nosionalnya mendekati US$2 miliar.
Namun, angka tersebut tidak berarti ada US$2 miliar yang secara sederhana “bertaruh Bitcoin pasti menuju US$95.000.”
Setiap kontrak opsi memiliki pembeli dan penjual, sedangkan posisi tersebut juga dapat menjadi bagian dari hedging, spread maupun strategi volatilitas lainnya. Yang lebih penting adalah besarnya konsentrasi posisi pada strike tersebut.
US$95.000 Menjadi Titik Aneh di Tengah Volatilitas Murah
Anomali semakin terlihat ketika posisi tersebut dibandingkan dengan volatilitas yang sedang dihargai pasar.
Deribit menjelaskan bahwa DVOL mengukur implied volatility Bitcoin untuk 30 hari ke depan dalam basis tahunan. Dengan DVOL berada di sekitar 36, pendekatan statistik sederhana mengimplikasikan pergerakan sekitar 10 persen selama 30 hari.
Jika dihitung menggunakan harga Bitcoin sekitar US$84.800, kisaran satu standar deviasi secara kasar berada di sekitar US$76.000 hingga US$93.600.
Ini bukan prediksi harga maupun batas yang tidak dapat ditembus. Bitcoin dapat bergerak jauh di luar kisaran tersebut, terutama ketika terjadi peristiwa besar. Namun, perhitungan itu memperlihatkan mengapa strike US$95.000 menarik, di mana level tersebut berada sedikit di luar ujung atas pergerakan 30 hari yang saat ini tercermin dari implied volatility.
Artinya, pasar secara keseluruhan belum membayar premi besar untuk volatilitas, tetapi pada saat bersamaan terdapat konsentrasi call signifikan pada wilayah harga yang membutuhkan Bitcoin bergerak lebih jauh daripada kisaran statistik kasarnya.
Laporan derivatif terbaru yang diterbitkan pada 30 September juga memperlihatkan pola serupa. Dalam Crypto Derivatives Analytics Report Week 40, Block Scholes mencatat harga opsi Bitcoin turun setelah BTC sempat melampaui US$86.000 pada pekan sebelumnya.
Pada saat yang sama, 25-delta risk reversal untuk opsi jangka pendek bergerak bolak-balik antara permintaan perlindungan terhadap penurunan dan positioning untuk kemungkinan reli. Dengan kata lain, pasar opsi belum menunjukkan keyakinan ekstrem ke salah satu arah.

Kondisi tersebut juga muncul setelah pasar Bitcoin menjalani periode dengan aktivitas opsi yang besar. Data resmi statistik bulanan Deribit menunjukkan volume BTC options pada Agustus 2026 mencapai sekitar US$56,13 miliar dari 775.731 kontrak.
Besarnya aktivitas itu membuat perubahan harga volatilitas dan distribusi posisi opsi relevan untuk dibaca sebagai salah satu petunjuk bagaimana pelaku pasar mempersiapkan pergerakan berikutnya.
Oktober Justru Penuh Pemicu yang Bisa Merusak Ketenangan
Masalahnya, kalender Oktober 2026 jauh dari sepi.
The Fed menjadwalkan publikasi minutes rapat September pada 7 Oktober, kemudian menggelar pertemuan FOMC berikutnya pada 27–28 Oktober berdasarkan kalender resmi The Fed untuk Oktober.
Di antara dua agenda tersebut, pasar akan memperoleh data inflasi AS yang berpotensi mengubah ekspektasi terhadap suku bunga. Berdasarkan jadwal resmi Bureau of Labor Statistics, CPI September akan diumumkan pada 14 Oktober, disusul Producer Price Index pada 15 Oktober.
Menariknya, rangkaian peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa pekan sebelum kontrak opsi Bitcoin bulanan berakhir pada 30 Oktober.
Ketidakpastian makro bahkan sudah mulai muncul sebelum Oktober memasuki pekan pertama. Laporan tenaga kerja AS untuk September yang dirilis pada 2 Oktober menunjukkan non0farm payroll (NFP) hanya bertambah 29.000, sementara tingkat pengangguran berada di 4,2 persen.
Data itu datang setelah Fed pada September mengambil langkah yang relatif agresif. Dalam keputusan FOMC pada 16 September, bank sentral AS menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen dan kembali menegaskan bahwa inflasi masih berada di level tinggi.
Situasi ini membuat Oktober memiliki kombinasi yang menarik bagi Bitcoin, implied volatility belum menunjukkan kegelisahan ekstrem, tetapi kalender yang akan dilewati pasar berisi sejumlah peristiwa yang dapat mengubah ekspektasi suku bunga dengan cepat.
Sinyal kehati-hatian juga dapat dilihat dari pasar futures tradisional. Data terbaru Commitments of Traders CFTC untuk 29 September menunjukkan open interest futures Bitcoin CME berada di 19.596 kontrak dan berkurang 2.719 kontrak dibanding pekan sebelumnya.
Dengan begitu, awal Uptober belum menunjukkan ekspansi leverage yang seragam di seluruh pasar derivatif.
Justru di situlah posisi US$95.000 menjadi menarik untuk diperhatikan sepanjang Oktober. Selama volatilitas tetap rendah, pasar terlihat seolah mengantisipasi perjalanan Bitcoin yang relatif terkendali.
Tetapi jika CPI, komunikasi The Fed atau perubahan sentimen global memaksa implied volatility meningkat, struktur opsi tersebut dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, pertanyaan terbesar Uptober kali ini mungkin bukan sekadar apakah Bitcoin mampu menuju US$95.000. Yang lebih menarik adalah apakah pasar opsi sedang benar ketika memberi harga pada volatilitas yang relatif rendah, atau justru terlalu tenang menghadapi bulan yang dipenuhi katalis.
Jika Bitcoin mulai mendekati US$90.000–US$95.000 bersamaan dengan kenaikan implied volatility, konsentrasi opsi di wilayah tersebut akan semakin layak diperhatikan.
Sebaliknya, jika volatilitas terus mereda dan BTC tetap jauh di bawah strike besar tersebut mendekati akhir Oktober, sebagian opsi call dapat kehilangan nilai dengan cepat akibat berkurangnya waktu menuju expiry.
Untuk sementara, Uptober 2026 memiliki paradoks yang jelas, yakni ekspektasi pergerakan pasar masih relatif kalem, sementara salah satu kantong posisi terbesar justru berada di level harga yang menuntut Bitcoin bergerak lebih jauh.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


