Pasar Perak Tokenisasi Meledak, Volume Melejit 1.200 Persen

Pasar perak tokenisasi mencatat lonjakan aktivitas yang sangat besar dalam beberapa pekan terakhir, dengan volume transfer bulanan dilaporkan meningkat lebih dari 1.000 persen dan basis investor naik sekitar 300 persen dalam 30 hari terakhir.

Peningkatan signifikan ini terjadi di tengah kenaikan harga perak global yang mencapai level tertinggi baru, sehingga mendorong lebih banyak investor beralih ke eksposur aset digital berbasis logam mulia.

Berdasarkan data RWA.xyz, lonjakan tersebut terutama terlihat pada versi digital iShares Silver Trust (SLV) yang diperdagangkan di jaringan blockchain.

Aktivitas On-chain Meningkat Tajam Seiring Reli Harga Perak

Menurut data pasar, perak tokenisasi mencatat arus transaksi yang jauh lebih besar dibanding periode sebelumnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Laporan industri menyebutkan bahwa, volume transfer bulanan melonjak lebih dari 1.200 persen, dari US$7,6 juta menjadi US$99,82 juta, sementara jumlah pemegang token juga naik drastis dalam satu bulan terakhir.

BACA JUGA:  12 Polisi Malaysia Ditangkap Usai Peras Kripto Senilai Rp841,5 Juta

Perak digital

Aktivitas ini menunjukkan perubahan perilaku investor yang semakin memanfaatkan aset dunia nyata berbasis blockchain untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga komoditas.

Lonjakan tersebut terjadi di tengah reli harga perak fisik yang terus menanjak di pasar global. Kenaikan harga yang agresif mendorong minat terhadap instrumen turunan berbasis digital, termasuk perak tokenisasi, karena menawarkan akses yang lebih mudah, fleksibel dan dapat diperdagangkan selama 24 jam.

Sejumlah analis pasar menyatakan bahwa investor ritel dan institusi melihat tokenisasi sebagai jembatan modern untuk memasuki pasar logam mulia tanpa harus menyimpan aset fisik.

Akses Mudah dan Teknologi Dorong Ekosistem Perak Digital

Pertumbuhan ekosistem perak tokenisasi didorong oleh beberapa faktor. Pertama, akses lintas negara yang lebih mudah membuat investor global dapat berpartisipasi tanpa hambatan geografis.

Kedua, kepemilikan fraksional memungkinkan pembelian dalam jumlah kecil namun tetap memiliki eksposur penuh terhadap pergerakan harga. Ketiga, transaksi on-chain yang transparan dinilai memberi rasa aman bagi sebagian investor yang ingin melihat jejak aktivitas secara terbuka.

BACA JUGA:  Rekap Investasi Januari 2026: IHSG Merah, Bitcoin Remuk, dan Logam Mulia Meredam!

Selain itu, meningkatnya minat terhadap aset dunia nyata (RWA) berbasis blockchain juga berperan besar. Tokenisasi memungkinkan instrumen seperti SLV dihadirkan dalam bentuk digital yang langsung terhubung dengan infrastruktur kripto, sehingga memperluas jangkauan dan mempercepat adopsi.

Tokenisasi logam mulia tidak lagi dipandang sekadar sebagai tren teknologi, melainkan mulai berfungsi sebagai instrumen keuangan alternatif yang digunakan secara luas. Kondisi tersebut memperkuat persepsi bahwa perak tokenisasi kini menjadi bagian dari dinamika pasar komoditas digital yang semakin matang.

Secara keseluruhan, tren ini memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi berhasil membuka jalur baru bagi partisipasi global dalam pasar logam mulia.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia