Pasar prediksi semakin berkembang pesat dan tidak hanya digunakan oleh komunitas kripto. Lonjakan volume perdagangan serta meningkatnya total TVL menunjukkan bahwa sektor ini mulai menarik perhatian yang lebih luas.
Tren tersebut terlihat setelah Wintermute, salah satu perusahaan trading algoritmik dan OTC terbesar di dunia, mengumumkan ekspansi ke pasar prediksi. Langkah ini menandakan bahwa sektor tersebut mulai dipandang sebagai peluang bisnis yang serius oleh institusi.
Wintermute Bidik Pasar Bernilai Puluhan Miliar Dolar
Wintermute mengumumkan masuk ke pasar prediksi pada Jumat (29/05/2026). Perusahaan tersebut mulai menyediakan likuiditas untuk berbagai platform prediction market, memperluas bisnisnya di luar pasar kripto tradisional.
Sebagai salah satu market maker terbesar di industri aset digital dengan volume perdagangan tahunan lebih dari US$3,5 triliun, Wintermute membawa infrastruktur perdagangan institusional yang telah digunakan di lebih dari 70 bursa.
Melalui peran barunya, Wintermute akan menyediakan harga beli dan jual secara berkelanjutan untuk membantu mempersempit spread, meningkatkan likuiditas, serta mendukung transaksi dalam ukuran yang lebih besar.
CEO Wintermute: Pasar Prediksi Butuh Likuiditas, Regulasi Jadi Kunci
Menurut Head of OTC Trading Wintermute, Jake Ostrovskis, tantangan terbesar sektor pasar prediksi saat ini bukan kurangnya minat dari pengguna, melainkan likuiditas yang masih terbatas.
“Pasar prediksi memiliki tingkat permintaan layaknya kelas aset utama, tetapi tingkat likuiditasnya masih seperti pasar yang berada pada tahap awal perkembangan,” ujar Ostrovskis.
Ia menilai bahwa likuiditas yang lebih dalam akan membuat harga pasar menjadi lebih efisien dan juga meningkatkan akurasi probabilitas yang tercermin dalam setiap kontrak prediksi.
Pertumbuhan Pasar Prediksi Sulit Diabaikan
Masuknya Wintermute bukan tanpa alasan. Data DefiLlama menunjukkan sektor prediction market kini memiliki total nilai aset terkunci sekitar US$534,4 juta. Dalam tujuh hari terakhir, volume mencapai US$2,64 miliar, dengan pendapatan lebih dari US$7 juta.
Kalshi menjadi pemain terbesar dengan volume kumulatif sekitar US$5,86 miliar. Sementara itu, Polymarket mencatat volume US$3,76 miliar. Platform lain seperti Predict Fun, Limitless, dan OPINION juga mulai menunjukkan pertumbuhan yang pesat.
Bagi Wintermute, keunggulan pasar prediksi adalah kemampuannya memperdagangkan ketidakpastian secara langsung. Trader dapat bertaruh pada hasil suatu peristiwa tanpa harus menggunakan aset lain sebagai perantara.

Hal ini berbeda dengan saham, obligasi, mata uang, atau kripto yang sering digunakan sebagai proksi untuk menilai suatu kejadian. Di pasar prediksi, pengguna bisa langsung mengambil posisi terhadap hasil yang diperkirakan.
Karena itu, masuknya Wintermute menjadi sinyal bahwa prediction market semakin matang. Sektor yang dulu dianggap terbatas kini mulai menarik perhatian pemain institusional besar berkat pertumbuhan volume dan likuiditas yang meningkat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


