Kripto Solana menjadi salah satu aset digital yang paling banyak diperhatikan investor belakangan ini setelah pasar aset dunia nyata (RWA) di jaringannya mencatat lonjakan tajam dan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan data CoinGecko, total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di blockchain Solana mencapai sekitar US$1,66 miliar, meningkat sekitar 90 persen dalam satu bulan terakhir.
Lonjakan tersebut juga menempatkan kripto Solana dalam daftar aset crypto trending di CoinGecko, yang menunjukkan peningkatan minat signifikan dari pelaku pasar.
Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi tokenisasi RWA, seperti obligasi, instrumen keuangan, dan berbagai aset tradisional lainnya, yang kini mulai dipindahkan ke jaringan blockchain.
Lonjakan sektor RWA ini juga memicu peningkatan aktivitas pasar. Volume perdagangan kripto Solana meningkat tajam dalam periode yang sama, menunjukkan adanya peningkatan partisipasi investor.
Aktivitas ini memperkuat sinyal bahwa pasar mulai kembali memperhatikan Solana sebagai salah satu aset utama dalam ekosistem kripto global.
Ekosistem Aktif dan Aktivitas Pasar Perkuat Momentum
Selain pertumbuhan sektor RWA, peningkatan aktivitas dalam ekosistem Solana turut memperkuat momentum positif kripto Solana. Berbagai proyek dan token yang dibangun di atas jaringan tersebut mengalami peningkatan aktivitas, menarik lebih banyak pengguna dan investor untuk berinteraksi dengan ekosistem Solana.
Masuknya kripto Solana dalam daftar trending juga dipicu oleh meningkatnya volume pencarian dan diskusi pasar, yang biasanya mencerminkan fase perhatian tinggi terhadap suatu aset.
Kondisi ini memperkuat posisi Solana sebagai salah satu blockchain dengan aktivitas jaringan yang tinggi dan relevan dalam perkembangan industri kripto saat ini.
Dari sisi analisis teknikal, analis GainMuse mengamati bahwa kripto Solana pada time frame enam jam menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami fase penurunan tajam sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa harga SOL sempat mengalami penolakan dari garis resistance dan bergerak turun menuju batas bawah channel, di mana saat ini mulai terbentuk area konsolidasi.
Menurut analisis tersebut, pola descending channel yang terbentuk membuka peluang terjadinya pantulan korektif apabila area support di kisaran US$75 hingga US$78 mampu bertahan.
Sementara itu, area resistance utama berada di kisaran US$95 hingga US$100. Namun, jika harga turun di bawah US$75, potensi tekanan turun lanjutan masih dapat terjadi.
Analisis Fraktal Tunjukkan Potensi Siklus Besar Kripto Solana
Analis Crypto Patel mengungkapkan bahwa pada time frame mingguan, kripto Solana menunjukkan pola fraktal yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.

Dalam siklus pertama pada periode 2020 hingga 2021, harga Solana melonjak dari sekitar US$1,07 menjadi US$260, mencatat kenaikan lebih dari 24.000 persen sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam.
Siklus berikutnya pada periode 2022 hingga 2025 juga menunjukkan kenaikan signifikan, diikuti fase koreksi sekitar 77 persen dari level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Berdasarkan pola historis tersebut, analis tersebut melihat bahwa fase koreksi saat ini masih sejalan dengan struktur siklus sebelumnya.
Crypto Patel mengidentifikasi area US$30 hingga US$50 sebagai zona akumulasi potensial, sementara target jangka panjang berada di kisaran US$500 hingga US$1.000 jika pola historis kembali berulang.
Meski demikian, analis menekankan bahwa pola historis tidak menjamin pergerakan harga di masa depan, dan investor tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor pasar sebelum mengambil keputusan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



