Altcoin XRP menghadapi tekanan jual yang kian kuat dan pengamatan pasar terbaru menunjukkan pelemahan momentum harga serta pergeseran likuiditas di bursa.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$2,06 dengan kenaikan tipis 1,24 persen dalam rentang empat jam terakhir. Meski demikian, indikator likuiditas dan posisi pelaku pasar mengisyaratkan fase krusial bagi aset ini.
Berdasarkan analisis terbaru analis Arab Chain di CryptoQuant, data dari Binance, sebagai pusat perdagangan spot terbesar, mencatat bahwa indikator Cumulative Volume Delta (CVD) mencetak nilai negatif yang dalam, yakni -5,9 juta, yang mencerminkan dominasi tekanan jual selama beberapa pekan.

Menurut analis tersebut, akumulasi volume jual tersebut jauh melampaui volume beli, mengindikasikan pergeseran kekuatan pasar.
“Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang berlangsung adalah nyata dan mencerminkan perubahan perilaku trader dalam jangka pendek,” ujar Arab Chain.
Sementara itu, aktivitas perdagangan XRP tetap tinggi. Volume perdagangan spot dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai US$1,12 miliar, sedangkan open interest berada pada level US$3,66 miliar, menunjukkan masih kuatnya minat spekulatif terhadap altcoin XRP meski aksi distribusi meningkat.
Pergeseran Likuiditas dan Dampaknya pada Prospek Jangka Pendek
Kurva CVD yang terus menurun menegaskan bahwa penjualan terakumulasi secara konsisten dalam beberapa minggu. Menurut Arab Chain, tren tersebut bukan pergerakan sesaat, melainkan mencerminkan melemahnya kepercayaan jangka pendek.
Portofolio besar serta pelaku pasar profesional disebut mulai mengurangi posisi alih-alih melakukan akumulasi, dan hal ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual altcoin XRP kemungkinan masih berlanjut.
Menariknya, indikator korelasi harga–CVD 30 hari menunjukkan nilai 0,59, memperlihatkan hubungan erat antara arus likuiditas dan pergerakan harga.
Korelasi positif ini memperkuat kesimpulan bahwa penurunan harga tidak semata-mata dipicu teknikal, tetapi bersumber dari likuiditas riil di pasar spot. Selama korelasi tetap tinggi, arah harga akan sangat bergantung pada perubahan arus beli-jual yang terjadi di Binance.
Di sisi lain, analis pasar kripto Niels menyoroti perubahan dinamika dari sisi likuidasi. Berdasarkan peta panas likuidasi (liquidation heatmap), ritel disebut sedang menyerok posisi short pada salah satu aset besar terkuat di siklus ini.

Kondisi tersebut menciptakan penumpukan likuiditas di area atas harga, yang menurut Niels “pada akhirnya akan tersapu bersih” ketika pasar bergerak menyentuh area yang dipenuhi order likuidasi tersebut.
Niels juga mencatat peningkatan arus masuk ETF yang menunjukkan permintaan institusional kian menguat. Dalam pandangannya, tekanan jual saat ini tidak akan berlangsung permanen.
Ia menegaskan bahwa ketika kondisi pasar stabil, altcoin XRP berpotensi melakukan reli dengan sangat cepat, sejalan dengan likuiditas yang dapat berbalik dalam waktu singkat.
Sementara tekanan jual dominan masih menekan XRP, indikator pasar yang saling terkait, mulai dari CVD, korelasi harga, hingga open interest, memberikan gambaran kompleks mengenai bagaimana altcoin XRP bergerak di tahap ini.
Dengan pergeseran likuiditas yang semakin nyata, reaksi pasar terhadap perubahan arus dana dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah aset ini mampu pulih atau menghadapi tekanan lanjutan menjelang akhir siklus perdagangan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



