Data on-chain menunjukkan adanya peningkatan tekanan negatif di pasar XRP. Analis on-chain Arab Chain mencatat bahwa funding rate pada pair XRP di Binance turun ke level sekitar -0,028, terendah sejak April tahun lalu.
Kondisi ini menjadi sinyal meningkatnya dominasi posisi short di pasar derivatif, yang mencerminkan memburuknya sentimen investor terhadap pergerakan harga XRP dalam jangka pendek.
Penurunan funding rate tersebut terjadi ketika harga XRP bergerak di sekitar level US$1,46, setelah mengalami tren penurunan bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Data ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar semakin banyak mengambil posisi jual, baik untuk spekulasi maupun sebagai langkah lindung nilai terhadap potensi pelemahan lanjutan. Fenomena ini memperkuat sinyal kehati-hatian di pasar XRP, khususnya di segmen perdagangan berjangka.
Arab Chain menyebutkan bahwa kondisi funding rate negatif yang dalam biasanya mencerminkan tingkat pesimisme yang tinggi di kalangan trader.
“Funding rate XRP yang jatuh ke level terendah sejak April menunjukkan bahwa mayoritas pelaku pasar kini lebih memilih bertahan di posisi short karena kekhawatiran terhadap tekanan jual lanjutan,” ungkap Arab Chain.
Tekanan Derivatif Mencerminkan Pesimisme Pasar
Funding rate merupakan indikator yang digunakan untuk menyeimbangkan posisi long dan short di pasar derivatif. Ketika angkanya berada di wilayah negatif, trader yang memegang posisi short harus membayar biaya kepada pemegang posisi long.
Namun, dalam kondisi ekstrem seperti saat ini, tingginya minat terhadap posisi short membuat banyak trader rela membayar premi untuk mempertahankan posisi jual mereka.
Menurut data on-chain, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual telah terakumulasi dalam waktu yang relatif lama. Banyak pelaku pasar menilai bahwa risiko penurunan harga XRP masih lebih besar dibandingkan peluang kenaikan dalam jangka pendek.
Akibatnya, aktivitas lindung nilai dan spekulasi bearish terus meningkat, terutama di bursa Binance yang menjadi pusat perdagangan derivatif XRP.
Secara historis, funding rate yang menyentuh level negatif ekstrem sering muncul pada fase lanjutan tren turun. Pada tahap ini, sebagian besar trader telah berada di posisi short.
Dalam beberapa periode sebelumnya, situasi serupa sempat memicu rebound sementara akibat aksi short covering. Namun, pemulihan tersebut umumnya bersifat terbatas apabila tidak didukung oleh sentimen fundamental yang kuat.
Potensi Rebound di Tengah Risiko Penurunan
Meski tekanan negatif mendominasi pasar, sejumlah analis masih melihat peluang teknikal bagi XRP.
Analis Deep Blue, dalam analisisnya, menilai bahwa selama harga XRP masih bergerak dalam kisaran wajar pada pola wedge yang terbentuk, aset ini masih memiliki potensi untuk menguat. Ia memperkirakan bahwa dalam skenario positif, target harga XRP dapat mencapai sekitar US$1,84.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya posisi short, masih terdapat kemungkinan terjadinya pergerakan balik apabila sentimen pasar membaik. Faktor pemicunya dapat berasal dari perkembangan regulasi, adopsi institusional, maupun kabar fundamental terkait ekosistem XRP.
Juga, Arab Chain menilai bahwa dalam kondisi saat ini, pasar masih didominasi sikap defensif. Penurunan selera risiko terlihat dari menurunnya minat terhadap posisi long serta meningkatnya aktivitas lindung nilai.
Hal ini mencerminkan bahwa mayoritas investor masih memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali meningkatkan eksposur.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



